Cornelis DJ Massie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONVENSI INTERNASIONAL PARIS AGREEMENT TENTANG MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA Sharon Easter Baroleh; Cornelis DJ Massie; Natalia L. Lengkong
LEX PRIVATUM Vol. 11 No. 5 (2023): Lex Privatum
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paris Agreement merupakan suatu konvensi internasional yang berisi tentang upaya-upaya untuk mengatasi perubahan iklim di dunia yang semakin masif. Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut menandatangani konvensi internasional ini, yang di harapkan ikut serta berkomitmen dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan hukum Paris Agreement mengenai mitigasi perubahan iklim dan untuk mengetahui bagaimana implementasi Paris Agreement tentang perubahan iklim di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Adapun hasil dari penelitian ini Paris Agreement memakai prinsip common but differentiated responsibility and respective capabilities yang mana membagi tugas/tanggung jawab negara di dunia untuk sama-sama bertanggung jawab dalam menurunkan produksi gas emisi namun dengan kemampuan/beban masa lalu yang berbeda-beda bagi negara maju/berkembang dan Indonesia memiliki komitmen yang besar terhadap Paris Agreement mengingat Indonesia bukan saja hanya sekedar ikut serta (accede) dalam perjanjian internasional tersebut, namun juga ikut meratifikasi Paris Agreement sebagaimana yang akhirnya diatur dalam UU No.16 Tahun 2016. Kata Kunci : Konvensi Internasional, Paris Agreement, Perubahan Iklim.
TANGGUNG JAWAB NEGARA BENDERA TERHADAP PENCEGAHAN PEMBUANGAN LIMBAH MINYAK OLEH KAPAL LAUT DAN HUBUNGANNYA BAGI PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA Viona Bungo; Emma V.T. Senewe; Cornelis DJ Massie
LEX CRIMEN Vol. 15 No. 3 (2026): Lex_Crimen
Publisher : LEX CRIMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami Pengaturan Internasional tentang tanggung jawab negara bendera akibat Pembuangan Limbah Kapal Laut dan untuk mengetahui dan memahami Penegakan Hukum Indonesia akibat pencemaran Lingkungan laut oleh Kapal Laut Asing. Dengan menggunakan metode penelitian normatif, dapat ditarik kesimpulan yaitu : 1. Pengaturan dan Tanggung Jawab Negara Bendera dalam Hukum Internasional Secara fundamental, hukum internasional melalui United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 menetapkan bahwa kapal adalah “teritori terapung” yang berada di bawah yurisdiksi eksklusif negara pendaftarnya. Tanggung jawab negara bendera (Flag State Responsibility) bukan sekadar pemberian status kebangsaan, melainkan kewajiban mutlak untuk menjalankan yurisdiksi dan kontrol yang efektif (effective control) dalam aspek administratif, teknis, dan sosial. 2. Mekanisme Penegakan Hukum oleh Indonesia sebagai Negara Pantai Indonesia, sebagai negara kepulauan yang meratifikasi UNCLOS 1982 dan memiliki UU No. 32 Tahun 2009 (UUPPLH), memiliki kewenangan penegakan hukum yang bertingkat tergantung pada locus delicti pencemaran.Di Laut Teritorial, Indonesia memiliki kedaulatan penuh untuk menindak pidana. Namun, di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), kewenangan Indonesia dibatasi oleh hak berdaulat (sovereign rights). Berdasarkan Pasal 220 UNCLOS, tindakan fisik seperti penahanan kapal di ZEE hanya dapat dilakukan jika terdapat bukti jelas (clear objective evidence) bahwa pembuangan limbah menyebabkan kerusakan besar (major damage) bagi kepentingan negara pantai. Kata Kunci : tanggung jawab negara bendera, limbah minyak, laut indonesia