Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat

PERAN SERTA ORANG TUA DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Lintang Sari; Dewin Safitri; Wahyu Kirana; Florensa Florensa; Fajar Yousriatin; Yunita Anggreini
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan mental emosional sangat penting bagi perkembangan anak baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang, sehingga diperlukan perhatian khusus dalam mendeteksi kondisi mental emosional serta faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan masalah perkembangan yang terjadi. Peran orangtua merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan mental emosional anak usia dini. Peran serta atau keterlibatan orangtua merupakan faktor yang paling krusial karena orangtua adalah sosok yang menciptakan lingkungan aman dan nyaman serta menumbuhkan rasa sayang dan empati pada anak. Selain itu, orangtua juga mempunyai kewajiban untuk membimbing anak dalam mengenali, memahami dan mengungkapkan emosi yang dirasakan secara benar.Perkembangan mental emosional anak merupakan faktor yang memengaruhi kualitas hidup anak baik di masa kini maupun masa akan datang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua terkait pentingnya peran serta orangtua dalam pemantauan perkembangan mental emosional anak usia dini. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode partisipatif yang terdiri dari sosialisasi, penyuluhan dan edukasi, pendampingan, evaluasi dan umpan balik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tanggal 08 Juli 2025 di Posyandu RW 5 wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Setelah diberikan edukasi mengenai pentingnya peran serta orangtua dalam pemantauan perkembangan mental emosional anak usia dini, 80% peserta menyampaikan sudah memahami terkait perkembangan mental emosional anak usia dini. Perkembangan mental emosional setiap anak bervariasi. Masa usia dini merupakan golden age atau masa keemasan dalam hidup seseorang, yang mencakup seluruh aspek perkembangan, diantaranya perkembangan fisik, kognitif, mental, sosial dan emosi. Pada tahap ini, otak anak berada dalam kondisi optimal untuk menyerap dan memproses informasi, sehingga setiap rangsangan atau stimulasi yang diberikan kepada anak akan mempengaruhi hidup mereka di masa akan datang.
OPTIMALISASI PENCEGAHAN STROKE MELALUI SKRINING SKOR RISIKO STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR SERASAN PONTIANAK Dewin Safitri; Nurpratiwi Nurpratiwi; Lintang Sari; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan skor risiko stroke merupakan Tindakan pencegahan efektif yang secara signifikan dapat mengurangi kejadian dan dampak stroke dengan mengidentifikasi individu berisiko tinggi sejak dini serta memungkinkan intervensi tepat waktu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mencegah kejadian stroke dengan cara mengidentifikasi kelompok risiko tinggi stroke melalui skrining skor risiko stroke. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tanggal 11 Juli 2025 di Posyandu Mawar RW 3 yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Hasil skrining didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, usia < 60 tahun, mayoritas menderita hipertensi, frekuensi nadi teratur, tidak menderita diabetes melitus dan hiperkolesterol, bukan perokok, kadang-kadang berolahraga, indeks massa tubuh ideal dan tidak mempunyai riwayat keluarga dengan stroke. Dari hasil tersebut, faktor-faktor yang paling signifikan adalah faktor yang dapat dimodifikasi. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, 13 partisipan (65%) termasuk dalam kategori risiko rendah dan 7 partisipan (35%) kategori risiko tinggi. Partisipan yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi memerlukan manajemen diri yang baik sehingga pencegahan kejadian stroke dapat dilakukan.