Kesejahteraan mental mahasiswa menjadi isu penting di perguruan tinggi seiring meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan tuntutan perkembangan dewasa awal. Banyak mahasiswa mengalami kecemasan, stres, depresi, serta keluhan psikosomatik berdampak pada kualitas hidup dan prestasi akademik. Pendekatan konseling holistik, memandang individu secara menyeluruh meliputi aspek psikologis, fisik, sosial, dan spiritual, berpotensi menjadi strategi intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas integrasi konseling holistik dalam meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa berdasarkan hasil Self Reporting Questionnaire (SRQ). Metode penelitian mixed methods pendekatan sequential explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 39 mahasiswa yang mendapatkan intervensi konseling holistik, dengan pengukuran SRQ sebelum dan sesudah intervensi. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam pada 15 partisipan terpilih untuk memperdalam pemaknaan hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor rata-rata SRQ dari 7,28 pada pre-test menjadi 6,00 pada post-test, perbedaan signifikan secara statistik (p = 0,041). Nilai effect size Cohen’s d = 0,34 menunjukkan dampak kecil hingga sedang. Analisis kualitatif menghasilkan empat tema utama, yaitu kesehatan mental dan emosional, kondisi fisik dan gaya hidup, hubungan sosial dan keluarga, serta aspek spiritual dan daya juang. Triangulasi data menunjukkan konseling holistik mampu menurunkan distress psikologis mahasiswa. Efektivitasnya dipengaruhi oleh faktor emosional mendalam, masalah keluarga, keluhan fisik, dan lemahnya mekanisme koping spiritual. Kesimpulannya, konseling holistik efektif meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa, tetapi memerlukan penguatan berkelanjutan, terutama pada aspek spiritual, relasi sosial, dan resiliensi psikologis.