Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PREVALENSI FLATFOOT PADA ANAK USIA 7-12 TAHUN DI SEKOLAH DASAR CIPTA DHARMA DENPASAR Anak Agung Sagung Karinia Jaya; I Nyoman Gede Wardana; I Nyoman Mangku Karmaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i12.P04

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Flatfoot adalah kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya arkus longitudinalismedialis. Flatfoot biasanya disebabkan oleh obesitas, kelemahan ligamen, gangguan neurologi, kelainanotot, sindrom genetik, gangguan kolagen, iatrogenik, trauma. Flatfoot dapat menyebabkan komplikasiyang memiliki pengaruh terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi flatfootpada anak usia tujuh sampai dua belas tahun di Sekolah Dasar Cipta Dharma Denpasar. MetodePenelitian: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan studi cross-sectional.Penelitian ini dilakukan pada 930 murid. Sampel penelitian dipilih berdasarkan total sampling. Hasil:Hasil penelitian ini mengungkapkan prevalensi flatfoot sebesar 53,3%. Prevalensi flatfoot tertinggiditemukan pada usia tujuh tahun. Simpulan: Flatfoot ditemukan pada anak usia tujuh sampai dua belastahun. Kata kunci : Flatfoot, Usia, Siswa sekolah dasar.
Hubungan Durasi dan Postur Duduk terhadap Terjadinya Nyeri Leher Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Agatha Nadya Lianto; . Muliani; I Nyoman Gede Wardana; . Yuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i7.P05

Abstract

Neck pain is felt in the posterior cervical region. Neck pain is placed fourth on the global burden of musculoskeletal at the World Health Organization and impacts a person’s productivity. The cause of neck pain itself cannot be clearly identified, but several risk factors are associated with neck pain. For example, age, occupation, sitting posture, duration of sitting, stress, body mass index, smoking history and gender. This study aims to determine the relationship between duration and sitting posture on the occurrence of neck pain in students of the Faculty of Medicine, Udayana University. This study is a cross-sectional analytic study that uses the NDI (Neck Disability Index) questionnaire. Neck pain intensity poin used to assess the occurrence of neck pain. This study had 206 research subjects. The data were analyzed using IBM SPSS statistic version 20. The chi-square test results showed that a significance value of 0.338 for the relation between sitting duration and the occurrence of neck pain, and a value of 0.949 for the relation between sitting posture and the occurrence of neck pain. From the analysis, it was found that there were no correlation between sitting duration and sitting posture on the occurrence of neck pain in students of the Faculty of Medicine, University of Udayana. It is necessary to do further research on other factors that can cause neck pain in students. Keywords : neck pain, sitting duration, sitting posture, Neck Disability Index
PREVALENSI DAN DERAJAT NYERI LEHER AKIBAT PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM PADA MAHASISWA PSSKPD FK UNUD BERUMUR 18-23 TAHUN Agus Indra Yudhistira Diva Putra; I Nyoman Gede Wardana; . Yuliana; . Muliani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i10.P03

Abstract

Latar Belakang: Nyeri leher merupakan persepsi sakit yang melibatkan regio servicalis meliputi struktur tulang belakang berupa diskus invertebralis, ligamentum, otot, facet joint dan sistem nervus yang disebabkan oleh trauma repetitif dan akumulatif dari penggunaan leher yang berlebihan. Salah satu pencetus trauma tersebut adalah penggunaan telepon genggam berlebihan. Global Burden Disease menyatakan nyeri leher merupakan salah satu masalah muskuloskeletal keempat yang menyebabkan penderitaan hidup akibat disabilitas Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi derajat nyeri leher akibat telepon genggam dan hubungan variabel berupa jenis kelamin, usia, durasi, frekuensi, tingkat angkatan, dan posisi menggunakan telepon genggam pada mahasiswa PSSKPD FK UNUD 18-23 tahun. Metode: Studi ini menggunakan rancangan studi analitik crossectional. Sampel terdiri dari 194 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel mengisi kuesioner demografi dan kuesioner NDI yang disebarkan secara daring. Analisa data menggunakan uji chi-square, fishers exact, dan pearson correlation yang dianalisissoftware SPSS 22. Hasil: Mayoritas mahasiswa mengalami derajat nyeri leher ringan akibat telepon genggam (93.3%) dan derajat nyeri leher berat (6.7%). Hasil uji statistik didapatkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0.03) dengan nyeri leher akibat telepon genggam (p<0.05). kata kunci: derajat nyeri leher, mahasiswa kedokteran, telepon genggam
PREVALENSI KEJADIAN JATUH PADA LANSIA DI RSUP SANGLAH PADA TAHUN 2018 Alvin Rauwelio; Yuliana .; I Nyoman Gede Wardana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i1.P12

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, seseorang dikatakan lansia apabila telah menginjak usia lebih dari sama dengan 60 tahun. Kejadian jatuh sering terjadi pada lansia dan dapat memberikan dampak yang mempengaruhi kualitas kehidupan dari lansia yang bersangkutan. Komplikasi yang tersering adalah fraktur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik mengenai kejadian jatuh pada lansia dan karakteristik fraktur akibat kejadian jatuh pada lansia. Jenis penelitian ini berupa penelitian cross sectional deskriptif. Penelitian ini dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar dan berlangsung dari Mei – Agustus 2019. Dalam menentukan sampel, penelitian ini menggunakan metode teknik total sampling yang mana menggunakan rekam medis sebagai sumber informasi dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak dua puluh satu. Dari 21 sampel, pendataan dilakukan melalui 5 variabel, berupa jenis kelamin, usia, riwayat penyakit, fraktur dan lokasi fraktur. Hasil penelitian menunjukkan dari kedua puluh satu kasus jatuh pada lansia terdiri dari 5 pria dan 16 wanita dan kejadian jatuh banyak terjadi pada rentang usia 75 tahun keatas, yaitu sebesar 9 kasus. Umumnya, lansia yang mengalami kejadian jatuh memiliki riwayat penyakit yang secara umum sama, yaitu diabetes, anemia dan hipertensi. Selain itu, penyakit paru obstruktif kronik, gagal ginjal kronik, stroke, malnutrisi dan sarkopenia juga ditemukan pada beberapa sampel. Dari 21 lansia yang mengalami jatuh, 6 lansia mengalami fraktur dan semuanya berjenis kelamin perempuan. Apabila ditinjau dari lokasinya, lokasi fraktur yang terbanyak pada tulang femur, yaitu sebanyak 5 kasus. Selain itu ada pula fraktur pada lokasi radius sebanyak 1 kasus. Kata Kunci: Lansia, Jatuh, Fraktur
Hubungan Jenis Kelamin, Jenis Visual Display Terminal , dan Durasi Istirahat dengan Digital Eye Strain pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Universitas Udayana Angkatan 2018-2019 Aldie Handoko; . Muliani; I Nyoman Gede Wardana; . Yuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i7.P04

Abstract

Semua orang pasti menggunakan Visual Display Terminal (VDT) seperti laptop, komputer, tablet, dan smartphone dalam kegiatan sehari-harinya. Penggunaan VDT dalam jangka waktu lama akan menyebabkan sekumpulan gejala yang disebut Digital Eye Strain (DES). Penelitian tentang DES yang ada di Indonesia masih tergolong kurang. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap DES dianalisis dalam penelitian ini. Penelitian ini bersifat analitik cross-sectional dengan menggunakan kuesioner online. Sampel yang digunakan adalah 209 mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018-2019. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Data yang diambil berupa usia, jenis kelamin, jenis VDT, durasi istirahat, dan gejala yang dialami. Dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang ditampilkan dalam bentuk narasi dan tabel. Sebanyak 78 mahasiswa laki-laki (37,3%) dan 131 mahasiswa perempuan (62,7%) mengisi kuesioner online penelitian ini. Sebanyak 120 mahasiswa (57,4%) mengalami gejala DES, 170 mahasiswa (81,3%) menggunakan VDT genggaman, dan 112 mahasiswa (53,6%) beristirahat kurang dari 10 menit. Hasil analisis menunjukkan jenis kelamin perempuan (p = 0,024; 95% CI : 1,022 – 1,745) dan durasi istirahat kurang dari 10 menit (p < 0,001; 95% CI : 1,424 – 2,453) memiliki hubungan yang signifikan dengan DES. Dapat disimpulkan bahwa perempuan lebih berisiko terkena DES dan istirahat dengan durasi setidaknya 10 menit setelah penggunaan VDT menurunkan risiko DES.
Efektivitas Dan Keamanan Penggunaan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs Pada Pasien Osteoartritis: A Systematic Review Albertus Imanuel Krisna Sandyawan; Yuliana .; Muliani .; I Nyoman Gede Wardana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i10.P12

Abstract

Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) merupakan terapi farmakologis pilihan pertama dalam penanganan osteoartritis. Penggunaan NSAIDs seringkali dikaitkan dengan munculnya komplikasi pada pasien, terutama komplikasi kardiovaskuler, dan pencernaan. Systematic review ini akan membahas lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanan NSAIDs dalam penanganan osteoartritis. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan CENTRAL. Pencarian dilakukan pada jurnal yang diterbitkan dari t a h u n 2015 hingga 2020 yang berfokus pada evaluasi efektivitas dan keamanan penggunaan NSAIDs pada pasien osteoartritis. Dalam tinjauan ini terdapat delapan studi yang relevan dengan penelitian ini. Semua studi yang diinklusi merupakan randomized controlled trials. Terdapat 26.229 partisipan dalam penelitian ini. tiga studi meneliti penggunaan NSAIDs topikal, lima studi meneliti penggunaan obat oral. Efektivitas diukur menggunakan skala nyeri, dan tingkat keamanan diukur dengan melihat angka kejadian efek samping. Hasil penelitian menunjukkan pada pasien yang menerima NSAIDs terdapat penurunan skala nyeri. Beberapa efek samping muncul pada pasien yang menggunakan NSAIDs, namun dalam pemakaian jangka pendek (?12 minggu) tidak ditemukan efek samping yang serius. Penggunaan NSAIDs topikal lebih dianjurkan karena tidak menimbulkan efek samping sistemik yang serius. Penggunaan NSAIDs efektif dan aman untuk digunakan sebagai pengobatan osteoartritis. Disarankan menggunakan NSAIDs topikal sebagai pilihan terapi farmakologis lini pertama dalam menangani pasien osteoartritis, karena menimbulkan efek samping yang minimal namun tetap memberikan efek yang serupa dengan obat oral.
Prevalensi obesitas dengan perawakan pendek pada anak SD Negeri 2 Dangin Puri Kota Denpasar tahun 2017 Aditya Permana Adriyanto; I Gusti Ayu Widianti; I Nyoman Gede Wardana
Bali Anatomy Journal Vol 1 No 1 (2018): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.617 KB) | DOI: 10.36675/baj.v1i1.4

Abstract

Obesity is a range of body weight greater than the normal weight range for a certain height and short stature/stunting is a condition where height by age is below the third percentile of the WHO growth curve. The incidence of obesity and short stature is quite high in Indonesia, but data in Indonesia that discuss about obesity with short stature is still small. The purpose of this study is to determine the prevalence of obesity with short stature in elementary school children 2 Dangin Puri Denpasar City in 2017. This study is a cross sectional descriptive study conducted in SD Negeri 2 Dangin Puri Denpasar City. The data obtained is the result of direct measurement on the students by measuring body weight, height and age. Data were analyzed using Microsoft Excel program and CDC 2000 growth curve. The results showed that from the 614 children, 97 children (15.8%) were obese, 67 children (10.91%) had overweight and 61 children (9.94%) had short stature. Children with obesity with short stature amounted to 1 child (0.16%) and who were overweight with short stature amounted to 3 children (0.49%).
Prevalensi obesitas dengan menggunakan metode waist-hip ratio pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2014 Merlynda Ayu Rara Dini; I Gusti Ayu Widianti; I Nyoman Gede Wardana
Bali Anatomy Journal Vol 1 No 1 (2018): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.701 KB) | DOI: 10.36675/baj.v1i1.5

Abstract

Nowadays, obesity is an endemic health problem almost all countries in the world are facing. Obesity itself is not a contagious disease and it actually can be avoided. Obesity happens because there is an abnormal fats accumulation and this abnormality can bring various negative effects for the body and its health. Waist Hip Ration (WHR) method can be used to decide whether or not a person has obesity, especially central obesity. This research aims to find out the prevalence of obesity using WHR method on the students of Medical Education Program in Medical Faculty of Udayana University (PSPD FK Unud) class of 2014. This research is a descriptive research with cross sectional research design. This research was done to 217 students, 77 male students (35,5%) and 140 female students (64,5%). The obesity was measured by measuring waist size and hip circumference, the ratio then will be determined by dividing waist size with hip circumference. Normally, WHR on men is <0,9 and <0,8 on women. The result of this research reveals that 58 students (26,7%), consisting of 27 male students (12,5%) and 31 female students (14,5%) have central obesity.
Decreased sexual desire in aging male in Lapangan Puputan Niti Mandala Renon 2018 Mohd Fauzan Arif Bin Mat Nudin; I Nyoman Gede Wardana; I Gusti Ayu Widianti
Bali Anatomy Journal Vol 1 No 2 (2018): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.918 KB) | DOI: 10.36675/baj.v1i2.14

Abstract

Background: Aging changes are shown from the sub-atomic to the organismic level; ecological variables influence trial perceptions; optional impacts convolute clarification of essential systems; and correctly characterized, effectively quantifiable biomarkers are inadequate. Nobody bringing together hypothesis may exist, since the components of aging could be very distinct in various living beings, tissues, and cells. Method: This is a descriptive-observational study, which is aimed to evaluate the influence of aging on sexual desire in a male. The target population of this study is the men aged 50 years old and older in Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar Selatan, Bali from April 2018 to mei 2018 were involved in this research. Instruments that were used in this research is The Decreased Sexual Desire Screener questionnaire to assess the sexual function in older men. Result: This study showed that among 135 respondents aged 50 years old and older, through a questionnaire, most of the respondents stated that they have changing sexual desire. But, most of them are from the age group of 55-60 years old and 61-65 years old. People in the group of 50-55 years old less likely to experience a decrease in sexual desire compared to the older group. Conclusion: Older age influence sexual function in men.
Hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran kardiovaskular pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana usia 18-21 tahun Kadek Dwi Pradnya Andrastea; I Nyoman Mangku Karmaya; I Nyoman Gede Wardana
Bali Anatomy Journal Vol 1 No 2 (2018): Bali Anatomy Journal (BAJ)
Publisher : Department of Anatomy, Medical Faculty, Universitas Udayana, Bali-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.513 KB) | DOI: 10.36675/baj.v1i2.16

Abstract

Background: Cardiovascular fitness is defined as the ability of the heart, lungs, and blood vessels to provide oxygen for muscle work during rhythmic and continuous activities. An increase in body mass index (BMI) is a major risk factor for a decrease in cardiovascular fitness. According to the 2013 Basic Health Research (Rikesdas) data, the prevalence of obesity in Indonesia is increasing in adults (≥18 years), especially in women. Method: The design of this study was analytic observational with the cross sectional approach. The sample consisted of 84 female students of Medical Education Study Program in Medical Faculty of Udayana University, aged 18-21 years old, calculated by the formula for correlation test. The samples were collected by a simple random sampling method. The height of each sample was measured by microtoise, the body weight was measured by manual weighing scales, while the Harvard step test measured cardiovascular fitness. The relationship between BMI and cardiovascular fitness level was analyzed by hypothesis test and Spearman correlation test. Results: While 33.33% of respondents in this study fell into the obesity group (BMI ≥ 23 kg / m2) and 55.95% were included in weak cardiovascular fitness category (Harvard score <83). The results of the Spearman correlation test showed a p-value of ≤ 0.05 and r = -0.444 which presented a moderate and significant negative relationship between BMI and cardiovascular fitness. Conclusion: There is a significant relationship between BMI and cardiovascular fitness among female students of Medical Education Study Program in Medical Faculty of Udayana University aged 18-21 years old, in which with increasing BMI value there’s a decrease of cardiovascular fitness.