Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANAJEMEN ASOSIASI SEPAKBOLA KABUPATEN (ASKAB) PSSI WONOSOBO Afton Agata; Sugiarto
Sports Collaboration Journal Vol. 1 No. 01 (2023): Sports Collaboration Journal: Juni 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v1i01.2318

Abstract

Wonosobo is one of those cities where this hasn’t happened in recent years had good football achievements. Problems such as ineffective communication between organizations and parties that play an important role in determining good performance and there are no adequate training infrastructure.This study aims to find out how the management of the PSSI Wonosobo Regency Football Association is in implementing management functions in the PSSI Wonosobo Regency Football Association. This type of research is descriptive and qualitative. Data collection methods by observation, interviews, and documentation. Research subjects consisted of 6 respondents, namely 2 administrators, 2 coaches, and 2 Wonosobo football athletes. The data analysis techniques used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are (1) The implementation of the ASKAB PSSI Wonosobo program has been carried out well, (2) The training facilities and infrastructure are still very limited, (3) The management organization of the ASKAB PSSI Wonosobo program is in the process of improving the quality of performance. The conclusion from the results of this study is that the management of ASKAB PSSI Wonosobo which consuls of planning, organizing leadership and supervision has not gone well, there is still much that needs to be improved to make ASKAB PSSI Wonosobo even better. Abstrak Wonosobo adalah salah satu kota yang tidak memiliki kesuksesan sepakbola yang bagus dalam beberapa tahun terkahir. Masalah seperti komunikasi yang tidak efektif antara organisasi dan pihak yang berperan penting dalam menentukan kinerja yang baik dan kurangnya infrastruktur pelatihan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pengelolaan Asosiasi Sepakbola Kabupaten PSSI Wonosobo dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen di Asosiasi Sepakbola Kabupaten PSSI Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 6 responden yaitu 2 pengurus, 2 pelatih, dan 2 atlet sepakbola Wonosobo. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu (1) Pelaksanaan program ASKAB PSSI Wonosobo sudah dilaksanakan dengan baik, (2) Sarana dan prasarana latihan yang masih sangat terbatas, (3) Penyelenggaraan program ASKAB PSSI Wonosobo saat ini sedang meningkatkan kualitas kinerjanya. Kesimpulan tentang hasil penelitian ini adalah manajemen ASKAB PSSI Wonosobo yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian kepemimpinan serta pengawasan belum berjalan dengan baik, masih banyak yang perlu ditingkatkan untuk menjadikan ASKAB PSSI Wonosobo lebih baik lagi.  
Pengaruh Pemberian Olahraga dan Jus Buah Kawista (Limonia Acidissima L.) Terhadap Glukosa Darah pada Tikus Putih Veranika Indah Rosiana Dewi; Sugiarto
VENUE : Jurnal Olahraga Vol. 2 No. 2 (2025): VENUE: Jurnal Olahraga
Publisher : Java Mutiara Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71264/venue.v2i2.57

Abstract

Tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian olahraga dan buah kawista terhadap glukosa darah Penelitian ini dirancang dengan metodologi penelitian kuantitatif dan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang dimulai pada tanggal 9 Juni 2023 s/d 23 Juni 2023. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Nonprobability Sampling. Dalam hal ini, pertimbangan sampel dilakukan terhadap tikus putih yang memiliki berat 100-300 gram. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda. kelompok kontrol (K) menghasilkan rerata sebesar 229,50, kelompok kontrol 1 (K1P0) sebesar 210,67, kelompok perlakuan 1A (P1A) sebesar 142, kelompok perlakuan 2A (P2A) sebesar 350,50, dan kelompok perlakuan 3A (P3A) menghasilkan rerata sebesar 168,67. Pada setiap kelompok, kadar glukosa darah tikus putih memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai α 0,004>0,05. Pada kelompok perlakuan 2A (P2A) menghasilkan rerata kadar glukosa darah tikus putih paling tinggi yaitu 350,50 dan kelompok perlakuan 1A (P1A) menghasilkan rerata kadar glukosa darah tikus putih paling rendah yaitu 142.
Periodized Core And Resistance-Based Strength Training Effects On Service Accuracy In Intermediate Tennis Players Muhammad Dicky Saputra; Siti Baitul Mukarromah; Sugiarto
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v15i2.53976

Abstract

The objective of this study is to evaluate the impact of periodized core training and resistance-based strength training on enhancing service accuracy, as well as to compare the efficacy of these two training modalities among intermediate tennis players.  This study used an experimental method with a two-group pre-test and post-test design.  There were 16 intermediate tennis players from Club TitikTemuTennis in the sample. They were split into two groups: the periodized core training group and the resistance-based strength training group.  The training program took place over the course of one month, with three sessions per week for a total of 12 sessions.  The research tools used a test to see how well people could serve tennis balls.  Descriptive statistics, paired sample t-tests, and independent sample t-tests were used to look at the data.  The findings indicated that both training methods significantly enhanced service accuracy.  The periodized core training group gained an average of 10.50 points, while the resistance-based strength training group gained 7.75 points.  The comparison test showed that periodized core training was better than resistance-based strength training at helping people serve better.  So, systematic core stability training is a better way for intermediate tennis players to improve their serve accuracy.
STRATEGI PELATIH DALAM PEMBELAJARAN RENANG BERBASIS BERMAIN PADA ANAK USIA DINI Gagarin Putra Ramadhan; Sugiarto
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7037

Abstract

Pembelajaran renang pada anak usia dini perlu dirancang secara menyenangkan, aman, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Pendekatan yang terlalu menekankan latihan teknik secara kaku dapat menimbulkan rasa takut, kecemasan, dan rendahnya keterlibatan anak dalam aktivitas akuatik. Oleh karena itu, metode bermain menjadi strategi penting karena mampu membantu anak mengenal air, membangun keberanian, serta mengembangkan keterampilan dasar renang secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pelatih dalam pembelajaran renang berbasis bermain pada anak usia dini serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif tunggal di TK Isriati Baiturrahman 02 Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pelatih, guru pendamping, dan kepala sekolah, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelatih dilakukan melalui lima tahap, yaitu pra-latihan dan aklimatisasi, orientasi air dan kontrol napas, latihan gerak dasar akuatik, transisi menuju gaya bebas, serta penutup dengan penguatan positif. Keberhasilan strategi didukung oleh kompetensi pedagogis pelatih, kehadiran pelatih di dalam air, penggunaan alat bantu, keterlibatan orang tua, dan manajemen keselamatan yang ketat. Hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan keberanian anak, ketakutan terhadap air, suhu air dingin, dan keterbatasan waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran renang berbasis bermain efektif diterapkan apabila pelatih mampu menyeimbangkan unsur permainan, keselamatan, dan kebutuhan individual anak.