Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS CACAT HASIL JAHITAN PADA PRODUKSI SARUNG TANGAN GOLF MENGGUNAKAN PETA KENDALI P Jamila; Wawan Budi Setyawan; Ramadhanti Estik Rahayu
Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit Vol 21 No 1 (2022): Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit
Publisher : Politeknik ATK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.41 KB)

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengendalian kualitas produk adalah peta kendali. Peta kendali adalah metode statistik untuk melihat apakah cacat yang terjadi masih terkendali atau di luar kendali (out of control). Salah satu proses dalam produksi sarung tangan adalah proses perakitan (proses menjahit semua komponen sarung tangan). Pada hasil proses stitching produksi sarung tangan di PT XYZ masih ditemukan beberapa produk cacat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah cacat yang terjadi tersebut terkendali atau di luar kendali dengan menggunakan peta kendali P (p-chart) serta memberikan usulan perbaikan. Peta kendali P digunakan untuk banyaknya kesalahan dalam satu unit produk baik untuk jumlah sampel tetap maupun bervariasi/tidak tetap. Berdasarkan dari jumlah sampel yang diamati dan hasil Pareto chart untuk cacat yang paling dominan pada hasil jahitan adalah cacat jahitan meleset (11%) dan jahitan miring (16%). Selanjutnya pada kedua cacat tersebut dilakukan analisis menggunakan peta kendali p dengan hasil yaitu cacat meleset masih terkendali (semua titik cacat berada di bawah batas kendali atas/Upper Control Limit (UCL)) sedangkan untuk cacat jahitan miring ditemukan 1 titik cacat di luar kendali sehingga perlu dilakukan perbaikan. Faktor penyebab jahitan miring dikarenakan teknik menjahit yang kurang tepat dan tidak ada gambar pada Standard Operating Procedure (SOP) proses aradachi. Usulan dalam upaya untuk meminimalisir cacat yang terjadi pada proses stitching yaitu perbaikan teknik proses jahit dan melengkapi SOP proses aradachi.
PENERAPAN ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC) PADA TATA LETAK FASILITAS PENGEMASAN DI PT ADI SATRIA ABADI YOGYAKARTA Najunda Septianing Arini; Jamila; Erlita Pramitaningrum
Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit Vol 21 No 1 (2022): Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit
Publisher : Politeknik ATK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.494 KB)

Abstract

PT Adi Satria Abadi Yogyakarta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri produk kulit jadi yaitu berupa sarung tangan golf. Di perusahaan tersebut, departemen packing merupakan bagian paling akhir dari proses produksi sarung tangan sebelum akhirnya produk dikirim ke buyer. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan permasalahan yaitu saat pengambilan komponen material packing atau disebut juga dengan proses persiapan pengemasan. Pada proses ini, pemindahan dan pencarian komponen material packing membutuhkan waktu yang lama sehingga mengakibatkan terjadinya pemborosan waktu. Selain itu, pada proses tersebut juga terjadi kesalahan pada kesesuaian size material packing dengan sarung tangan yang akan dikemas. Faktor penyebab lamanya waktu pemindahan dan pencarian komponen material disebabkan oleh penempatan material yang disusun dengan menggabungkan dua fasilitas dalam satu area. Untuk faktor penyebab ketidaksesuaian size sarung tangan dengan size material adalah metode atau urutan prosedur packing. Usulan perbaikan masalah adalah dengan memperbaiki tata letak yaitu memisahkan area penyimpanan karton siap kirim dan area penyimpanan material agar meminimalkan waktu pada saat pencarian material. Area penyimpanan material diletakkan dekat dengan meja packing karena sesuai dengan analisis berdasarkan Activity Relationship Chart (ARC) bahwa kedua area tersebut masuk dalam kategori mutlak, yakni jarak antara fasilitas harus saling berdekatan. Usulan perbaikan tata letak berpengaruh terhadap waktu dan kecepatan persiapan pengemasan. Waktu yang dibutuhkan pada saat persiapan pengemasan akan lebih sedikit dibandingkan tata letak awal. Waktu pada usulan layout terhitung lebih cepat (14,2 detik) dibandingkan waktu yang dibutuhkan pada layout awal (80 detik). Hasil penerapan ARC pada perbaikan tata letak fasilitas departemen packing bertujuan untuk mengetahui jarak perpindahan guna meminimalkan material handling dan derajat hubungan aktivitas produksi yang berlangsung sehingga dapat menghasilkan usulan tata letak fasilitas yang lebih efektif dan efisien.