Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Adaptive reused bangunan cagar budaya berbasis arsitektur berkelanjutan Triratma, Bambang; Yuliani, Sri; Sofyan, Yuan Efano; Basith, Assyafa'ul
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 8 No 3 (2023): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2023 ~ Desember 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v8i3.2635

Abstract

Selective reuse of heritage buildings should be based on consideration of strategic issues of sustainable development. Research that discusses the reuse of cultural heritage buildings in the field of architecture still does not implement the concept of sustainable architecture. The purpose of the study is to obtain a strategy formulation that can be used as a parameter for adaptive implementation of reuse in cultural heritage buildings in line with sustainable development. The research took a case study of De Tjolomadoe building in Surakarta City, Indonesia. The building is a former sugar factory building currently converted as a meeting place, tourist destination, and educational communal space. The benefits of the research provide recommendations for adaptive reused strategies for cultural heritage buildings with the concept of sustainable architecture to support sustainable development. The study used in-depth observation with interview techniques and secondary data from the literature as the determination of the most important factor of the concept of sustainable architecture in optimizing the management of cultural heritage buildings. The results show that there are four architectural aspects that need to be considered so that adaptive reused cultural heritage buildings can provide sustainable benefits, i.e., the need for integration and synergy between building history, culture, environment.
Kajian Kelayakan Kawasan Arkeologi Lembah Bengawan Solo Purba di Pracimantoro sebagai Wisata Edukasi di Jawa Tengah Putri, Dewi Widowati; Purwani, Ofita; Triratma, Bambang
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 1 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i1.56335

Abstract

Pracimantoro has various tourism potentials, one of which is the Gunung Sewu area which is recognized by UNESCO as a global geopark. In one part of the geopark, there lies Bengawan Solo Purba valley which is the ancient Bengawan Solo river flow. Considering the significance of Bengawan Solo to the life of the Javanese people, and its archaeological values, this valley has the potential to be developed into a tourism object. This paper focuses on the feasibility study of the development of this valley into a tourist destination. The method used in this study is SWOT analysis to discuss the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of Bengawan Solo Purba Valley. The results of the study show that it is possible to develop this area as a tourist destination but for educational tourism purposes focusing on archaeology.
Identifikasi gap dalam perencanaan klaster wisata berkelanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Purwani, Ofita; Iswati, Tri Yuni; Triratma, Bambang; Winarto, Yosafat; Setyaningsih, Wiwik
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104221

Abstract

Artikel ini berfokus pada identifikasi gap dalam perumusan klaster wisata pada perencanaan wisata keberlanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh isu kurang optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia dalam usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, sementara pada saat yang sama, adanya status Global Geopark dari UNESCO yang diberikan pada Gunung Sewu memberikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat setempat dalam bentuk pariwisata. Pembentukan klaster-klaster ini dilakukan dengan melihat potensi-potensi setempat yang ada, lalu digolongkan berdasarkan letak geografis dan tema yang bisa dipakai untuk wisata. Selain itu juga harus mempertimbangkan adanya infrastruktur dan jasa transportasi, produksi, dan keuangan yang ada. Untuk melakukan klasterisasi, kami melakukan inventarisasi dan identifikasi gap terhadap sektor-sektor yang ada di Pracimantoro. Hasil dari identifikasi ini menunjukkan bahwa masih terdapat gap pada sektor transportasi dan akomodasi, yang mana ini harus diperhitungkan dalam merencanakan klaster.
Pengembangan Potensi Umbul Nangsri sebagai Kawasan Wisata Berbasis Budaya dan Alam di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Iswati, Tri Yuni; Winarto, Yosafat; Purwani, Ofita; Yuliani, Sri; Paramita, Dyah Susilowati Pradnya; Hardana, Ana; Setyaningsih, Wiwik; Triratma, Bambang; Nugroho, Purwanto Setyo
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110467

Abstract

Umbul Nangsri yang terletak di desa Lebak pada kawasan Karst Gunung Sewu di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri memiliki potensi yang belum dikembangkan. Kawasan Karst Gunung Sewu sendiri telah ditetapkan sebagai Global Geopark oleh UNESCO sejak tahun 2015. Gunung Sewu diakui dunia memiliki artefak harmoni antara warisan geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Umbul Nangsri di kawasan Gunung Sewu merupakan sebuah telaga alami yang mata airnya tidak pernah berkurang bahkan di musim kemarau sekalipun. Keberadaan Umbul Nangsri di Desa Lebak merupakan potensi geologi dari karst Gunung Sewu serta kelestarian lingkungan hayati yang menjaga keberlanjutan sumber air hingga saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya pendampingan masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam hayati di desa Lebak secara berkelanjutan. Upaya dengan perencanaan pengembangan potensi Umbul Nangsri, agar keberadaannya mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mensejahterakan masyarakat. Realisasi pendampingan dalam wujud penyusunan rencana induk pengembangan kawasan Umbul Nangsri.Metode penelitian dan pengabdian yang dilakukan dengan observasi dan pendampingan masyarakat di lapangan. Fenomena pada pengelolaan lingkungan, serta kehidupan sosial-budaya masyarakat desa Lebak dianalisis bersama dan disepakati solusi bagi kelestarian lingkungan dan pengembangan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari kegiatan riset – pengabdian ini adalah rencana induk pengembangan Umbul Nangsri sebagai hasil kompromi antara pengambil kebijakan dan masyarakat desa. Umbul Nangri dikembangkan dengan fokus perencanaan pada konservasi lingkungan dan kawasan karst, pengembangan sosial-budaya masyarakat desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.Kata kunci : Umbul Nangsri; Pracimantoro;  wisata budaya; ekowisata