Firli Friyani Ahmad
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TERAPI DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP EFEKTIVITAS SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD TOTO KABILA BONE BOLANGO Haslinda Damansyah; Pipin Yunus; Susanti Monoarfa; Firli Friyani Ahmad
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/1h4rtx42

Abstract

Latar belakang: Asma merupakan penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan inflamasi dan hiperreaktivitas bronkus, menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan penurunan saturasi oksigen. Menurut WHO, pada tahun 2022 terdapat 235 juta penderita asma, dengan 68% pasien yang dirawat di rumah sakit memiliki saturasi oksigen di bawah 95%. Di RSUD Toto Kabila Bone Bolango, data menunjukkan bahwa 17 dari 31 pasien asma mengalami saturasi oksigen rendah (85-95%). Terapi deep breathing exercise (DBE) merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat meningkatkan ventilasi paru dan saturasi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas DBE dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Tujuan Penelitian Mengetahui pengaruh terapi deep breathing exercise terhadap efektivitas saturasi oksigen pada pasien asma di instalasi gawat darurat RSUD Toto Kabila Bone Bolango. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Sampel terdiri dari 15 pasien asma dewasa yang dipilih secara purposif. Intervensi DBE diberikan sebanyak 5 kali sehari selama 5 menit. Saturasi oksigen diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan pulse oximetry. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan saturasi oksigen setelah intervensi DBE. Sebelum intervensi, 93,3% pasien memiliki saturasi oksigen rendah (90-94%) dan 6,7% sangat rendah (85-89%). Setelah intervensi, 100% pasien mencapai saturasi oksigen normal (95-100%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05) mengindikasikan bahwa DBE berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen. Kesimpulan:  Terapi deep breathing exercise efektif meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi pendamping untuk meningkatkan kualitas pernapasan pasien asma di instalasi gawat darura