This Author published in this journals
All Journal Widyaparwa
I Dewa Putu Wijana
Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE CONSTRUCTION OF CONTRACTIONS IN JAVANESE I Dewa Putu Wijana; NFN Hendrokumoro; Nadia Khumairo Ma'shumah
Widyaparwa Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i1.947

Abstract

As Indonesia's most widely spoken local language, Javanese is rich in linguistic phenomena that need to be understood, especially by speakers, linguists, and academia. One of these linguistic phenomena is contraction. This study investigates various types and communicative functions of Javanese contractions commonly used in informal situations. By qualitatively analyzing the data collected from Javanese grammar and textbooks and researchers’ intuition as native speakers, this study found that Javanese has two types of contractions, i.e., internal (created by omission of internal letters and sounds) and external contraction (created by reducing the syllables of entire or partial each word). Most of these contractions were manifested through removing the first syllable, although other possibilities exist in much rarer cases. Aside from the intention of creating a more economical expression, this study discovered that contraction processes in Javanese could also be used to create humorous and euphemistic effects, maintain secrecy, and increase aesthetic effects.Sebagai bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia, bahasa Jawa kaya akan fenomena kebahasaan yang perlu dipahami, terutama oleh para penutur, ahli bahasa dan akademisi. Salah satu fenomena linguistik tersebut adalah kontraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi komunikatif dalam kontraksi bahasa Jawa yang banyak ditemukan dalam penggunaan bahasa lisan lokal terbesar di Indonesia, terutama dalam acara-acara informal. Dengan menganalisis secara kualitatif data yang dikumpulkan dari tata bahasa Jawa dan buku-buku teks, serta yang secara naluriah diperoleh dari intuisi peneliti sebagai penutur asli, penelitian ini mengidentifikasi bahwa orang Jawa memiliki dua jenis kontraksi, yaitu kontraksi internal (dengan menghilangkan huruf dan pelafalan internal) dan eksternal kontraksi (dengan mengurangi seluruh atau sebagian suku kata dari setiap kata). Semua jenis kontraksi tersebut diwujudkan dalam bentuk penghapusan suku kata awal, meskipun juga terdapat kemungkinan lain, yang demikian ini ditemukan dalam kasus yang jauh lebih jarang. Terlepas dari niat untuk mencapai ekspresi yang lebih ekonomis, proses kontraksi dalam bahasa Jawa juga dapat berfungsi untuk mendapatkan efek lucu, eufemistik, rahasia, dan estetik.