Nana Suryana
Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah, Tasikmalaya, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter peserta didik Husnul Solehudin Azmi; Nana Suryana; Jonari hanafi
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/mjpgmi.v6i1.677

Abstract

Lingkungan sekolah adalah ranah pendidikan kedua bagi peserta didik. Di lingkungansekolah peserta didik dibimbing dalam segala aspek, akhlak ilmu, dan keterampilan merupakan halyang sangat penting untuk dibina didalam lingkungan sekolah. Permasalahannya, apakah terdapatpengaruh antara lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter peserta didik? Hal iniberangkat dari anggapan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara lingkungan sekolah terhadappembentukan karakter peserta didik di SDN 1 Parakannyasag.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan sekolahterhadap pembentukan karakter peserta didik di SDN 1 Parakannyasag. Penelitian ini diharapkandapat bermanfaaat dalam pengembangan ilmu, perbaikan dan acuan bagi peneliti, guru, maupunkepala sekolah dalam menjalankan pendidikan kedepannya.Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriftif kuantitatif. Populasisebanyak 284 orang dan sampel sebanyak 20 responden dengan teknik Purposive Sampling. Teknikpengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi besertapedomannya. Pengolahan data dilakukan melalui pengolahan data deskriftif dengan korelasi RankSpearman (????????).Berdasarkan hasil penelitian ini adalah pengaruh lingkungan sekolah terhadappembentukan karakter rata-rata 31,75 adalah cukup. Pembentkan karakter peserta didik di SDN 1Parakannyasag rata-rata 28,10 adalah cukup. Pengaruh lingkungan sekolah terhadap pembentukankarakter peserta didik di SDN 1 Parakannyasag berdasarkan klasifikasi guildford, maka harga/nilai???????? sebesar 0,61 berada pada klasifikasi tinggi.Disarankan kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mengkajifaktor-faktor lain yang turut berpengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SINGING, PLAYING, ANALYZING, DISCUSSING, EVALUATING (SPADE) TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR Esa Nurhalisa; Nana Suryana; Neneng Maryani
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 9 No. 1 (2026): MADROSATUNA
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep geometri di sekolah dasar sering dipicu oleh pembelajaran konvensional yang bersifat teacher-centered, sehingga peserta didik kesulitan memahami sifat bangun datar secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model pembelajaran Singing, Playing, Analyzing, Discussing, Evaluating (SPADE) dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri bangun datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design (One-Group Pretest-Posttest). Sampel penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SDN 2 Geresik berjumlah 18 orang. Data dikumpulkan melalui instrumen tes essay dan dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep peserta didik, dengan skor rata-rata pretest sebesar 49,4444 (kategori sedang) meningkat menjadi 90,1667 (kategori tinggi) pada posttest. Uji hipotesis dan capaian N-Gain sebesar 81,25% membuktikan bahwa model pembelajaran SPADE efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri bangun datar. Implementasi model SPADE direkomendasikan bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk menciptakan suasana pembelajaran matematika yang konkret, aktif, dan menyenangkan.
PENGARUH POLA KOMUNIKASI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK : Penelitian di SDN Sukamaju Kecamatan Pagerageung Denita Sulistiani; Nana Suryana; Fitri Annisa; Neneng Maryani
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola komunikasi guru terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN Sukamaju Kecamatan Pagerageung. Pola komunikasi yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan meningkatkan semangat belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pola komunikasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar, itu terbukti dengan perolehan nilai rata-rata hitung (????) sebesar 65,88 berada pada kategori cukup dan nilai rata-rata hitung (Y) sebesar 68,52 berada pada kategori baik. Dengan diperoleh nilai korelasi antara variabel X dan variabel Y sebesar 0,611 yang tergolong korelasi kuat dan positif. Dari hasil tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,373 yang mengandung arti bahwa pengaruh variabel bebas (pola komunikasi) terhadap variabel terikat (motivasi belajar) adalah sebesar 37,3 % dan sisanya yaitu 62,7 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka Ha diterima dan H0 ditolak artinya secara signifikan pola komunikasi berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN Sukamaju Kecamatan Pagerageung dengan kategori kuat/sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi guru memiliki pengaruh yang signifikan dan kuat terhadap motivasi belajar peserta didik di SDN Sukamaju Kecamatan Pagerageung. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi sebesar 0,611 dan koefisien determinasi sebesar 37,3%, yang berarti pola komunikasi guru menyumbang 37,3% terhadap motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak.