Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kategorisasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Empat Sekolah Dasar di SD se-Gugus II Kapanewon Playen, Gunung Kidul Heni Rahmawati; Pratiwi Pujiastuti; Andarini Permata Cahyaningtyas
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v8i1.3338

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas empat sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 61 siswa berasal dari SD se-gugus II Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul , Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes dengan indikator menginterpretasi, menganalisis, dan mengevaluasi. Data dianalisis secara deskriptif yang mencakup ketiga indikator dengan kategori kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor berpikir kritis siswa berada pada kategori cukup. Lebih jauh, pada indikator menginterpretasi didominasi kategori cukup, pada indikator menganalisis didominasi kategori baik, dan pada indikator mengevaluasi didominasi kategori cukup. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar tersebut berada pada kategori cukup. Namun demikian, terdapat perbedaan kemampuan pada pada masing-masing indikator.
Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan berbasis Kemandirian terhadap Keterampilan Berwirausaha Yulina Ismiyanti; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti; Cahyo Budi Utomo; Eko Handoyo; Andarini Permata Cahyaningtyas
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemerintah menekankan kewirausahaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi abad ke-21. Akibat terjadinya perubahan sistem pendidikan berbasis kewirausahaan, tidak hanya Jurusan Ekonomi dan Manajemen saja yang memberikan mata kuliah kewirausahaan, hampir semua jurusan di berbagai universitas membekali mahasiswa dengan mata kuliah kewirausahaan. Langkah Kemdikbud dalam memberdayakan pendidikan menuai tantangan guna menciptakan model pembelajaran yang sesuai permintaan pasar. Desain penelitian ini yaitu R&D menggunakan 10 langkah sebagai berikut: potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produksi massal. Metode yang digunakan dalam uji skala kecil dan luas yaitu one group pre test post test design. Subjek penelitian yaitu UNISSULA yang menempuh mata kuliah kewirausahaan uji skala kecil 6 orang dan 1 dosen uji skala besar 20 orang dan 1 dosen diambil dengan purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Analisis data melalui persentase dan uji-t. Desain model kewirausahaan berbasis kemandirian yaitu identifikasi potensi dan peluang usaha, peningkatan mutu produksi, perluasan pemasaran hasil produksi, pengadministrasian kegiatan usaha, peningkatan jaringan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan model kewirausahaan berbasis kemandirian valid, efektif, dan praktis. Abstract. The government emphasizes entrepreneurship to meet the needs of the 21st-century economy. As a result of the change in the entrepreneurship-based education system, not only the Department of Economics and Management provides entrepreneurship courses, almost all majors at various universities provide students with entrepreneurship courses. The Ministry of Education and Culture's steps in empowering education have faced challenges in creating learning models that are in line with market demand. This research design is R&D using ten steps as follows: potential problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trial, product revision, use trial, product revision, mass production. The method used in the small and wide-scale test is one group pre-test post-test design. The research subjects were UNISSULA, who took the small-scale test entrepreneurship course of six people and one lecturer on the large-scale test 20 people and one lecturer was taken by purposive sampling. The data collection tool used is a questionnaire—data analysis through percentage and t-test. The design of the self-reliance-based entrepreneurship model is identification of business potential and opportunities, improvement of production quality, expansion of product marketing, business activity administration, network improvement. Based on the study results, it was concluded that the self-reliance-based entrepreneurship model was valid, effective, and practical.
The Effect of the SQ3R Strategy Assisted by Interactive Multimedia on Grade V Student’s Reading Comprehension Yona Rahmawati; Andarini Permata Cahyaningtyas
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1709

Abstract

This study examined the effect of the SQ3R strategy assisted by interactive multimedia on fifth-grade students’ reading comprehension and compared it with conventional learning. Using a quantitative quasi-experimental nonequivalent control group design, the study involved Grade V students of SD Negeri 1 Cening, divided into experimental and control classes. The instrument was a short-story reading comprehension test administered as pretest and posttest. Data were analyzed using prerequisite tests, Paired Sample t-test, Independent Sample t-test, and N-Gain analysis. Results showed a significant effect in the experimental class (Sig. two-tailed <0.001; mean difference = -29.350). The independent test also indicated a significant difference between groups (t = -2.741; Sig. = 0.009; mean difference = -11.191). The N-Gain score of 0.47 was moderate, suggesting that the SQ3R strategy supported by interactive multimedia is effective for active and meaningful reading comprehension learning in elementary schools and can serve as an innovative alternative for literacy instruction in primary classrooms effectively.
Pengaruh Cooperative Learning TGT Berbasis Media Interaktif Baamboozle terhadap Pemahaman Majas Siswa SD: Sebuah Eksperimen Salma Ayuning; Andarini Permata Cahyaningtyas
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/nchthc90

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media interaktif Baamboozle terhadap pemahaman majas siswa kelas V SD Labschool UNNES. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental Non-Equivalent Control Group dan sampel 17 siswa per kelompok. Instrumen berupa tes pemahaman majas yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Analisis data meliputi uji normalitas dan homogenitas, Paired Sample T-Test, Independent Sample T-Test, serta N-Gain menggunakan SPSS 27. Hasil menunjukkan penerapan model TGT berbantuan Baamboozle meningkatkan pemahaman majas secara signifikan; rata-rata skor kelompok eksperimen naik dari 72,47 menjadi 89,82, sedangkan kontrol dari 56,41 menjadi 58,53. Sig. Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test = 0,000 (p < 0,05). N-Gain eksperimen 63,49%, kontrol 4,11%. Temuan menegaskan efektivitas model TGT berbantuan media interaktif sebagai strategi pembelajaran inovatif dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman majas.