Wa Ode Nurhidayati
Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Associated with Open Defecation Behavior in Communities in Wakeakea Village, Central Buton Regency Wa Ode Nurhidayati; L M Zainul
Miracle Journal of Public Health Vol 6 No 1 (2023): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v6i1.312

Abstract

The issue of sanitation is one of the world's major concerns. The World Health Organization (WHO) explains that sanitation is an effort to control all factors of the human physical environment that will cause things that are detrimental to physical development, health, and endurance Regarding open defecation, Data from the World Health Organization (WHO) in 2020, states that Indonesia is the second largest country in the world that still practices defecation amounting to 9.36% or around 25 million people, Indonesia is ranked second or in practice below India. The purpose of this study is to determine the factors of open defecation behavior in the Wakeakea community in the working area of the Rahia Health Center, Central Buton Regency in 2022. This type of research is quantitative with Cross Sectional design The population of this study is heads of families or wives in Wakeakaea Village, Gu District, totaling 246 households. The sampling technique uses total sampling. Data analysis was conducted univariate and bivariate The results showed that latrine ownership (p-value = 0.000), mileage (p-value = 0.000), and attitude (p-value = 0.000) had a significant relationship with defecation behavior. Advice to community leaders and related agencies to carry out community empowerment as a promotional effort related to the provision of healthy and well-behaved latrines not to defecate.
Evaluasi Program Imunisasi Anak di Wilayah Pedesaan Tantangan dan Solusi Darsal Zulfakar Dafid; Wa Ode Nadziyran Urufia; Wa Ode Nurhidayati; Muhamad Subhan; Eky Endriana Amiruddin
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 2 (2024): Februari 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/4mjwhd56

Abstract

Program imunisasi anak di wilayah pedesaan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, termasuk akses terbatas terhadap layanan kesehatan, kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih, dan faktor sosial-budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tantangan utama dalam implementasi program imunisasi anak di wilayah pedesaan serta untuk mengidentifikasi solusi yang memungkinkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan studi pustaka yang relevan dengan topik ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses terbatas terhadap layanan kesehatan merupakan hambatan utama dalam program imunisasi anak di pedesaan. Jarak yang jauh antara pemukiman penduduk dengan fasilitas kesehatan, kurangnya infrastruktur kesehatan, dan transportasi yang tidak memadai mempersulit orang tua untuk membawa anak-anak mereka untuk divaksinasi secara teratur. Kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih juga menjadi tantangan serius dalam implementasi program imunisasi. Banyak desa yang tidak memiliki jumlah petugas kesehatan yang memadai untuk memberikan layanan imunisasi kepada masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan tentang imunisasi juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Faktor sosial dan budaya juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam program imunisasi. Kepercayaan, mitos, dan praktek budaya lokal seringkali memengaruhi keputusan orang tua dalam mengimunisasi anak-anak mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berbasis budaya dalam mensosialisasikan program imunisasi. Berbagai solusi yang memungkinkan telah diidentifikasi, termasuk memperkuat infrastruktur kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan melibatkan komunitas secara aktif dalam program imunisasi. Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini secara holistik dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah pedesaan dan meningkatkan kesehatan anak-anak secara keseluruhan.