Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH RASIO KITOSAN DAN ATENOLOL TERHADAP KARAKTERITIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN PADA MIKROSFER ATENOLOL Almiahsari, Ashri; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Permatasari, Dahlia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi banyak dialami oleh geriatri yang cenderung sulit menelan tablet konvensional, sehingga modifikasi bentuk sediaan fast disintegrating tablet (FDT) diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Taste masking merupakan suatu pertimbangan penting dalam merancang formula FDT. Sehingga dikembangkan teknik taste masking dengan metode enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rasio kitosan dan atenolol terhadap diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan mikrosfer atenolol dengan metode emulsifikasi dan mengetahui formula optimum berdasarkan diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasannya. Formula mikrosfer atenolol dibuat dengan rasio kitosan dan atenolol 1 : 0,5 (FI), 1 : 1 (FII), dan 1 : 1,5 (FIII). Karakterisasi mikrosfer yang dilakukan meliputi sifat alir, ukuran dan distribusi ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan. Berdasarkan hasil penelitian, efisiensi penjerapan tertinggi ditunjukkan pada FI dengan hasil sebesar 68,46 ± 8,95 % yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistika (p < 0,05). Profil pelepasan yang paling tinggi juga ditunjukkan pada FI yaitu 73,162 ± 4.507 % dalam 30 menit yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistic (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah variasi rasio kitosan dan atenolol tidak berpengaruh signifikan terhadap sifat alir dan diameter ukuran mikrosfer, jumlah kitosan yang lebih tinggi menghasilkan efisiensi penjerapan dan persen pelepasan yang lebih besar, dan formula mikrofer yang menghasilkan karakteristik fisik dan profl pelepasan yang optimum adalah formula dengan rasio kitosan dan atenolol sebesar 1 : 0,5.Kata Kunci : Atenolol, Emulsifikasi, Hipertensi, Kitosan, Taste Masking 
PENGARUH RASIO KITOSAN DAN ATENOLOL TERHADAP KARAKTERITIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN PADA MIKROSFER ATENOLOL Almiahsari, Ashri; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Permatasari, Dahlia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi banyak dialami oleh geriatri yang cenderung sulit menelan tablet konvensional, sehingga modifikasi bentuk sediaan fast disintegrating tablet (FDT) diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Taste masking merupakan suatu pertimbangan penting dalam merancang formula FDT. Sehingga dikembangkan teknik taste masking dengan metode enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rasio kitosan dan atenolol terhadap diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan mikrosfer atenolol dengan metode emulsifikasi dan mengetahui formula optimum berdasarkan diameter ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasannya. Formula mikrosfer atenolol dibuat dengan rasio kitosan dan atenolol 1 : 0,5 (FI), 1 : 1 (FII), dan 1 : 1,5 (FIII). Karakterisasi mikrosfer yang dilakukan meliputi sifat alir, ukuran dan distribusi ukuran, efisiensi penjerapan, dan profil pelepasan. Berdasarkan hasil penelitian, efisiensi penjerapan tertinggi ditunjukkan pada FI dengan hasil sebesar 68,46 ± 8,95 % yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistika (p < 0,05). Profil pelepasan yang paling tinggi juga ditunjukkan pada FI yaitu 73,162 ± 4.507 % dalam 30 menit yang berbeda signifikan berdasarkan analisis statistic (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah variasi rasio kitosan dan atenolol tidak berpengaruh signifikan terhadap sifat alir dan diameter ukuran mikrosfer, jumlah kitosan yang lebih tinggi menghasilkan efisiensi penjerapan dan persen pelepasan yang lebih besar, dan formula mikrofer yang menghasilkan karakteristik fisik dan profl pelepasan yang optimum adalah formula dengan rasio kitosan dan atenolol sebesar 1 : 0,5.Kata Kunci : Atenolol, Emulsifikasi, Hipertensi, Kitosan, Taste Masking 
Karakterisasi dan Suplementasi Nanofiber PVA-kurkumin pada Performa Pertumbuhan Ayam Broiler Minggu Pertama Wirahadikesuma, Ikhwan; Manalu, Wasmen; Maheswari, Hera; Maddu, Akhiruddin; Almiahsari, Ashri; Rizki, Muhammad; Mia Fitriana, And; Wirahadikesuma, Ikhwan Wirahadikesuma
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.3.259-268

Abstract

Broiler chickens are a vital global commodity, known for their rapid growth and efficiency, but their productivity has historically relied on Antibiotic Growth Promoters (AGP), necessitating the development of safe alternatives. This study aimed to assess the efficacy of Polyvinyl Alcohol (PVA)-curcumin nanofibers as a potential substitute for Antibiotic Growth Promoters (AGP) in improving the growth performance of broiler chickens. The nanofibers were synthesized via the electrospinning technique at varying PVA concentrations of 5%, 10%, and 15%, and their morphology was characterized by Scanning Electron Microscopy (SEM). The in vitro assay evaluated curcumin release profiles were measured in phosphate buffer (PBS, pH 7,4) at 37 °C. A seven-day in vivo experiment involving 30 broiler hens categorized into 5 groups to assess the impact of supplementation on body weight, feed intake, and feed conversion ratio (FCR). The synthesized PVA- curcumin nanofibers exhibited optimal dimensions (100–135 nm), with gradual curcumin release measuered at 43,5–51,5% at 5 minutes and 49,27–64,5% at 120 minutes. While statistical analysis showed no significant difference (p> 0,05). The treatment group showed higher average daily gain (ADG) (99,49–115,4 g) and feed intake (FI) (118,76–129,11 g), resulting in better feed conversion ratio (FCR) (0,921–1,00) compared to the control group. In conclusion, PVA-curcumin nanofibers were successfully synthesized, demonstrating their potential to improve growth performance, and are suitable as an alternative non-antibiotic growth promoter in broilers.