Widyaparwa
Vol 51, No 1 (2023)

THE CONSTRUCTION OF CONTRACTIONS IN JAVANESE

I Dewa Putu Wijana (Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada, Indonesia)
NFN Hendrokumoro (Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada, Indonesia)
Nadia Khumairo Ma'shumah (Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2023

Abstract

As Indonesia's most widely spoken local language, Javanese is rich in linguistic phenomena that need to be understood, especially by speakers, linguists, and academia. One of these linguistic phenomena is contraction. This study investigates various types and communicative functions of Javanese contractions commonly used in informal situations. By qualitatively analyzing the data collected from Javanese grammar and textbooks and researchers’ intuition as native speakers, this study found that Javanese has two types of contractions, i.e., internal (created by omission of internal letters and sounds) and external contraction (created by reducing the syllables of entire or partial each word). Most of these contractions were manifested through removing the first syllable, although other possibilities exist in much rarer cases. Aside from the intention of creating a more economical expression, this study discovered that contraction processes in Javanese could also be used to create humorous and euphemistic effects, maintain secrecy, and increase aesthetic effects.Sebagai bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia, bahasa Jawa kaya akan fenomena kebahasaan yang perlu dipahami, terutama oleh para penutur, ahli bahasa dan akademisi. Salah satu fenomena linguistik tersebut adalah kontraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi komunikatif dalam kontraksi bahasa Jawa yang banyak ditemukan dalam penggunaan bahasa lisan lokal terbesar di Indonesia, terutama dalam acara-acara informal. Dengan menganalisis secara kualitatif data yang dikumpulkan dari tata bahasa Jawa dan buku-buku teks, serta yang secara naluriah diperoleh dari intuisi peneliti sebagai penutur asli, penelitian ini mengidentifikasi bahwa orang Jawa memiliki dua jenis kontraksi, yaitu kontraksi internal (dengan menghilangkan huruf dan pelafalan internal) dan eksternal kontraksi (dengan mengurangi seluruh atau sebagian suku kata dari setiap kata). Semua jenis kontraksi tersebut diwujudkan dalam bentuk penghapusan suku kata awal, meskipun juga terdapat kemungkinan lain, yang demikian ini ditemukan dalam kasus yang jauh lebih jarang. Terlepas dari niat untuk mencapai ekspresi yang lebih ekonomis, proses kontraksi dalam bahasa Jawa juga dapat berfungsi untuk mendapatkan efek lucu, eufemistik, rahasia, dan estetik.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

widyaparwa

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan ...