Karakter religius merupakan seperangkat nilai, keyakinan, dan perbuatan yang berasaskan pada pandangan agama tertentu dan termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini melihat bagaimana penghayatan budaya religius dalam membentuk karakter religius siswa, gambaran karakter religius siswa, dan sejauh mana pengaruh penghayatan budaya religius sekolah dan kepemimpinan karismatik guru agama Katolik dalam meningkatkan karakter religius siswa SD Katolik Kemiri. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengevaluasi upaya meningkatkan karakter siswa melalui penghayatan budaya religius sekolah dan kepemimpinan karismatik guru agama Katolik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SDK Kemiri, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Waktu penelitian terhitung dari tanggal 22 April - 04 Mei 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Tekni analisa data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penghayatan budaya religius sekolah, yang diwujudkan melalui kegiatan keagamaan rutin, simbol-simbol religius, dan suasana sekolah yang mendukung nilai-nilai spiritual, secara signifikan berkontribusi pada pembentukan karakter religius siswa. Selain itu, kepemimpinan karismatik guru agama Katolik, yang ditandai dengan keteladanan, komunikasi efektif, inspirasi moral, juga memainkan peran penting dalam memotivasi siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai religus dalam kehidupan sehari-hari. Kombinasi antara lingkungan sekolah dan kepemimpinan guru yang karismatik menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan karakter religius siswa di Sekolah Dasar Katolik Kemiri.