Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH JUMLAH POLIMER XYLITOL DALAM SISTEM DISPERSI PADAT TERHADAP DISOLUSI SUPPOSITORIA IBUPROFEN Puspayani, Ni Luh Indah; Permatasari, Dahlia; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.285 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.03.4

Abstract

Berdasarkan penggolongan Biopharmaceutics Classification System (BCS), ibuprofen termasuk ke dalam BCS kelas II yaitu obat yang memiliki permeabilitas tinggi dan kelarutan rendah dalam air. Teknik dispersi padat digunakan secara luas untuk meningkatkan kelarutan obat yang memiliki kelarutan rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan polimer xylitol dalam meningkatkan kelarutan ibuprofen melalui pembentukan dispersi padat dalam sediaan suppositoria berbasis lemak coklat. Dispersi padat dibuat menggunakan metode pelelehan dengan perbandingan ibuprofen:xylitol adalah 1:1 dan 1:2. Sedangkan sediaan suppositoria dibuat dalam tiga formula yaitu menggunakan ibuprofen murni, dispersi padat ibuprofen:xylitol 1:1 dan 1:2. Hasil uji difraksi sinar-X menunjukkan bahwa terjadi penurunan intensitas pola difraksi dari dispersi padat dibandingkan dengan ibuprofen murni yang menunjukkan terjadinya penurunan derajat kristalinitas. Hasil uji disolusi menunjukkan adanya peningkatan jumlah ibuprofen yang terdisolusi selama 120 menit dan besarnya efisiensi disolusi pada menit ke-120 dari sediaan suppositoria yang mengandung dispersi padat. Analisis statistik dengan oneway Anova menunjukkan adanya peningkatan jumlah ibuprofen yang terdisolusi dan efisiensi disolusi yang signifikan dari suppositoria yang mengandung dispersi padat dibandingkan dengan ibuprofen murni (p = 0,001). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah polimer xylitol menyebabkan peningkatan kelarutan ibuprofen yang lebih besar dan formula yang optimum adalah sediaan suppositoria yang mengandung dispersi padat ibuprofen:xylitol sebesar 1:2. Kata kunci: disolusi, dispersi padat, ibuprofen, suppositoria, xylitol
PENGARUH RASIO KITOSAN DAN ATENOLOL TERHADAP KARAKTERITIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN PADA MIKROSFER ATENOLOL Almiahsari, Ashri; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Permatasari, Dahlia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi banyak dialami oleh geriatri yang cenderung sulit menelan tablet konvensional, sehingga modifikasi bentuk sediaan fast disintegrating tablet (FDT) diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Taste masking merupakan suatu pertimbangan penting dalam merancang formula FDT. Sehingga dikembangkan teknik taste masking dengan metode enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rasio kitosan dan atenolol terhadap diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan mikrosfer atenolol dengan metode emulsifikasi dan mengetahui formula optimum berdasarkan diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasannya. Formula mikrosfer atenolol dibuat dengan rasio kitosan dan atenolol 1 : 0,5 (FI), 1 : 1 (FII), dan 1 : 1,5 (FIII). Karakterisasi mikrosfer yang dilakukan meliputi sifat alir, ukuran dan distribusi ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan. Berdasarkan hasil penelitian, efisiensi penjerapan tertinggi ditunjukkan pada FI dengan hasil sebesar 68,46 ± 8,95 % yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistika (p < 0,05). Profil pelepasan yang paling tinggi juga ditunjukkan pada FI yaitu 73,162 ± 4.507 % dalam 30 menit yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistic (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah variasi rasio kitosan dan atenolol tidak berpengaruh signifikan terhadap sifat alir dan diameter ukuran mikrosfer, jumlah kitosan yang lebih tinggi menghasilkan efisiensi penjerapan dan persen pelepasan yang lebih besar, dan formula mikrofer yang menghasilkan karakteristik fisik dan profl pelepasan yang optimum adalah formula dengan rasio kitosan dan atenolol sebesar 1 : 0,5.Kata Kunci : Atenolol, Emulsifikasi, Hipertensi, Kitosan, Taste Masking 
PENGARUH RASIO KITOSAN DAN ATENOLOL TERHADAP KARAKTERITIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN PADA MIKROSFER ATENOLOL Almiahsari, Ashri; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Permatasari, Dahlia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi banyak dialami oleh geriatri yang cenderung sulit menelan tablet konvensional, sehingga modifikasi bentuk sediaan fast disintegrating tablet (FDT) diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Taste masking merupakan suatu pertimbangan penting dalam merancang formula FDT. Sehingga dikembangkan teknik taste masking dengan metode enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rasio kitosan dan atenolol terhadap diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan mikrosfer atenolol dengan metode emulsifikasi dan mengetahui formula optimum berdasarkan diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasannya. Formula mikrosfer atenolol dibuat dengan rasio kitosan dan atenolol 1 : 0,5 (FI), 1 : 1 (FII), dan 1 : 1,5 (FIII). Karakterisasi mikrosfer yang dilakukan meliputi sifat alir, ukuran dan distribusi ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan. Berdasarkan hasil penelitian, efisiensi penjerapan tertinggi ditunjukkan pada FI dengan hasil sebesar 68,46 ± 8,95 % yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistika (p < 0,05). Profil pelepasan yang paling tinggi juga ditunjukkan pada FI yaitu 73,162 ± 4.507 % dalam 30 menit yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistic (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah variasi rasio kitosan dan atenolol tidak berpengaruh signifikan terhadap sifat alir dan diameter ukuran mikrosfer, jumlah kitosan yang lebih tinggi menghasilkan efisiensi penjerapan dan persen pelepasan yang lebih besar, dan formula mikrofer yang menghasilkan karakteristik fisik dan profl pelepasan yang optimum adalah formula dengan rasio kitosan dan atenolol sebesar 1 : 0,5.Kata Kunci : Atenolol, Emulsifikasi, Hipertensi, Kitosan, Taste MaskingÂ