Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Penataan Kawasan Pantai Klayar Pacitan Sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Dengan Prinsip Arsitektur Ekologis Yuliani, Sri; Setyaningsih, Wiwik; Winarto, Yosafat
RUAS Vol. 16 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2018.016.02.1

Abstract

The tourism potential of Klayar Beach in Pacitan Regency is increasing along with the development of tourism programs in Indonesia which include the development of coastal areas as natural tourism destinations. The development of the coastal area for the development of the potential of local tourism based on nature requires a handling strategy that takes into account a number of considerations that are in harmony with the environment so that disaster-prone constraints can be minimized, including covering aspects of nature conservation. The strategy for developing Klayar Beach can be done through the application of the principles of Ecological Architecture. The research location in the Klayar Beach area is one of the 9 (nine) priority tourism destinations in the Regency of Pacitan. This study aims to find a regional structuring strategy with the application of the principles of ecological architecture, namely optimizing the value of regional potential and still considering the sustainability of nature. The research uses a descriptive qualitative method by conducting surveys through observation, interviews and comparing theories with relevant regulations. The results of the study are regional structuring strategies to develop the potential of Klayar Beach through structuring tourism areas in accordance with local elements and local culture as well as integrated nature conservation so that it becomes a sustainable tourism destination.
Identifikasi gap dalam perencanaan klaster wisata berkelanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Purwani, Ofita; Iswati, Tri Yuni; Triratma, Bambang; Winarto, Yosafat; Setyaningsih, Wiwik
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104221

Abstract

Artikel ini berfokus pada identifikasi gap dalam perumusan klaster wisata pada perencanaan wisata keberlanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh isu kurang optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia dalam usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, sementara pada saat yang sama, adanya status Global Geopark dari UNESCO yang diberikan pada Gunung Sewu memberikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat setempat dalam bentuk pariwisata. Pembentukan klaster-klaster ini dilakukan dengan melihat potensi-potensi setempat yang ada, lalu digolongkan berdasarkan letak geografis dan tema yang bisa dipakai untuk wisata. Selain itu juga harus mempertimbangkan adanya infrastruktur dan jasa transportasi, produksi, dan keuangan yang ada. Untuk melakukan klasterisasi, kami melakukan inventarisasi dan identifikasi gap terhadap sektor-sektor yang ada di Pracimantoro. Hasil dari identifikasi ini menunjukkan bahwa masih terdapat gap pada sektor transportasi dan akomodasi, yang mana ini harus diperhitungkan dalam merencanakan klaster.
Pengembangan Potensi Umbul Nangsri sebagai Kawasan Wisata Berbasis Budaya dan Alam di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Iswati, Tri Yuni; Winarto, Yosafat; Purwani, Ofita; Yuliani, Sri; Paramita, Dyah Susilowati Pradnya; Hardana, Ana; Setyaningsih, Wiwik; Triratma, Bambang; Nugroho, Purwanto Setyo
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110467

Abstract

Umbul Nangsri yang terletak di desa Lebak pada kawasan Karst Gunung Sewu di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri memiliki potensi yang belum dikembangkan. Kawasan Karst Gunung Sewu sendiri telah ditetapkan sebagai Global Geopark oleh UNESCO sejak tahun 2015. Gunung Sewu diakui dunia memiliki artefak harmoni antara warisan geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Umbul Nangsri di kawasan Gunung Sewu merupakan sebuah telaga alami yang mata airnya tidak pernah berkurang bahkan di musim kemarau sekalipun. Keberadaan Umbul Nangsri di Desa Lebak merupakan potensi geologi dari karst Gunung Sewu serta kelestarian lingkungan hayati yang menjaga keberlanjutan sumber air hingga saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya pendampingan masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam hayati di desa Lebak secara berkelanjutan. Upaya dengan perencanaan pengembangan potensi Umbul Nangsri, agar keberadaannya mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mensejahterakan masyarakat. Realisasi pendampingan dalam wujud penyusunan rencana induk pengembangan kawasan Umbul Nangsri.Metode penelitian dan pengabdian yang dilakukan dengan observasi dan pendampingan masyarakat di lapangan. Fenomena pada pengelolaan lingkungan, serta kehidupan sosial-budaya masyarakat desa Lebak dianalisis bersama dan disepakati solusi bagi kelestarian lingkungan dan pengembangan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari kegiatan riset – pengabdian ini adalah rencana induk pengembangan Umbul Nangsri sebagai hasil kompromi antara pengambil kebijakan dan masyarakat desa. Umbul Nangri dikembangkan dengan fokus perencanaan pada konservasi lingkungan dan kawasan karst, pengembangan sosial-budaya masyarakat desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.Kata kunci : Umbul Nangsri; Pracimantoro;  wisata budaya; ekowisata
Perintisan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Lembah Bengawan Solo Purba Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri Purwani, Ofita; SP, Dyah; Iswati,, Tri Yuni; Winarto, Yosafat; Setyaningsih, Wiwik
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.80280

Abstract

Paper ini berfokus pada upaya perintisan pariwisata berbasis masyarakat di daerah Lembah Bengawan Solo Purba, kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Bengawan Solo Purba adalah bekas aliran sungai Bengawan Solo yang kering sekitar 4 juta tahun yang lalu. Lokasinya kini menjadi kawasan cagar alam yang juga merupakan bagian dari Gunung Sewu Global GeoPark yang diakui oleh UNESCO. Berdasarkan penelitian yang kami lakukan pada tahun 2021-2022, Lembah Bengawan Solo Purba ini merupakan salah satu destinasi yang paling potensial untuk dikembangkan jika dilihat dari lokasi dan posisi relatif terhadap jalur transportasi yang sudah ada dan yang baru dibangun melalui proyek strategis nasional. Karena itu kami di Research Group Arsitektur Berkelanjutan melakukan pengabdian masyarakat pada daerah Lembah Bengawan Solo Purba ini untuk merencanakan pengembangan pariwisata dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Karena itu kami berangkat dari mengidentifikasi potensi-potensi yang ada pada area Lembah Bengawan Solo Purba, kemudian kami langsung terjun ke masyarakat melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) untuk mengkomunikasikan ide-ide terkait memanfaatkan potensi tersebut untuk mendukung perencanaan pariwisata di daerah Lembah Bengawan Solo Purba. Namun demikian yang akan kami bahas dalam paper ini adalah program-program awal perencanaan yang dilakukan dalam kegiatan KKN. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat tersebut adalah kegiatan perencanaan dan perancangan ruang publik pohon asem purba, telaga Digal, dan tugu Mendak di mana ketiganya dilakukan dengan berorientasi pada pariwisata. Selain itu terdapat juga beberapa kegiatan penunjang yang memberikan pelatihan pada Masyarakat dalam pembuatan produk-produk souvenir dengan metode ecoprint beserta dengan desain kemasan dan logonya.    This paper focuses on efforts to pioneer community-based tourism in the Bengawan Solo Purba Valley area, Pracimantoro sub-district, Wonogiri. The Ancient Bengawan Solo is the former flow of the Bengawan Solo river which dried up around 4 million years ago. The location is now a nature reserve area which is also part of the Gunung Sewu Global GeoPark which is recognized by UNESCO. Based on research we conducted in 2021-2022, the Bengawan Solo Purba Valley is one of the destinations with the most potential for development when viewed from its location and position relative to existing and newly built transportation routes through national strategic projects. For this reason, we at the Sustainable Architecture Research Group carry out community service in the Bengawan Valley area of Purba Solo to plan tourism development by actively involving the community. Therefore, we started from identifying the potential that exists in the Purba Solo Bengawan Valley area, then we went directly to the community through the KKN (Real Work Lecture) program to communicate ideas related to utilizing this potential to support tourism planning in the Solo Bengawan Valley area. Ancient. However, what we will discuss in this paper are the initial planning programs carried out in KKN activities. The results of the community service program are planning and designing public space activities for the ancient tamarind tree, Digal lake and Mendak monument, all three of which are carried out with a tourism orientation. Apart from that, there are also several supporting activities that provide training to the community in making souvenir products using the ecoprint method along with packaging and logo designs.