Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SPATIAL CONSERVATION STRATEGIES FOR POTENTIAL HERITAGE AT KAMPONG KAUMAN SURAKARTA Musyawaroh, Musyawaroh; Pitana, Titis Srimuda; Masykuri, Mohammad; Nandariyah, Nandariyah
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 5, No 2 (2018): In Press
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.561 KB) | DOI: 10.14710/geoplanning.0.0.191-204

Abstract

Kauman is one of the cultural heritage kampong in Surakarta which was developed when Paku Buwono III was building Masjid Agung (The Great Mosque) in 1757. Abdi dalem ulama (the religious servant courtiers), together with their santries (Islamic students boarding school), live around the mosque which later was developed into Kauman. The abdi dalem ulama wives are taught to produce batik by the palace where they evolved to be batik entrepreneurs and made Kauman be batik center at the point of time. Batik business went bankrupt and made the Kauman’s old buildings get ignored, damaged, and dirty due to the less maintenance. Kauman’s unique culture should be conserved to support the ongoing revitalization. The research’s main discussion was aimed at identifying the potential of cultural heritage at Kauman Surakarta and what strategies that can be used to conserve it. It was an applied research with the rationalistic qualitative approach. The conservation aspects discussed are tangible heritage and intangible heritage which are supported by spatial analysis using satellite imagery and Arch-GIS. The result of the research shows that tangible heritage which needs to be conserved at Kauman is ancient kampong toponym and ancient buildings. Meanwhile, intangible heritage is in the forms of social, cultural, economic, and religious aspects. The difference of this research from other researches is the involvement of Kauman community in preserving their area.
Effectiveness of Puppet-Assisted Media in Strengthening Religious Characteristic Value and Language Skill of Early Childhood Musyawaroh, Musyawaroh; Sutarto, Joko; Aeni, Kurotul
Journal of Primary Education Vol 10 No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v10i2.48787

Abstract

The growth and development of early childhood should be stimulated by strengthening the religious character value and the language skill; therefore, children have noble behavior. This research aimed to develop the religious behavior attitude and the language skill of early childhood. The research object was hand-puppet-assisted media to strengthen the religious character value and the language skill. The population in this research were 30 children aged 5-6 years of the group B at TK ABA 04 Penaruban of the experiment class, and 30 children of the group B at TK ABA 03 Bumiayu of the control class. The data collection techniques used observation sheets, interviews, and documentation. The analysis used was the t-test using SPSS for windows version 16.00. The data analysis used the hand-puppet-assisted storytelling method. The hypothesis test results showed that the average pretest value of the experiment class was 18.21, and the average posttest was 21.00, so that it increased by 2.79. It was also found that the tcount> ttable at a significant level of 5% (15.649 > 2.037) and with a p-value of < 0.05, which means that it can be concluded that there was a significant increase in the score of student learning outcomes of the experiment group. Thus, it can be concluded that the strengthening of the religious character valueand the language skill of children aged 5-6 years at TK ABA 04 Penaruban using the hand-puppet-assisted storytelling method was more effective than using conventional media.
Pelatihan Pembuatan Diversifikasi Produk Berbahan Tanah Liat untuk Pengrajin Genting Desa Wirun Mojolaban Sukoharjo Kumoro W, Agung; Musyawaroh, Musyawaroh; Daryanto, Tri Joko; Marlina, Avi
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1133

Abstract

Pengrajin genting merupakan mata pencaharian utama bagi masyarakat Desa Wirun, dengan lebih dari 70 pengrajin yang tersebar di Dusun Kebak, Mertan, Ngambak Kalang, dan Godekan. Sejak awal abad ke-19, usaha ini telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, pengrajin kini menghadapi berbagai kendala, seperti sulitnya bersaing dengan produk genting modern serta ketergantungan produksi pada musim hujan yang sering menghambat kegiatan usaha. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan pengrajin dalam mengembangkan diversifikasi produk berbahan dasar tanah liat, seperti batu bata tempel dan terakota, guna menjaga keberlanjutan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi edukatif dan pelatihan teknis yang difokuskan pada pengembangan keterampilan baru dan peningkatan ragam produksi. Keberhasilan program dinilai dari bertambahnya jenis produk yang dihasilkan, partisipasi aktif para pengrajin, serta keterlibatan pihak-pihak terkait seperti aparatur desa, BUMDes, dan mahasiswa. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kemampuan pengrajin dalam menghasilkan produk diversifikasi berupa batu bata tempel dan terakota, serta tingginya partisipasi dari pengrajin, pemangku kepentingan desa, BUMDes, dan mahasiswa. Secara keseluruhan, program ini berhasil mendukung peningkatan daya saing produk lokal dan keberlanjutan ekonomi berbasis potensi tanah liat di Desa Wiru
TRANSFORMASI RUMAH JAWA: MENYIASATI PERUBAHAN IKLIM MELALUI ADAPTASI ARSITEKTURAL LOKAL Daryanto, Tri Joko; Musyawaroh, Musyawaroh; Cahyono, Untung Joko
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.104429

Abstract

Perubahan iklim global menuntut adaptasi dalam banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah arsitektur. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana rumah-rumah Jawa di Laweyan, Surakarta, menanggapi perubahan iklim dengan melakukan modifikasi terhadap sistem pencahayaan dan penghawaan untuk meningkatkan efisiensi energi serta kenyamanan termal. Fokus penelitian adalah pada adaptasi dari fungsi awalnya sebagai tempat tinggal menjadi lokasi komersial, yang membutuhkan penyesuaian desain yang substansial untuk memenuhi kebutuhan baru tersebut. Menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini memetakan berbagai pola adaptasi yang diintegrasikan dalam desain rumah- rumah tersebut, dengan mempertimbangkan pelestarian nilai-nilai kultural selain memenuhi fungsi fungsionalnya. Analisis dari lima sampel rumah yang telah mengalami modifikasi signifikan menunjukkan bahwa perubahan dalam arsitektur bukan hanya memenuhi fungsi baru, tetapi juga merupakan bagian dari strategi adaptasi budaya yang lebih luas yang bertujuan untuk mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana prinsip-prinsip desain lokal dapat direnovasi untuk menghadapi tantangan global sambil masih mempertahankan identitas kultural dan historis. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang adaptasi iklim dalam arsitektur tradisional, dengan menekankan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan, fungsionalitas, dan identitas kultural. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa, menunjukkan pentingnya menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi teknologi untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan kultural resonan. Ini mendemonstrasikan pentingnya mengadaptasi praktek arsitektur dalam menghadapi perubahan iklim, sambil tetap menghargai dan memelihara warisan budaya.