Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengukuran Kinerja Keuangan Bank Syariah Indonesia Pasca Merger Menggunakan Pendekatan Islamicity Performance Index M. Zaky Mubarak Lubis; Gusti Dirga Alfakhri Putra; Hidayatul Husna
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 5, No. 2 (June 2023)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v5i2.234

Abstract

This study aims to measure the performance of Indonesian Sharia Banks. Bank Syariah Indonesia is a bank resulting from the merger of three state-owned sharia commercial banks, namely Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Negara Indonesia Syariah and Bank Syariah Mandiri. Previously, research on these 3 banks had been carried out before the merger occurred. This study seeks to see the performance of Indonesian Islamic Banks after the merger using the Islamicity Performance Index approach. The data used is Bank Syariah Indonesia annual report data for 2021. The results of this study show that two indicators have very satisfactory values, namely Islamic Investment vs. Non-Islamic Investment and Islamic Income vs. Non-Islamic Income, the Equitable Distribution Ratio indicator has a fairly good value, the Profit Sharing Ratio indicator has an unsatisfactory value, and the last two indicators, namely the Zakat Performance Ratio and the Director-Employee Welfare Ratio have very unsatisfactory values.
Tanggung Jawab Ayah Dalam Pemenuhan Nafkah Anak Pasca Cerai Talak Di Sumatera Barat Hidayatul Husna; Yasniwati Yasniwati; Devianty Fitri
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.2119-2129

Abstract

Perceraian melalui cerai talak merupakan salah satu fenomena hukum keluarga yang masih sering terjadi di Indonesia dan membawa konsekuensi hukum yang signifikan terhadap pemenuhan hak-hak anak, terutama hak atas nafkah dari ayah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, khususnya Pasal 41 dan Pasal 45, serta ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam, ayah tetap berkewajiban menanggung biaya hidup, pendidikan, kesehatan, dan pemeliharaan anak hingga anak mencapai usia dewasa atau sekurang-kurangnya berusia dua puluh satu tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan kewajiban nafkah anak pasca cerai talak di Sumatera Barat melalui kajian terhadap enam putusan Pengadilan Agama di Padang, Pariaman, dan Bukittinggi. Fokus penelitian mencakup faktor penyebab tidak terpenuhinya nafkah anak, bentuk tanggung jawab ayah setelah perceraian, serta kepastian hukum dalam menjamin hak-hak anak. Dengan menggunakan metode yuridis empiris yang bersifat deskriptif analitis, data diperoleh melalui studi dokumen dan wawancara dengan hakim, panitera, advokat, serta para pihak yang pernah menjalani perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban nafkah anak masih sering diabaikan akibat keterbatasan ekonomi, terputusnya komunikasi antarpihak, rendahnya kesadaran hukum, dan kurangnya tanggung jawab moral ayah. Selain itu, kepastian hukum belum optimal karena lemahnya mekanisme pengawasan dan penegakan putusan sehingga diperlukan penguatan regulasi serta sistem eksekusi yang lebih efektif