Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Instrumen Zakat Sebagai Sumber Penerimaan Dan Pengeluaran Keuangan Negara Onti Laura Citra; Yuyun Yuniara; Idia Jonionda Piolita; Andi Cahyono
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v3i1.11094

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to discuss the essence of zakat as an Islamic financial instrument as a source of state financial revenue and expenditure in the view of Muhammad Nejatullah Siddiqi.  Using qualitative methods, which are methods that produce descriptive data in the form of written or spoken words. The results of this study show that Muhammad Nejatullah Siddiqi is one of the contemporary Islamic economics from the mainstream class. The idea of zakat has always been linked to Islamic economics. Zakat is an obligation of the rich, the rights of the poor, and the state has an important role in its management. It contains moral, social, and economic aspects. Zakat is the axis and financial center of the country.  Its position on the one hand can be a potential source for alleviating poverty, on the other hand it can be a working capital for the poor in order to open jobs. It can even be used as the last shield for the economy so that it does not slump when consumption ability stagnates. Thus, it can be concluded that zakat instruments can be used as a source of state financial receipts and expenditures. So it can be suggested to increase zakat instruments as a source of state financial revenue in Indonesia.Keywords; Zakat Instruments, Sources of Revenue and Expenditure, State Finance.                                                                                                       Abstrak: Tujuan penelitian ini  untuk membahas tentang  esensi  zakat  sebagai  instrumen  finansial Islami  sebagai sumber penerimaan dan pengeluaran keuangan Negara dalam  pandangan  Muhammad  Nejatullah  Siddiqi.  Menggunakan metode kualitatif, yaitu metode yang menghasilkan data yang berupa deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan. Hasil  penelitian ini memperlihatkan  bahwa Muhammad  Nejatullah  Siddiqi  merupakan  salah satu  ekonomi  Islam  kontemporer  dari  golongan  mainstrem.  Pemikiran tentang zakat senantiasa terkait dengan ekonomi Islam. Zakat merupakan kewajiban   orang-orang   kaya,   hak   orang-orang   miskin,   dan   negara mempunyai    peran    penting    dalam    pengelolaannya. Di    dalamnya mengandung aspek moral, sosial, dan ekonomi. Zakat adalah poros dan pusat keuangan negara.  Kedudukannya satu  sisi  dapat  menjadi  sumber potensial  untuk  mengentaskan  kemiskinan  di  sisi  lain  dapat  menjadi  modal kerja bagi orang miskin agar dapat membuka lapangan pekerjaan. Bahkan dapat dipergunakan sebagai perisai terakhir bagi perekonomian agar tidak terpuruk ketika kemampuan konsumsi mengalami stagnasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrument zakat dapat dijadikan sebagai sumber penerimaan dan pengeluaran keuangan Negara. Sehingga dapat disarankan tingkatkan instrument zakat sebagai sumber penerimaan keuangan Negara di Indonesia.Kata Kunci; Instrumen Zakat, Sumber Penerimaan dan pengeluaran, Keuangan Negara
ANALISIS CIKAL BAKAL SISTEM PEREKONOMIAN ISLAM Andi Cahyono; Uswatun Hasanah
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 01 (2022): Juli-Desember 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the forerunner of the Islamic economic system. The research method used is qualitative research with a research approach (library research). The results of this study indicate that the Islamic economy has started since the Prophet Muhammad SAW served as head of state in Madina, then he made changes to the state's economic and financial system in accordance with the provisions of the Qur'an of the Prophet Muhammad SAW formed the Baitul al Mal, namely all results The collection of state assets is collected first, then issued according to the needs of the state. State income comes from kharaz, zakat, khusz, Jizyah, and other receipts such as kaffarah and inheritance of people who do not have heirs. As for fiscal policy in the early days of Islam, it can be seen that zakat played a very important role in achieving the objectives of fiscal policy, namely to finance government spending and to perform regulatory functions in order to achieve certain economic goals, such as economic growth and the creation of investment and employment. This is not much different from the function of taxes in modern fiscal policy. Therefore, zakat and taxes have similarities in their position in fiscal policy.
Kondisi Kewirausahaan Pelaku Usaha Pendap dalam Aspek Promosi dan Branding Produk di Kelurahan Tanjung Agung RW 001 Risma Auliya Fadilah; Asih Andriyanti; Fadillah Inayah Septianita; Karno Siswanto; Andi Cahyono
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kewirausahaan pelaku usaha pendap di RW 001 Kelurahan Tanjung Agung, dengan fokus pada strategi promosi dan strategi branding produk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang diterapkan oleh pelaku usaha masih didominasi oleh metode konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut, serta belum memanfaatkan media sosial secara optimal dan terencana. Selain itu, dari aspek branding, sebagian besar pelaku usaha belum memiliki identitas merek yang kuat, yang ditandai dengan belum adanya logo yang konsisten, desain kemasan yang menarik, serta positioning produk yang jelas di pasar. Kondisi ini berdampak pada rendahnya tingkat brand awareness dan terbatasnya daya saing produk di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan dalam bentuk inovasi produk, pemanfaatan digital marketing secara efektif, serta pengembangan identitas merek yang lebih profesional. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar usaha pendap secara berkelanjutan.
Analisis Strategi Digital Marketing dalam Penguatan Ikon Branding UMKM Pendap di Tanjung Agung untuk Meningkatkan Keberlangsungan Usaha Kuliner Khas Bengkulu Annisa Salsabila; Ayu Muldiana; Dean Pratama; Andi Cahyono
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi digital marketing dalam memperkuat ikon branding UMKM pendap sebagai kuliner khas Bengkulu di Kelurahan Tanjung Agung guna mendukung keberlangsungan usaha di tengah persaingan industri kuliner yang semakin berkembang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan informan dipilih melalui teknik purposive sampling agar data sesuai dengan kebutuhan penelitian dan kondisi nyata pelaku usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM pendap memanfaatkan media digital seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, serta aplikasi pemesanan makanan untuk mempromosikan produk, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan komunikasi dengan konsumen secara lebih efektif. Penguatan branding juga dilakukan melalui penggunaan nama merek yang konsisten, desain kemasan yang menarik, serta penegasan identitas pendap sebagai kuliner khas Bengkulu. Selain itu, pelaku usaha berupaya menjaga kualitas produk, meningkatkan pelayanan kepada konsumen, serta menetapkan harga yang kompetitif agar usaha tetap bertahan dan berkembang melalui penerapan strategi pemasaran digital yang adaptif. Upaya tersebut tidak hanya membantu menarik konsumen baru dan mempertahankan pelanggan lama, tetapi juga memperkuat citra pendap sebagai kuliner khas daerah yang memiliki nilai ekonomi dan budaya bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas untuk keberlangsungan usaha berkelanjutan.
Optimalisasi Program KKN Tematik dalam Meningkatkan Kapasitas Pelaku Usaha Pendap Kelurahan Tanjung Agung melalui Pendampingan Kewirausahaan di Era Digital Melyani Mayangsari; Ilzatul Rahmi; Riantina Anggraini; Andi Cahyono
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Program KKN Tematik dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha Pendap kelurahan tanjung agung melalui pendampingan kewirausahaan di era digital. Penelitian ini didasarkan masih rendahnya kapasitas pelaku usaha, terutama dalam branding produk, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih informan yang terlibat langsung dalam kegiatan, seperti pelaku usaha Pendap, mahasiswa KKN, dan pihak terkait. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, pelaku usaha masih menjalankan usaha secara tradisional dengan keterbatasan dalam pengelolaan usaha dan pemasaran. Setelah pelaksanaan program, terjadi peningkatan kapasitas pelaku usaha yang ditandai dengan kemampuan memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok sebagai sarana promosi, perbaikan kemasan dan identitas produk. Pendampingan juga mendorong perubahan pola pikir pelaku usaha menjadi lebih terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi. Program KKN Tematik terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha Pendap. Program ini menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi usaha menuju sistem yang lebih modern dan berdaya saing, sehingga diperlukan keberlanjutan program serta dukungan berbagai pihak agar hasil yang dicapai dapat terus berkembang secara berkelanjutan.