Qoriq Nur Azizah
Universitas Aisyiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SELEBRASI KEADILAN Qoriq Nur Azizah; Anggi Syaharani Eka Saputri; Aris Priyoagus Santosa; Athaya Zuhra Silanurrahmi; Berlian Kasih Kurniawati; Firdhaus Ayu Farasati; Gamadhan Kholid Rahman Hakim; Izah Putri Arisanti; Muhammad Hammam Izzudin; Abelia Febriana; Salma Agustia Pramesti; Soraya Ismi Nur Azizah; Tegar Aditiakesuma
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 06 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i6.407

Abstract

Hukum ibarat pedang bermata dua, artinya di samping hukum melindungi hak asasi manusia, disisi lain hukum membatasi kebebasan atau hak manusia. Dapat dilihat bahwa dalam penyidikan perkara pidana, dimana setiap orang berhak atas perlindungan jika mereka bersentuhan dengan hukum, tetapi ketika seseorang melanggar aturan hukum, kebebasan bergeraknya harus dibatasi agar kepentingan umum tidak terancam. Metode penelitian yang dipakai adalah studi literature, jenis penelitian ini mengandalkan berbagai literatur untuk memperoleh data penelitian dan menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang dihasilkan berupa kata atau deskripsi. Kesimpulan Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak dasar yang melekat pada setiap individu dan harus dilindungi. Indonesia sebagai negara hukum pancasila memiliki kewajiban dalam perlindungan HAM. Macam-macam HAM meliputi hak pribadi, hak kepemilikan, hak kesetaraan hukum, hak politik, hak sosial budaya, dan hak procedural. Faktor-faktor pelanggaran HAM termasuk sikap egois, kurangnya toleransi, dan mementingkan diri sendiri. Dalam kasus pengeroyokan, pelaku MD melanggar norma sosial, sila ke-5 Pancasila tentang keadilan sosial, dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Pelanggaran ini dapat dikenai sanksi pidana penjara sesuai hukum yang berlaku.
EDUKASI MANAJEMEN NYERI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS LUTUT PADA LANSIA DI DESA GONDANG SARI KIRINGAN BOYOLALI Qoriq Nur Azizah; Ginda Zaura Finanda; Malida Arneta Nor Vaiszhah; Maya Mukti Habbil Hasanah; Putra Aditya Utama; Putri Frida Nur Aulia; Salsa Zulaykha Yasmine; Valentino Singgih Pangestu Wely; Nur Agung Martopo
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/fec1sb26

Abstract

Knee osteoarthritis is one of the degenerative diseases commonly experienced by the elderly and can cause symptoms such as pain, joint stiffness, and limitations in functional activities. Limited knowledge among the elderly regarding the causes, symptoms, and management of knee osteoarthritis may worsen the their condition and reduce their quality of life. Therefore, this Community Service Program was conducted in Gondang Sari Village, Kiringan, Boyolali, with the aim of increasing the elderly’s knowledge about knee osteoarthritis and independent pain management. The activity involved 25 elderly participants and was carried out through health education and demonstrations of simple physiotherapy exercises, including quadriceps setting, hamstring setting, hamstring stretch, leg extension, calf stretch, and calf raise. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to measure the improvement in participants’ knowledge. The results showed an increase in participants’ understanding after the educational intervention. In the pre-test, 100% of participants did not understand knee osteoarthritis, while in the post-test 76% understood the material and 24% had moderate understanding. These findings indicate that health education and physiotherapy exercises effectively improve the elderly’s knowledge and support independent pain management, thereby helping to improve their quality of life.