Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tindak Tutur Penolakan Berdasarkan Varibel Profesi dalam Podcast Deddy Courbuzier Yulandari Yulandari; Ery Iswari; Dafirah Dafirah
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tindak tutur penolakan sebagaimana mestinya masih sering diabaikan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur penolakan dalam podcast DC berdasarkan variabel profesi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tindak tutur penolakan profesi pejabat pemerintah (kemudian disingkat PP) dan tenaga kesehatan (disingkat TK) dalam podcast DC dalam membahas masalah kesehatan. Teknik pengumpulan data dengan metode simak menggunakan teknik tangkap layar. Kemudian menggunakan teknik catat ke dalam MS Word. Data yang terkumpul kemudian di kodekan berdasarkan teori tindak tutur Searle. Temuan menunjukkan bahwa profesi PP cenderung menggunakan tindak tutur penolakan jenis direktif sedangkan profesi TK lebih cenderung menggunakan tindak tutur penolakan jenis asertif. Hal tersebut menunjukkan bahwa profesi PP memiliki kapasitas untuk menolak dengam modus menyuruh orang lain melakukan perintahnya sebab memiliki akses kekuasaan, ekonomi dan pendidikan. Pemilihan jenis tindak tutur penolakan yang digunakan PP menjadi wajar dilakukan sebab konteks tuturan pada situasi darurat masalah kesehatan. Sehingga tuturan penolakan dalam bentuk imperatif langsung merupakan pemilihan yang tepat digunakan. Sementara profesi TK dalam situasi darurat atau berbahaya (dangers), menggunakan tuturan yang sifatnya memberitahu informasi dengan mengikutkan alasan ilmiah agar tuturan tersebut dengan mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat.
Metafora Konseptual Kejujuran Dalam Teks Pappaseng “La Tenribali”: Analisis Pragmatik Andi Tenri Bali Baso; Dafirah Dafirah; Pammuda Pammuda; Sumarlin Rengko HR
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis metafora konseptual kejujuran dalam teks Pappaseng La Tenribali menggunakan kerangka teori pragmatik Levinson dan metafora konseptual Lakoff dan Johnson. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi konstruksi metafora kejujuran, menginterpretasi makna pragmatisnya, dan mengungkap fungsinya dalam pembentukan identitas budaya Bugis. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana pragmatik digunakan untuk mengkaji lima metafora utama: sipauju madeceng ri allempuretta (saling meluruskan kejujuran), siwéréng anu mallaletta (saling memberi hak), siatepperengngi (saling percaya), tessikarémo kalobengngi (tidak saling menangkap ikan di lubuk), dan tessiala bicara (tidak saling merampas hak bicara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora-metafora tersebut merepresentasikan konsep kejujuran sebagai proses kolektif yang melibatkan dimensi keadilan, amanah, kepercayaan, dan penghormatan hak. Analisis pragmatik mengungkapkan bahwa metafora-metafora ini berfungsi sebagai direktif moral yang mengatur interaksi sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat Bugis. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang peran metafora dalam transmisi nilai budaya dan konstruksi identitas sosial melalui bahasa