Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Desain Tarumpah Dalam Peningkatan Nilai Produk Melalui Pendekatan Estetika Visual Hidayahtullah, Mochammad Charis; Yurisma, Dhika Yuan
Jurnal Pendidikan Multimedia (Edsence) Volume 3 No 1 (Juni 2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edsence.v3i1.35266

Abstract

Kesepakatan perdagangan bebas ASEAN Cina (ACFTA) yang mendapat pembebasan biaya masuk di Indonesia berimbas kepada penjualan produk produk tradisional di Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa UKM tarumpah Tasikmalaya mengalami penurunan secara penggunaan dan penjualan produknya. Produk tradisional tarumpah disinyalir tidak mampu bersaing dengan produk dari Cina yang murah dengan desain yang modern. Jika keadaan ini terus menerus dibiarkan maka produk tradisional tarumpah Tasikmalaya akan menghilang karena tidak mampu bersaing dengan produk alas kaki yang modern. Urgensi inilah yang menjadi latar belakang untuk melestarikan produk tradisional tarumpah Tasikmalaya kedalam pengembangan desain. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif berupa survei konsumen untuk mendapatkan data keinginan konsumen sekarang terhadap produk tarumpah Tasikmalaya. Data keinginan konsumen tersebut diaplikasikan kedalam rekomendasi panduan pengembangan desain dari aspek karakter dan jenis material, aksesoris, warna, dan gaya desain yang konsumen inginkan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa konsumen pria dan wanita di Kota Bandung dengan rentang usia 25-34 tahun menginginkan karakter material yang polos dan bertekstur, material bottom berupa PU Sole aksesoris berupa grafir dan cutting, pengaplikasian warna grayscale dan warna tanah, serta gaya desain yang modern dan edgy untuk tarumpah sandal dan tarumpah jamur, serta gaya desain yang modern dan rumit untuk tarumpah palingpang dan tarumpah palang.
Desain Produk Dompet Bermaterialkan Limbah Pelepah Palem Putri dengan Teknik Pilin sebagai Material Alternatif Pengganti Katun Mochammad Charis Hidayahtullah; Desita Rizky Amelia Kusumaningtyas
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v21i1.12644

Abstract

Abstrak— Salah satu industri yang terbesar di dunia adalah bidang apparel dan fashion yang merupakan salah satu Industri penyumbang limbah pembuangan dan pemicu pemanasan global yang terbesar di dunia. Indonesia dikenal sebagai negara iklim tropis penghasil limbah palem terbesar, jika dapat dilakukan pengolahan dengan baik akan berpotensi menghasilkan produk tekstil ramah lingkungan yang baru. Dari hasil Penelitian kuantitatif 100 responden generasi Z di Surabaya dengan rentang usia 16-24 tahun mengenai teknik pengolahan tekstil, pengaplikasian teknik pilin lebih disukai yakni sebanyak 45% konsumen untuk diaplikasikan ke dalam desain produk apparel berupa dompet. Data selera konsumen lainnya yang didapatkan antara lain, 43% responden menyukai style fashion yang casual dan minimalis, warna yang disuka adalah warna natural yakni sebesar 48%, dan sebanyak 71% menyukai produk yang polos dan simple. Dari hasil selera konsumen tersebut, selanjutnya diolah menjadi prototype dengan metode riset PAR atau Participatory Action Research untuk proses pembuatan konsep, desain, dan eksperimen material yang disukai oleh konsumen.  Abstract— One of the largest industries in the world is the apparel and fashion sector, which is one of the largest contributors to waste disposal and triggers global warming in the world. Indonesia is known as a tropical climate country that produces the largest palm waste, if it can be processed properly, it will have the potential to produce new environmentally friendly textile products. From the results of quantitative research, 100 respondents of Generation Z in Surabaya with an age range of 16-24 years regarding textile processing techniques, the application of the twisting technique is preferred, namely as many as 45% of consumers to be applied to the design of apparel products in the form of wallets. Other consumer taste data obtained include, 43% of respondents like casual and minimalist fashion styles, 48% preferred colors are natural colors, and 71% like plain and simple products. From the results of these consumer tastes, it will be processed into a prototype using the PAR research method or Participatory Action Research for the process of making concepts, designs, and experimenting with materials that consumer desires.  
Implementasi Sustainable Development Goals (Sdgs) Aksi Ramah Lingkungan Dengan Problem Tree Analysis Pada Industri Alas Kaki Indonesia Hidayahtullah, Mochammad Charis
Jurnal Desain Indonesia. Vol 6 No 2 (2024): Design Thinking In The Era Of Artificial Intelligence, Can humanity be replaced?
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v6i2.462

Abstract

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa industri alas kaki di Indonesia pada indikator 13 pada SDGs (Sustainable Development Goals) belum tercapai dengan maksimal. Penelitian dengan metode kualitatif berupa studi literatur dianalisis dengan problem tree analysis untuk mendapatkan data akar permasalahan utama dan solusinya. Akar permasalahan utama yang ditemukan berkaitan dengan pemerintah dan industri alas kaki itu sendiri. Pemerintah perlu mempermudah skema pembiayaan UKM/Industri hijau agar industri hijau semakin banyak dan bertumbuh. Tak hanya itu, sosialisasi kreatif secara media online dan media cetak juga perlu dilakukan secara masif agar meningkatkan awareness masyarakat/konsumen terhadap isu lingkungan. Sedangkan pada industri/perusahaan diharapkan untuk menerapkan value ramah lingkungan karena merupakan branding dan positioning tersendiri yang dapat meningkatkan pendapatan industri/perusahaan. Implementasi SDGs aksi perubahan iklim/lingkungan di industri alas kaki Indonesia memang belum maksimal namun dengan penelitian ini diharapkan memberikan awareness pada pemerintah, industri, dan masyarakat agar lebih menerapkan kegiatan aksi perubahan iklim/lingkungan kedepannya.
REVITALISASI PRODUK KERAJINAN KULIT MANDING DENGAN PENGAPLIKASIAN ORNAMEN TAMANSARI YOGYAKARTA Hidayahtullah, Mochammad Charis; Frannita, Eka Legya; Utanto, Taufik Rudhi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i1.8452

Abstract

UMKM lokal merupakan aspek yang penting untuk meningkatkan perekonomian di Yogyakarta, salah satunya adalah UMKM kerajinan kulit di Desa Manding. Problematika yang dihadapi sekarang ini oleh UMKM Manding adalah kurangnya inovasi pengembangan produk. Tak hanya itu, ornamen Kala Makara Tamansari merupakan ornamen tradisional ikonik dari Yogyakarta yang patut dilestarikan dan diaplikasikan pada produk kulit. Tujuan penelitian ini adalah revitalisasi produk kulit UMKM Manding dan pelestarian tradisi Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode ATUMICS untuk mengembangkan produk UMKM Manding yang lebih ikonik. Hasil dari penelitian didapatkan data bahwa Kala Makara memiliki makna sebagai simbol penolak bala/bencana dan transformasi. Pada revitalisasi produk kulit yang dimodernkan adalah elemen artefak dengan teknik (Technique) produksi menggunakan mesin autocutting, bentuk tas kulit (Shape) dibuat lebih modern dengan ikonisasi (Icon) ornamen Kala Makara. Sedangkan elemen yang tetap sama adalah kegunaan produk tas (Utility), material kulit (Material), serta konsepnya (Concept). Produk revitalisasi ini diharapkan memberikan dampak cultural dan economy motivation untuk UMKM Manding Yogyakarta.
NOISE REDUCTION: STUDI ANALISIS BAHAN KULIT SAMAK SEBAGAI MATERIAL PEREDAM SUARA RUANGAN Reinny Devi Febryanti Razak; Noor Rachman Maulana; Dicky Oktavian; Mochammad Charis Hidayahtullah; Ulfah Nafiah
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.5453

Abstract

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memberikan suasana yang nyaman dalam ruang adalah kebisingan. Tingkat kebisingan yang tinggi dapat menurunkan produktivitas ruangan, sehingga diperlukan material peredam bising dalam ruangan yang efektif. Salah satu material alternatif yang dapat digunakan sebagai peredam adalah bahan kulit. Bahan kulit biasanya digunakan sebagai dekorasi pada elemen interior, namun belum pernah digunakan sebagai material yang memiliki nilai fungsional sebagai peredam suara sehingga perlu adanya penelitian untuk melihat apakah terdapat potensi dari bahan kulit tersamak sebagai material alternatif peredam suara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan data potensi kulit samak dalam mengatasi kebisingan ruangan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen material kulit samak krom (Pull up) dan kulit samak nabati yang diukur menggunakan alat pengukur kebisingan (Sound Level Meter). Hasil eksperimen memberikan data bahwa kulit pull up dan kulit nabati yang dijadikan pelapis sekat pada kardus memiliki intensitas kebisingan dibawah 75 dB yang merupakan kategori aman berdasarkan standar WHO dan dapat berfungsi sebagai noise reduction. Penemuan lainnya adalah kulit pull up memiliki daya serap kebisingan yang lebih baik dibandingkan dengan kulit nabati. Hasil eksperimen memberikan perspektif baru terhadap penggunaan bahan kulit pull up sebagai material peredam suara.
Panduan perancangan produk kulit berdasarkan selera konsumen Gen Z untuk UKM Manding Yogyakarta Mochammad Charis Hidayahtullah
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.18918

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Manding Yogyakarta merupakan salah satu penghasil produk kulit yang terkenal di Indonesia. Seiring dengan perkembangan jaman, UKM tersebut menjadi kurang berkembang dikarenakan produsen yang kurang bisa membaca selera konsumennya. Penelitian dengan metode kuantitatif ini dilakukan untuk mendapatkan panduan perancangan produk kulit berdasarkan persepsi selera konsumen Gen Z untuk membantu UKM terkait dalam menyelesaikan masalah tersebut. Didapatkan hasil bahwa Gen Z di Yogyakarta memiliki strata sosial menengah hingga menengah kebawah. Hal ini menjadikan pengambilan keputusan pembelian hanya didasarkan pada faktor kebutuhan saja. Produk tas kulit masih yang paling diminati untuk dibeli, terutama jika produk tersebut memiliki gaya fashion kasual dan minimalis, bermaterial kulit binatang dengan warna earthtone, serta inovasi berupa tekstil khas Indonesia. Tampilan visual tersebut dianggap lebih modern dan lebih cocok oleh konsumen Gen Z di Yogyakarta. Kemampuan daya beli konsumen juga masih relatif rendah yakni diantara rentang Rp. 110.000 hingga Rp. 300.000. Hal ini merupakan tantangan bagi UKM Manding karena harus merancang produk kulit yang berkualitas namun affordable dengan harga yang murah. Panduan visual ini bertujuan memudahkan dalam mendesain produk kulit yang sejalan dengan selera konsumen Gen Z. Panduan ini diharapkan membantu UKM Manding agar jaya kembali dan berdaya saing di pasar lokal hingga internasional.
Interpreting Psychiatrist’s Book Cover Design as Personal Branding Through Barthes’ Semiotics Elisabeth Pratiwi; Mochammad Charis Hidayahtullah
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 8 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : fakultas Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v8i1.285

Abstract

Book cover design is a critical element of visual communication that shapes how readers perceive both the content and the identity of an author. Within the mental health profession, the visual language of a book cover extends beyond aesthetics it carries personal values and reflects the professional character of its creator. This study analyzes the visual signs on the cover of Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya, a book by psychiatrist dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, and interprets their semiotic meaning through Roland Barthes' theoretical framework. A qualitative-descriptive semiotic approach was adopted, applying Barthes' three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. Analysis focused on visual elements including color palette, illustration, typography, and compositional layout. The findings reveal that the combination of soft green tones, a female figure surrounded by natural symbols, and sans-serif typography collectively project a visual impression that is calm, reflective, and humanist. At the mythological level, the design constructs ideological narratives centered on emotional healing, inner strength, and the psychiatrist's identity as an empathetic, approachable figure. Taken together, the visual communication design of this book cover plays a strategic role in reinforcing the professional personal branding of a mental health practitioner.
DESAIN E-WORKBOOK MATA KULIAH VOKASI TEKNIK PENGEMBANGAN PRODUK KULIT MENGGUNAKAN POSITIVE REINFORCEMENT DAN DUAL CODING Ulfah Nafi'ah; Anwar Hidayat; Mochammad Charis Hidayahtullah; Galuh Puspita Sari; Yuafni; Reinny Devi Febriyanti Razak
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 11 No 2 (2026): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v11i2.7614

Abstract

This study aims to design a multimedia-based e-workbook using positive reinforcement and dual coding approaches to support the learning process of the Product Development Techniques for Leather course at Politeknik ATK Yogyakarta. The research employed the Design Thinking method, consisting of five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. Data were collected through focus group discussions (FGD) with course instructors and interviews with students to identify user needs. The final product is an interactive e-workbook that combines text and visuals simultaneously (dual coding) and incorporates motivational elements such as encouraging phrases, constructive instructions, and visually engaging layouts (positive reinforcement). Multimedia features such as Augmented Reality (AR), QR codes, and visually structured layouts were integrated to enrich the learning experience. Evaluation results from subject matter experts and students yielded an average score of 4.37 (on a 5-point Likert scale), indicating that the media is highly feasible and effective in supporting vocational learning.
SUSTAINABLE DESIGN APPROACH: EKSPLORASI LIMBAH DENIM MENGGUNAKAN TEKNIK SASHIKO KEARIFAN LOKAL Mochammad Charis Hidayahtullah; Ulfah Nafi'ah; Reinny Devi Febryanti Razak; Muhammad Hakim Bintang
Jurnal Desain Indonesia. Vol 7 No 02 (2025): Desain untuk Masa Depan : Apa selanjutnya ?
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v7i02.595

Abstract

The fast-fashion phenomenon has become one of the largest contributors to global waste, including denim waste. To address this issue various efforts are being undertaken across multiple sectors under the framework of the Sustainable Development Goals (SDGs). Accordingly, this study conducts an experiment to recycle denim waste into new ready-to-use or sellable products, aiming to support one of the SDG categories. The research method used is the Borg & Gall R&D approach, which applies design exploration techniques, such as sashiko techniques from Japan, but uses elements of local Indonesian wisdom. The design process is explained in detail in this article along with the resulting products. Finally, this recycling initiative supports the SDG program under the category “Climate Change Action” and "Responsible Consumption and Production" by offering an alternative solution for managing denim waste and transforming it into economically valuable products. This technique is relatively easy to apply, making it not only a practical approach to addressing denim waste within the framework of the SDGs but also a viable business development recommendation for SMEs in the apparel industry sector.