Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC) PADA TATA LETAK FASILITAS PENGEMASAN DI PT ADI SATRIA ABADI YOGYAKARTA Najunda Septianing Arini; Jamila; Erlita Pramitaningrum
Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit Vol 21 No 1 (2022): Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit
Publisher : Politeknik ATK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.494 KB)

Abstract

PT Adi Satria Abadi Yogyakarta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri produk kulit jadi yaitu berupa sarung tangan golf. Di perusahaan tersebut, departemen packing merupakan bagian paling akhir dari proses produksi sarung tangan sebelum akhirnya produk dikirim ke buyer. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan permasalahan yaitu saat pengambilan komponen material packing atau disebut juga dengan proses persiapan pengemasan. Pada proses ini, pemindahan dan pencarian komponen material packing membutuhkan waktu yang lama sehingga mengakibatkan terjadinya pemborosan waktu. Selain itu, pada proses tersebut juga terjadi kesalahan pada kesesuaian size material packing dengan sarung tangan yang akan dikemas. Faktor penyebab lamanya waktu pemindahan dan pencarian komponen material disebabkan oleh penempatan material yang disusun dengan menggabungkan dua fasilitas dalam satu area. Untuk faktor penyebab ketidaksesuaian size sarung tangan dengan size material adalah metode atau urutan prosedur packing. Usulan perbaikan masalah adalah dengan memperbaiki tata letak yaitu memisahkan area penyimpanan karton siap kirim dan area penyimpanan material agar meminimalkan waktu pada saat pencarian material. Area penyimpanan material diletakkan dekat dengan meja packing karena sesuai dengan analisis berdasarkan Activity Relationship Chart (ARC) bahwa kedua area tersebut masuk dalam kategori mutlak, yakni jarak antara fasilitas harus saling berdekatan. Usulan perbaikan tata letak berpengaruh terhadap waktu dan kecepatan persiapan pengemasan. Waktu yang dibutuhkan pada saat persiapan pengemasan akan lebih sedikit dibandingkan tata letak awal. Waktu pada usulan layout terhitung lebih cepat (14,2 detik) dibandingkan waktu yang dibutuhkan pada layout awal (80 detik). Hasil penerapan ARC pada perbaikan tata letak fasilitas departemen packing bertujuan untuk mengetahui jarak perpindahan guna meminimalkan material handling dan derajat hubungan aktivitas produksi yang berlangsung sehingga dapat menghasilkan usulan tata letak fasilitas yang lebih efektif dan efisien.
Supply Chain Analysis for Water and Sanitation Technology Research Project (Case Study in Morotai Island, North Maluku Province) Dimas Hastama Nugraha; Rezeki Peranginangin Peranginangin; Erlita Pramitaningrum Pramitaningrum
Spektrum Industri Vol. 19 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v19i1.17906

Abstract

Morotai’s sanitation and clean water technology is covering sanitation technology (bio filter, sanitary pond) and clean water (SPC, Reserve Osmose). This technology is ready to be applied in Daruba Pantai, Morotai, North Maluku and all of its technology originated from Java. Research problem’s focus on supply chain. Research objectives eager to see to what extent the supply chain of sanitation and clean water technology, from the technology producers which are mostly located in Java and the application location is in Morotai. The study of Supply Chain in Clean Water and Sanitation Technology Implementation using an applied based research approach. This study refers to scientific research and attempt to solve practical problems. The result of this study, any supply chain for four technologies in Morotai. The results consist of identifying supply chain components, determining network dimension structure that consists of three types dimension, determining type of business chain, and mapping supply chain. For the sanitation technology (bio filter), there are six certified bio filter suppliers and one of them will be selected as the supplier of the construction project in Morotai area. At the sanitary ponds technology, the constituent component/material can be retrieved from local suppliers in Morotai. For Simple Water Management Installation-Quick Sand Filter/SPC, the technology constituent component itself comprises of ground water tank, pump, roof tank, and Quick Sand Filter (made of fibre). This material is brought from the supplier named CV. Lusika in Bandung. Then, the RO technology constituent component is quite many comprising of water inlet valve, pre-filter, RO membrane, post-filter, automatic inspection valves, flow blockers, reservoir, faucet, and exhaust pipe. RO system unit is brought from the supplier called PT. Zeofilt Water Treatment that located in Bandung.