Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The evaluation of patient safety incident reporting at the Yogyakarta Gondomanan Health Center using the Health Matrix Network Nur Syarainingsih Syam; Eko Yanuardi; Siti Kurnia Widi Hastuti
Riset Informasi Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v12i1.740

Abstract

Background: Based on patient safety incident data, the Ministry of Health, it is known that incident cases that occurred in the Special Region of Yogyakarta Province were 13.8%. Based on Patient safety’s policy in Indonesia namely PMK No. 11 of 2017 concerning patient safety states that every health service facility is required to have an information system that is used to improve patient safety, including the health center. The purpose of this study was to evaluate the use of the patient safety incident information system at the Gondomanan Health Center by using the Health Matrix Networks. Methode: This study uses a qualitative descriptive method with a case study design. Data collection used interview guidelines with 5 informants, namely the head of the health center, the patient safety team (1 doctor, 1 midwife, 1 nurse) and the dental polyclinic service coordinator (1 poly nurse). The sampling technique used purposive sampling. Result: There are 6 Health Matrix Network (HMN) tools that are used to measure the evaluation of patient safety information systems, namely information system resources, information system indicators, data sources, data management, CIS information products, and dissemination and use of SIK information. In terms of resource attributes or variables (policies, human resources, facilities and infrastructure and finance), health indicators, data sources, information products and the use of IKP reporting information are in accordance with the patient safety incident reporting guideline policy, and PMK No. 11 of 2017. Meanwhile, the attributes of data management and information products in the patient safety reporting information system have not been implemented optimally. Conclusion: The information system for reporting patient safety incidents at the Gondomanan Health Center requires improvement in procuring special SOPs for internal reporting of patient safety incidents which are part of the data management attributes.
Penguatan Tata Kelola Posyandu Pada Kader Posyandu Dusun Plumbon Desa Banguntapan Kabupaten Bantul Siti Kurnia Widi Hastuti; Fardhiasih Dwiastuti; - Rokhmayanti; Linda Tri Maryuni; Teti Sunia Aggraini Putri; Millenia Intan Borneo; Qurry Amanda Izzati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu adalah bentuk dan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari danbersama masyarakat untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperolehpelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. Kegiatan posyandu balita merupakan kegiatan rutin yangdilakukan setiap bulan oleh puskesmas dengan menerapkan sistem 5 meja diposyandu dan mencatat hasil kegiatankedalam 14 buku administrasi posyandu. Peran kader posyandu begitu penting dalam berbagai kegiatan diposyanduyaitu untuk melihat pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan bayi balita. Metode yang diterapkan dalam programkegiatan pengabdian masyarakat adalah menggunakan metode ceramah berupa penyuluhan dan kegiatan pelatihanberupa praktik. serta menjelaskan kembali pentingnya manfaat system pengolahan data posyandu dan akibatnya sertapendampingan posyandu. Hasil pelatihan menunjukkan Peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang tata kelolaposyandu serta kader kesehatan mengetahui dokumen apa saja yang harus dilengkapi pada saat posyandudilaksanakanKegiatan pelatihan mengenai tata kelola posyandu merupakan proses menambah pengetahuan pada kaderuntuk meningkatkan dan memperbaiki kesehatan ibu dan balita. Dampak kurang dilaksanakannya peran kaderposyandu tersebut akan memberikan akibat baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak secara langsungbagi anak, pemantauan tumbuh kembang yang kurang baik menyebabkan tidak termonitornya kesahatan anak,sehingga menimbulkan beberapa permasalahan tumbuh kembang seperti masalah gizi buruk serta kesehatan ibu, sulitmelakukan evaluasi kegiatan untuk kegiatan bulan berikutnya dan data yang diterima menjadi kurang akurat. Kata Kunci : Tata kelola, Posyandu, Kader Kesehatan
Faktor Ibu (Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif dan Usia Ibu Melahirkan) Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita (Systematic Review) Desi Nurfita; Indah Sari Tanjung; Siti Kurnia Widi Hastuti; Titim Martini; Irawan, Galuh Chandra
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 17 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v17i2.244

Abstract

Stunting is a growth and development disorder experienced by children if their height is below the median length based on height for age to exceed -2 SD of WHO standards. The impact of stunting is not only felt by individuals who experience it but also has an impact on the economy and nation-building. This study aims to examine maternal factors associated with stunting, namely early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, and maternal age in children under five in Indonesia. The method used in this systematic review is meta synthesis with a meta aggregation. There is a significant relationship between initiation early breastfeeding and the incidence of stunting in children under five (p = 0.043, p = 0.006, p = 0.000, p = 0.014, p = 0.000, p = 0.033, p = 0.000), there was no relationship between BMI and the incidence of stunting (p = 0.053, p = 0.930). There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p = 0.000, p = 0.028, p = 0.003, p = 0.001, p = 0.002, p = 0.011, p = 0.033, p = 0.021), there is no significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in children under five (p = 0.985, p = 0.327, p = 0.17). There is a relationship between maternal age and the incidence of underfive stunting (p = 0.001). There was no relationship between maternal age and the incidence of stunting among children under five (p = 0.304, p = 0.438). Journals showed a relationship between early initiation of breastfeeding and the incidence of stunting in children under five in Indonesia, 15 journals showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in children under five and only 1 journal showed a relationship between maternal age and the incidence of stunting in children under five.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS X KABUPATEN BANTUL Syam, Nur Syarianingsih; Siti Kurnia Widi Hastuti; Tira Alfiani Laariya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25713

Abstract

Keselamatan pasien menjadi prinsip dasar dalam pelayanan kesehatan baik pelayanan tingkat primer, tingkat skunder dan tingkat tersier. Keselamatan pasien perlu diimplementasikan oleh seluruh profesional kesehatan dan menjadi dasar kualitas pelayanan yang aman dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Implementasi (Komunikasi, Disposisi/Sikap, Struktur Birokrasi, dan Sumberdaya) kebijakan program keselamatan pasien untuk emmbangun budaya keselamatan pasien di salah satu Puskesmas di Kabupaten Bantul.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik identifikasi objek penelitian menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian meliputi kepala puskesmas, penanggungjawab laboratorium, penanggungjawab farmasi, penanggung jawab Upaya kesehatan perorangan, penanggung jawab program keselamatan pasien, pelaksana program. Lokasi penelitian salah satu Puskesmas di Kabupaten Bantul. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu implementasi Langkah keselamatan pasien. Pengumpulan data menggunkan metode wawancara mendalam dan observasi. Analisis data menggunakan metode Milles dan Hubberman. Hasil penelitina menunjukkan, pada faktor komunikasi sudah ada proses transmisi informasi dalam bentuk apel pagi, loka karya mini dan juga rapat tinjauan manajemen. Faktor sumber daya sudah sesuai dari sisi SDM mencukupi namun belum semua mendapatkan pelatihan, prasarana dan sarana sudah sesuai dengan standar akreditasi, dan sudah ada anggaran untuk program keselamatan pasien. Faktor disposisi/sikap tim keselamatan pasien sudah memiliki komitmen untuk memberikan palayanan yang aman untuk pasien. Faktor struktur birokrasi sudah sesuai karena sudah ada SOP dan struktur organisasi tim keselamatan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini implentasi sudah berjalan dengan baik namun perlu ada upgrade pengetahuan dan ketrampilan terkait program keselamatan pasien.