Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Microstructural aspect of pineal body: pinealocytes population Gede Wirata; Putu Nia Calista Santoso; Putu Ayu Utami Dewantari
Intisari Sains Medis Vol. 9 No. 1 (2018): (Available online: 1 April 2018)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2206.799 KB) | DOI: 10.15562/ism.v9i1.151

Abstract

Background: Pineal tissue was compound with 2 types of cell known as pinealocytes and astrocyte cell. Furthermore, microanatomical research of pineal body is a rare procedure conducted for several years even in Indonesia, and its anatomical aspect needs to be explained.  Aim: enrich the scope of knowledge related to mammalian pineal within the pineal body. Methods: 3 Wistar rats (Rattus novergicus), especially their pineal tissue, was extracted by pinealectomy method as a histotechnical procedure in a laboratory setting was prepared. Result: Pinealocytes characteristic are basophilic, large, regularly nucleus and a lot of mitochondria. On the other side, astrocyte has longer cytoplasmic processus found around the perivascular area and among the pinealocytes one. Conclusion: The quantities of pinealocytes appear as a most dominant cell that fills the inner part of the pineal body and probable to synchronize the production of melatonin and entirely supported by their neighbor, astrocyte cells. Keywords: histotechnical method, pinealectomy, epiphysis
KOMPARASI KANDUNGAN FITOKIMIA SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN DAN BUAH TANAMAN BIDARA (Z. MAURITIANA LAM.)Bahasa Indonesia Santoso, Putu Nia Calista
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P03

Abstract

Tanaman bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan tanaman yang tumbuh liar di daerah tandus. Tanaman bidara mengandung senyawa metabolit sekunder yang penting serta efek antioksidan yang kuat sehingga daun, buah, serta akar bidara sering digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini membandingkan perbedaan kadar senyawa metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan antara ekstrak daun dan buah bidara mentah yang masih hijau dan yang sudah matang atau merah. Daun serta kedua jenis buah bidara dikeringkan dan dimaserasi menggunakan pelarut metanol kemudian dievaporasi sehingga didapatkan ekstrak pekat. Uji fitokimia dan DPPH dilakukan untuk mendeteksi perbedaan kadar serta aktifitas antioksidan yang ada dalam daun dan buah bidara dalam menangkap dan menetralkan radikal bebas. Ditemukan bahwa bahwa ekstrak daun bidara memiliki jumlah senyawa metabolit flavonoid, fenol, dan tanin yang tertinggi disusul dengan ekstrak buah mentah dan buah matang. Sebanding dengan kadar metabolit yang dikandung, ekstrak daun bidara memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sedangkan ekstrak buah mentah bidara dan ekstrak buah matang memiliki aktivitas antioksidan sedang dan sangat lemah. Berdasarkan hasil uji GC-MS, daun bidara memiliki dua jenis senyawa antibiotik serta satu jenis senyawa antidepresan. Dapat disimpulkan bahwa daun bidara mengandung lebih banyak senyawa metabolit sekunder dan antioksidan dibandingkan dengan buah bidara mentah sedangkan buah bidara matang memiliki kandungan metabolit sekunder dan antioksidan paling rendah diantara ketiganya.
Uncovering the Enolase Gene (eno) and Its Role in Biofilm Formation in Clinical Isolates of Staphylococcus aureus Setiabudy, Marta; Widhidewi, Ni Wayan; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Santoso, Putu Nia Calista; Suryawan, Kadek
Muhammadiyah Medical Journal Vol 5, No 2 (2024): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.5.2.97-106

Abstract

Background: Enolase is an enzyme potentially possessed by Staphylococcus aureus (S.aureus) bacteria, which holds essential virulence factors in human infections. The eno gene that encodes enolase is important in attachment to host cells, leading to biofilm formation, evasion of host immune response, and bacterial central metabolism. This biofilm formation might complicate the therapy. Purposes: This study aimed to assess the prevalence of the enolase gene, namely eno, in clinical isolates of S.aureus and its association with biofilm production. Methods: The research was conducted from December 1, 2023, to February 29, 2024, at the Faculty of Medicine and Health Science Research Laboratory, Warmadewa University. This study employed an analytical approach with a cross-sectional design. Result: The collected samples comprised 18 isolates of S.aureus, 66.6% of which produced biofilm. Most of the S.aureus clinical isolates 17 (94.4%) were detected to have the eno gene. Six samples (33.3%) formed weak biofilm followed by strong and moderate, with the same number of 3 isolates each (16.7%). No correlation between the enolase gene and biofilm production in this study suggested phenotypic heterogeneity, environment and time forming biofilm in vivo differences, and various other genes that influence biofilm formation. Conclusion: The high prevalence of the enolase gene in these clinical isolates indicates the potential for more severe infections in patients related to its adherence, which leads to biofilm and resistance problems and metabolic function.
Pemberdayaan PKK Banjar Kertasari: Penyimpanan dan Penggunaan Obat di Rumah dan Rujukan BPJS Setiabudy, Marta; Santoso, Putu Nia Calista; Lisnawati, Ni Made Ary
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.5821

Abstract

Penyimpanan obat yang tepat di rumah dan memperhatikan masa kedaluwarsa obat adalah aspek penting dalam menjaga efektivitas dan keamanan obat yang digunakan. Dalam kondisi sakit atau terluka, jika penggunaan pengobatan sederhana di rumah tidak membantu maka penting untuk mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis. Memiliki jaminan Kesehatan seperti BPJS tentu sangat membantu. Rujukan berjenjang dalam sistem BPJS Kesehatan memiliki peran penting untuk memastikan akses layanan kesehatan yang lebih efisien dan berkualitas. Dengan menerapkan sistem rujukan berjenjang, masyarakat akan memahami adanya fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik yang berada dalam jangkauan, sebelum dirujuk ke rumah sakit atau spesialis. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai penyimpanan obat di rumah dan rujukan berjenjang BPJS. Banjar Kertasari menjadi tempat dilaksanakannya penyuluhan karena kemajemukannya. Proses persiapan kegiatan pengabdian meliputi survey dan diskusi awal dengan mitra yang diwakili oleh kepala banjar Kertasari dan ketua PKK dan dilanjutkan dengan diskusi bersama tim penyuluhan untuk program yang diadakan. Mitra PKM merupakan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat (PKK) banjar Kertasari, berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan dengan penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang didapatkan adalah peningkatan pengetahuan tentang cara penyimpanan obat dan rujukan berjenjang pelayanan kesehatan yang dibuktikan melalui kegiatan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan sebelum dan setelah penyuluhan. Kelompok PKK menyambut baik kegiatan ini dan antusias mengikuti pelatihan hingga selesai.
Effect of Moringa Leaves and Jackfruit Seeds as Rice Substitute to Reduce Blood Glucose Levels in Mice I Gusti Ngurah Agung Adi Primantara; Komang Astri Mahadewi; I Gede Aditya Arimbawa; Marvel Alden Muljosaputro; Komang Dinda Bagus Putra Suryawan; Putu Nia Calista Santoso; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1419-1426

Abstract

Most Indonesians consume white rice, which has a high Glycemic Index (GI). Eating foods with high GI can lead to the occurrence of Diabetes Mellitus (DM). DM is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia. Alternative solutions are needed to overcome diabetes mellitus, one of which is by using rice substitute which has a low Glycemic Index (GI). Moringa leaves (Moringa oleifera) and jackfruit seeds (Artocarpus heterophyllus lam.) contain flavonoids that have the potential to be used as ingredients for making rice substitute. Flavonoids function to increase antioxidant enzymes, neutralize free radicals, lower blood sugar, overcome fatigue, and protect insulin-producing pancreatic ß cells. This study aims to analyze the content, physical and chemical characteristics, and antidiabetic activity of innovative rice substitute. In this study, an rice substitute formulation was made from Moringa flour: jackfruit flour in the ratio of 3:1 (P1), 1:1 (P2), and 1:3 (P3). Analog rice was tested on mice which were divided into five groups, namely positive control, negative control, and a combination of extracts P1, P2, and P3. Data analysis was carried out using SPSS 25 software. The results obtained showed that the rice substitute formulations P1, P2, and P3 were able to reduce blood sugar in mice, but P2 best reduced blood sugar, which was 11 mg/dL and 22 mg/dL.
Identifikasi Risiko Ergonomi pada Pekerja Tenun di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung Putu Santi Pridayanti; Ni Wayan Rusni; Putu Nia Calista Santoso
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.2.2023.138-148

Abstract

Weaving is a job that requires high accuracy. Weaving workers work on problems such as sitting posture, repetitive worker movements, and non-ergonomic tool designs, which often cause fatigue and musculoskeletal disorders (MSDs). This study aimed to look at the risk description of work attitudes, workload, fatigue and MSDs complaints on weaving workers in Dawan District, Klungkung Regency. The subjects in this study were weaving workers in Dawan District, Klungkung Regency. This research was conducted using a descriptive observational study with a cross sectional study design. The research was conducted in June – August 2022 using purposive sampling technique and obtained 40 respondents of weaving workers in Dawan District, Klungkung Regency. Data were obtained through interviews, filling out questionnaires, and direct measurements. The data was analyzed using SPSS Type 26 with univariate analysis. The final results showed 57.5% of moderate risk work attitudes, 62.5% of light physical workloads, 52.5% of very high mental workloads, 50% had a moderate level of fatigue and 45% had a low level of MSDs. Ergonomics work attitude plays an important role in the condition and health of weaving workers. Therefore, it is necessary to evaluate the design of the work environment to minimize the occurrence of work fatigue and MSDs complaints.
Korelasi antara Kolesterol Total dengan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Tabanan Tahun 2021 Ni Nyoman Trisna Haryanti; Sri Ratna Dewi; Putu Nia Calista Santoso
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 3 (2023): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.3.2023.323-328

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is chronic disease associated with various complications. Measurement of glycosylated hemoglobin (HbA1c) can be used as a standard for monitoring and risk indicators for DM complications. Increased levels of Free Fatty Acid (FFA) cause total cholesterol in type 2 DM to increase. Several studies have shown different results regarding the relationship between total cholesterol and HbA1c levels, so researchers are interested in re-examining the correlation of total cholesterol with HbA1c in type 2 DM patients. This research re-examined the correlation of total cholesterol and HbA1c levels in type 2 DM patients. The research was carried out which aimed to determine the correlation of total cholesterol with HbA1c in type 2 DM patients at Tabanan Hospital in the period January 1st – December 31st, 2021. This type of research is cross-sectional analytic observational research from secondary data sources (medical records) taken by consecutive sampling. Then the data was analyzed using the Pearson test through Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Based on research starting in August-November 2022, samples that met the inclusion and exclusion criteria were 54 samples. From these samples, the average total cholesterol level was 225 mg/dl and the average HbA1c level was 8.8%. Pearson correlation test results obtained r = 0.371 (weak positive correlation) and p-value = 0.006, therefore it can be stated that total cholesterol and HbA1c levels have a significant relationship in type 2 DM patients.
Program PKM Pencegahan Stunting Melalui Perbaikan Gizi Serta Kebersihan Lingkungan di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani Putu Nia Calista Santoso; Marta Setiabudy; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.120-125

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang mengancam anak-anak di Indonesia. Provinsi Bali sempat menjadi provinsi dengan jumlah stunting ketiga tertinggi di Indonesia di tahun 2018 dimana kabupaten Bangli menduduki peringkat ke-4 jumlah insiden stunting angka prevalensi stunting sebesar 11,4%. Desa Bayung Gede di kabupaten Bangli memiliki insiden stunting yang cukup tinggi yakni sebanyak 22% dari anak balita. Meski sering dilakukan intervensi oleh puskesmas lokal, permasalahan stunting merupakan masalah yang komplek dan harus melibatkan kerjasama dari berbagai sektor. Berdasarkan wawancara dengan orangtua maupun dengan perangkat desa, diduga bahwa permasalahan ketidakseimbangan gizi di Bayung Gede berasal dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang serta pemilihan jenis makanan yang sehat dan bergizi bagi balita. Oleh karena itu, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melakukan pendampingan keluarga dalam pengentasan stunting di Desa Bayung Gede. Mitra dari program pendampingan ini adalah 5 orangtua dari keluarga balita di Desa Bayung Gede. Dalam pendampingan ini, dilakukan reedukasi tentang pentingnya asupan gizi seimbang pada anak balita dan pembagian paket gizi berupa susu formula, ditambah dengan peningkatan keterampilan pembuatan susu kedelai sebagai supplement protein bagi balita dengan harapan tingkat stunting di desa Bayung Gede Kintamani dapat ditekan di masa kedepannya. Pengukuran tingkat keberhasilan pendampingan dilakukan melalui wawancara dengan masing-masing orangtua sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan orangtua baik mengenai pentingnya gizi seimbang bagi balita dan juga dalam pembuatan asupan penunjang seperti susu kedelai sebagai supplement protein bagi balita.
Sinergi Posyandu dan Keluarga dalam Penanggulangan Stunting Balita: Pendekatan Berbasis Komunitas di Desa Bayung Gede Marta Setiabudy; Putu Nia Calista Santoso; Putu Austin Widyasari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.127-133

Abstract

Desa Bayung Gede, adalah salah satu desa di kecamatan Kintamani. Masyarakat setempat pada umumnya bekerja sebagai petani dan menggunakan pupuk kompos dari kotoran hewan. Penggunaan pupuk kompos ini berdampak pada banyaknya lalat di sekitar lingkungan tinggal. Lalat adalah vektor penyakit infeksi saluran cerna yang berdampak pada kesehatan terutama anak-anak. Balita dengan stunting rentan terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat memperburuk tumbuh kembangnya, demikian pula sebaliknya. Permasalahan ini menjadi sebuah dasar diadakannya suatu kegiatan penyuluhan kepada keluarga dengan anak-anak balita mengenai pola makan dengan gizi seimbang, risiko infeksi saluran cerna dan hubungannya dengan kejadian stunting serta pentingnya menjaga kebersihan, terutama dari makanan yang akan dikonsumsi. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat dan perubahan dalam pola hidup di masyarakat dan menurunkan angka stunting. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan diskusi serta pembagian bantuan. Masyarakat yang telah menerima penyuluhan dapat menyebarkan informasi serupa di lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya sanitasi lingkungan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Proses ini mendorong terciptanya sinergi yang positif. Kegiatan penyuluhan dan diskusi dilaksanakan selama sehari dan evaluasi dilakukan berkala. Selain 5 keluarga binaan, penyuluhan juga diikuti oleh keluarga-keluarga lain yang saat itu sedang berkunjung ke posyandu. Antusiasme masyarakat tampak dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Tingkat pengetahuan masyarakat dievaluasi dengan kuesioner pretest dan postest dan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43.7%. Bantuan berupa paket gizi (susu), paket sembako, dan tudung saji sudah disalurkan. Diharapkan dengan pemberian edukasi melalui penyuluhan ini maka angka stunting dapat menurun dan bahkan tidak ada lagi. Kata kunci: infeksi saluran cerna; lalat; stunting
Pemanfaatan Rosella sebagai Minuman Kesehatan dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan dan Jiwa Kewirausahaan Siswa SMA Negeri 1 Kubu Ni Luh Putu Eka Kartika Sari; Putu Nia Calista Santoso; Gede Sanjaya Adi Putra; I Gusti Ngurah Agung Adi Primantara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.134-140

Abstract

Kecamatan Kintamani yang berkembang sebagai kawasan wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap arus informasi yang diterima oleh remaja, termasuk mengenai kesehatan reproduksi. Sayangnya, siswa SMKN 1 Kintamani belum pernah mendapatkan penyuluhan khusus mengenai kesehatan reproduksi meskipun berada pada rentang usia yang rentan terhadap risiko kesehatan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sistem reproduksi melalui penyuluhan yang bersifat edukatif, interaktif, dan kontekstual. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan terstruktur yang mencakup survei kebutuhan awal, koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi kegiatan, penyuluhan materi melalui metode ceramah dan diskusi, serta evaluasi melalui kuisioner. Penyuluhan disampaikan oleh tim PKM dengan dukungan guru dan OSIS setempat, serta dilengkapi dengan pembagian leaflet dan sesi tanya jawab berhadiah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 150 siswa yang mengikuti kegiatan, 92% menyatakan kegiatan sangat baik, 6,7% menyatakan baik, dan sisanya tidak memberikan respons. Partisipasi siswa sangat tinggi dengan kehadiran 100% dan keterlibatan aktif selama penyuluhan, ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dan membentuk lingkungan diskusi yang aman. Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai sistem reproduksi dan pentingnya menjaga kesehatannya. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala sebagai strategi preventif jangka panjang.