Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Pengetahuan Pencegahan Kanker Serviks SMA Negeri dan Swasta Kelas X Kabupaten Badung : knowledge level on cervical cancer prevention among class X high school female students in public versus the private schools within the Badung Regency. Made Intan Ryani Putri; Ni Wayan Armerinayanti; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Aesculapius Medical Journal Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.2.1.2022.8-12

Abstract

The average age for first having sexual intercourse outside of marriage, which is 14-19 years, is one of the causes of the risk of cervical cancer. This research compares the knowledge level on cervical cancer prevention among class X high school female students in public versus the private schools within the Badung Regency. A cross-sectional comparative study is used as the study designed, which includes a total sample of 336 female students (n=336) by utilizing questionnaires. Bivariate analysis with Interdependent T-test and Statistical Package for Social Sciences (SPPS) is appropriate for analyzing the gathered research data. The results of this study between public and private high schools in Badung Regency have different levels of knowledge about cervical cancer prevention. Data analysis shows that 99 (29.5%) female respondents in public high schools know about cervical cancer prevention, and only 80 (23.8%) female students from private schools. The findings of this study imply that school-based teaching is critical for increasing understanding and lowering cervical cancer rates, as well as collaborating with the health department to provide cervical cancer counseling and installing health-related information media in the school environment.
Hubungan Antara Komorbiditas Dengan Derajat Keparahan Infeksi Covid-19 Di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar I Nyoman Arep Kusuma Negara; Anak Agung Gede Budhitresna; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Aesculapius Medical Journal Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.2.1.2022.13-20

Abstract

COVID-19 is the leading cause of respiratory disease outbreaks worldwide. 30,949,804 cases of COVID19 have been confirmed since September 21, 2020, and 959,116 people have died worldwide. There are still differences of opinion regarding several diseases that underlie the worsening condition of COVID-19 patients. This study aims to determine the relationship between comorbidities and the severity of COVID-19 infection at the Sanjiwani Hospital. The research method used is analytic observational with a cross-sectional approach, by analyzing secondary data in the form of medical records. A sample of 164 people who have met the exclusion and inclusion criteria, were obtained using the Consecutive sampling technique. Data were analyzed by SPSS. The chi-square test and multiple logistic regression were used to determine the relationship among comorbidities and the severity of COVID-19 infection. Based on the results of multiple logistic regression, the comorbid factors for the severity of COVID-19 infection were hypertension, type 2 diabetes mellitus, COPD, pulmonary TB, chronic heart failure. The most dominant comorbid factor was pulmonary TB (Exp(B)=12,566 95% CI; 3,560 - 44,353).
Program PKM Pencegahan Stunting Melalui Perbaikan Gizi Serta Kebersihan Lingkungan di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani Putu Nia Calista Santoso; Marta Setiabudy; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.120-125

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang mengancam anak-anak di Indonesia. Provinsi Bali sempat menjadi provinsi dengan jumlah stunting ketiga tertinggi di Indonesia di tahun 2018 dimana kabupaten Bangli menduduki peringkat ke-4 jumlah insiden stunting angka prevalensi stunting sebesar 11,4%. Desa Bayung Gede di kabupaten Bangli memiliki insiden stunting yang cukup tinggi yakni sebanyak 22% dari anak balita. Meski sering dilakukan intervensi oleh puskesmas lokal, permasalahan stunting merupakan masalah yang komplek dan harus melibatkan kerjasama dari berbagai sektor. Berdasarkan wawancara dengan orangtua maupun dengan perangkat desa, diduga bahwa permasalahan ketidakseimbangan gizi di Bayung Gede berasal dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang serta pemilihan jenis makanan yang sehat dan bergizi bagi balita. Oleh karena itu, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melakukan pendampingan keluarga dalam pengentasan stunting di Desa Bayung Gede. Mitra dari program pendampingan ini adalah 5 orangtua dari keluarga balita di Desa Bayung Gede. Dalam pendampingan ini, dilakukan reedukasi tentang pentingnya asupan gizi seimbang pada anak balita dan pembagian paket gizi berupa susu formula, ditambah dengan peningkatan keterampilan pembuatan susu kedelai sebagai supplement protein bagi balita dengan harapan tingkat stunting di desa Bayung Gede Kintamani dapat ditekan di masa kedepannya. Pengukuran tingkat keberhasilan pendampingan dilakukan melalui wawancara dengan masing-masing orangtua sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan orangtua baik mengenai pentingnya gizi seimbang bagi balita dan juga dalam pembuatan asupan penunjang seperti susu kedelai sebagai supplement protein bagi balita.