Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial Bagi Penguatan Bisnis UMKM di Desa Petir Kabupaten Serang Sev Rahmiyanti; Bambang Arianto; Bekti Handayani
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v4i1.401

Abstract

Media sosial telah berkontribusi sebagai sarana informasi, interaksi dan komunikasi bisnis kewargaan. Media sosial bisa digunakan sebagai sarana penguatan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama aspek pemasaran digital dan komunikasi bisnis. Dalam pengabdian masyarakat di Desa Petir Kabupaten Serang yang dilaksanakan pada tanggal 1 April 2023, telah diberikan pendampingan pemanfaatan media sosial sebagai sarana penguatan bisnis bagi para pegiat UMKM. Dalam pendampingan ini telah diberikan materi tata kelola media sosial dan pembuatan konten kreatif bagi penguatan bisnis UMKM. Dari hasil kegiatan ini diketahui bahwa pendampingan tata kelola media sosial membuat para pegiat UMKM bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana penguatan bisnis UMKM. Keberhasilan kegiatan ini tampak dari para pegiat UMKM Desa Petir yang bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi bisnis dan pemasaran digital. Selanjutnya para pegiat UMKM di Desa Petir Kabupaten Serang telah memahami bahwa media sosial dapat berperan penting bagi pengembangan dan penguatan bisnis UMKM.
Pemanfaatan Daun Kelor bagi Pencegahan Stunting di Desa Surianeun Kabupaten Pandeglang Trijani Moedjiherwati; Maria Octavianti; Ade Handriati; Bekti Handayani
Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Seandanan: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/seandanan.v3i1.54

Abstract

Stunting prevention at the rural level must be carried out cross-sectorally and collaboratively. This is because there are still many obstacles and challenges in efforts to prevent stunting in rural areas. The main problem that is still faced by villagers in preventing stunting is the lack of knowledge for efforts to strengthen family nutrition and nutrition. In community service in Suriaenun Village, Pandeglang Regency which was held on 23th May 2023, assistance was provided in the use of Moringa leaves to prevent stunting. In this assistance, a variety of new knowledge has been given about efforts to utilize Moringa leaves for the creation of various processed food products. The mentoring participants were given tips and tricks for making Moringa leaf-based food products such as; Sponge Cake, Moringa Bakwan, Arem-Arem Cake, Stir-Fried Moringa and Moringa Leaf Soup. This activity has an impact on housewives because they already have the awareness to be able to use Moringa leaves for additional nutrition and family nutrition. This assistance can encourage housewives to be able to contribute to reducing stunting rates, starting from their own families. From the results of this activity it is known that the utilization of Moringa leaves through the creation of various food product variants can contribute to the prevention of stunting in Surianeun Village, Pandeglang Regency.
STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS TATA KELOLA DANA DESA Bekti Handayani; Bambang Arianto
DIALOGIKA Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dialogika.v3i2.7544

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengelaborasi strategi pencegahan stunting berbasis tata kelola dana desa. Pemanfaatan dana desa dapat digunakan untuk mensukseskan berbagai program pencegahan stunting di tingkat perdesaan seperti intervensi gizi spesifik, intervensi gizi sensitif, penguatan kesadaran dan pengetahuan kewargaan desa. Kendati demikian tidak semua pemerintah desa telah memprioritaskan penggunaan dana desa untuk pencegahan stunting. Faktor pengetahuan dan wawasan terhadap bahaya stunting masih belum merata dalam nalar para aparatus pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatoris dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi kepada para ibu balita serta pemerintahan desa di wilayah Kabupaten Serang Banten. Dengan demikian penelitian ini menemukan bahwa pemanfaatan dana desa dapat berkontribusi bagi upaya memperkuat indikator utama pencegahan stunting seperti infrastruktur layanan kesehatan, intervensi gizi, kesadaran dan pengetahuan kewargaan desa. Penelitian ini juga menemukan bahwa dibutuhkan partisipasi aktif dari kewargaan desa untuk berperan aktif mengawal tata kelola dana desa agar tepat sasaran dalam program pencegahan stunting.
MEDIA SOSIAL DAN PROGRAM “JOGO TONGGO” PADA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI ETNOGRAFI DIGITAL Bambang Arianto; Bekti Handayani
DIALOGIKA Vol 4 No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dialogika.v4i1.7949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peran media sosial dalam memperkuat program “Jogo Tonggo” pada masa pandemi COVID-19 di Jawa Tengah. Kebermanfaatan media sosial telah menjadikan sebagai saluran utama komunikasi dan informasi kewargaan pada masa pandemi COVID-19. Hal itu membuat media sosial digunakan sebagai saluran utama untuk mendapatkan informasi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan wabah COVID-19. Berbagai informasi ini sangat penting bagi kewargaan untuk dapat membangun semangat sukarelawan dan gotong royong digital pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi digital dengan teknik wawancara mendalam (In-depth interview) dan observasi partisipatif secara digital kepada para pengguna media sosial di Jawa Tengah. Hasil penelitian menemukan bahwa media sosial sangat berkontribusi dalam mensukseskan program “Jogo Tonggo”. Penelitian ini juga menemukan bahwa platform media sosial Whatsapp telah menjadi saluran utama komunikasi digital dalam program “Jogo Tonggo” pada masa pandemi COVID-19.
STUDI FENOMENOLOGI YOUTUBE SEBAGAI SALURAN PEMBELAJARAN KEWARGAAN DESA SUKOHARJO KABUPATEN SLEMAN Bambang Arianto; Bekti Handayani
DIALOGIKA Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dialogika.v3i2.8717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peran platform YouTube sebagai saluran pembelajaran kewargaan Desa Sukoharjo Kabupaten Sleman pada masa pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 menyebabkan kewargaan desa harus bisa beradaptasi dengan saluran digitalisasi termasuk dalam setiap aktivitas pembelajaran. YouTube menjadi salah satu media pembelajaran dan saluran terpenting untuk mencari informasi tentang pengetahuan baru bagi kewargaan desa pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan tiga subjek generasi muda perdesaan yang merupakan bagian dari kewargaan desa dan aktif menggunakan platform YouTube sebagai saluran informasi serta pengetahuan baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi fenomenologi dengan metode analisis Interpretative Phenomenological Analysis. Data diperoleh melalui metode wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi dengan kategori berbasis pernyataan subjek penelitian pada generasi muda perdesaan. Subjek penelitian menyatakan bahwa platform YouTube telah memberikan fleksibelitas, akses pengetahuan baru yang beragam dan memfasilitasi metode pembelajaran digital yang inovatif bagi kewargaan desa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa platform YouTube telah memberikan fleksibelitas, akses pengetahuan baru yang beragam dan memfasilitasi metode pembelajaran digital yang inovatif bagi kewargaan desa terutama generasi muda perdesaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa platform YouTube sangat efektif digunakan sebagai saluran informasi dan pengetahuan baru bagi kewargaan Desa Sukoharjo Kabupaten Sleman pada masa pandemi COVID-19.