Publish Date
30 Nov -0001
Penelitian ini menganalisis metafora konseptual kejujuran dalam teks Pappaseng La Tenribali menggunakan kerangka teori pragmatik Levinson dan metafora konseptual Lakoff dan Johnson. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi konstruksi metafora kejujuran, menginterpretasi makna pragmatisnya, dan mengungkap fungsinya dalam pembentukan identitas budaya Bugis. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana pragmatik digunakan untuk mengkaji lima metafora utama: sipauju madeceng ri allempuretta (saling meluruskan kejujuran), siwéréng anu mallaletta (saling memberi hak), siatepperengngi (saling percaya), tessikarémo kalobengngi (tidak saling menangkap ikan di lubuk), dan tessiala bicara (tidak saling merampas hak bicara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora-metafora tersebut merepresentasikan konsep kejujuran sebagai proses kolektif yang melibatkan dimensi keadilan, amanah, kepercayaan, dan penghormatan hak. Analisis pragmatik mengungkapkan bahwa metafora-metafora ini berfungsi sebagai direktif moral yang mengatur interaksi sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat Bugis. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang peran metafora dalam transmisi nilai budaya dan konstruksi identitas sosial melalui bahasa
Copyrights © 2026