Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antianemia Ekstrak Etanol Daun Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L.) Pada Mencit Yang Diinduksi NaNO2 DEWY BASUKI; PRI HARDINI; ROSA HESTURINI
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 4 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v4i1.84

Abstract

Latar Belakang : Daun bayam merah (Amaranthus Tricolor L.) memiliki kandungan Flavonoid yang mampu meningkatkan jumlah sel eritrosit karena terjadinya kerusakan atau pecahnya sel eritrosit pada mencit akibat pemberian NaNO2. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji aktivitas antianemia ekstrak etanol daun bayam merah dengan variasi dosis 0,2 mg/kgBB; 0,4 mg/kgBB dan 0,6 mg/kgBB khususnya meningkatkan jumlah sel eritrosit pada mencit (Mus musculus) dengan menggunakan kontrol negatif CMC Na 0,5%, kontrol positif berupa suspensi tablet Fe 60 mg dan CMC Na 0,5%. Metodologi Penelitian : penelitian ini berbentuk eksperimental murni secara in vivo dengan hewan coba 25 ekor mencit. Uji efektivitas ekstrak etanol daun bayam merah dilakukan pada mencit anemia dengan pengamatan jumlah sel eritrosit pada sediaan apusan darah mencit pada saat : sebelum pemberian NaNO2, setelah pemberian NaNO2 dan setelah pemberian perlakuan dosis ekstrak. Serta dilakukan pengamatan sebanyak 3 kali yaitu pada hari ke-0,1 dan 14. Hasil penelitian : pada hari ke-0 sampai hari ke-14 pengamatan jumlah sel eritrosit normal mengalami peningkatan dan sedikit mengalami penurunan tetapi masih dalam jumlah yang normal dan jumlah sel eritrosit tidak normal mengalami penurunan yang baik. Kesimpulan : ekstrak etanol daun bayam merah memiliki efek antianemia pada mencit dengan dosis ekstrak 0,6 mg/kgBB yang lebih efektif dilihat dari peningkatan sel eritrosit normal dan penurunan jumlah sel eritrosit tidak normal dengan nilai rata-rata jumlah sel eritrosit 33,8 sel pada setiap kali pengamatan, serta terjadinya anemia makrositik.
DETERMINASI PENETAPAN KADAR TANIN EKSTRAK ETANOL DAUN JATI (Tectona grandis L.f) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Dewy Resty Basuki; Pri Hardini; Muhammad Abdul Aziz
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v5i1.136

Abstract

Latar Belakang : Salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat yaitu tanaman jati (Tectona grandis L.f) dan banyak ditemukan di Indonesia. Komoditas tanaman jati digunakan untuk berbagai hal mulai dari bahan baku furniture, meubel sampai bahan obat. Tanaman jati merupakan tergolong dalam famili Lamiaceae yang memiliki karakterisitik daun yang spesifik dengan adanya pigmen warna antosianin yang memiliki antioksidan tinggi. Daun jati merupakan tanaman empiris yang digunakan sebagai obat antara lain, obat jantung, penurun kadar kolesterol, anemia, kegemukan, hipertensi, diabetes, luka dan obat radang pada tenggorokan maupun sendi, tidak hanya untuk pengobatan penyakit, namun juga bisa digunakan sebagai pewarna alami. Uji pendahuluan ekstrak dan infusa daun jati menunjukan adanya senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, flavanoid, tanin, dan saponin. Infusa dari daun jati hanya mengandung terpenoid.. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar tanin dalam ekstrak etanol daun jati pada berbagai konsentrasi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode Penelitian : Sampel uji penelitian ini adalah daun tanaman jati yang diekstraksi dengan pelarut etanol, kemudian dilakukan skrining fitokimia. Pengujian kadar tanin dilakukan pada beragam konsentrasi seperti 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimal. 738 nm. Hasil : Hasil uji skirining fitokimia menunjukan positif adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Hasil penetapan kadar tanin didapatkan kadar sebesar 9,191% den gan persamaan garis lurus y = 0,0917 x + 0,0041. Kesimpulan : Kadar senyawa tanin sebesar 9,191%.