Efrinon Efrinon
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

New Pado: Komposisi Musik Dari Kasus Musikal Melodi Pado-Pado Boby Anoza Ahda; Efrinon Efrinon; Firman Firman
Jurnal Musik Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v3i1.3803

Abstract

Penciptaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi baru mengenai sebuah komposisi baru yang bersumber dari kesenian tradisi mansi solok yang berangkat dari pado-pado dalam bentuk musik populer. Fungsi dari penciptaan ini adalah sebagai perwujudan kreativitas pengkarya dalam membuat sebuah komposisi yang berangkat dari kesenian tradisi, sekaligus menjadi sebuah perbandingan bagi pengkarya dalam membuat komposisi karawitan. Berkaitan dengan karya ini Pengkarya menafsirkan kembali fenomena musikal yang terdapat pada kesenian Mansi Solok ke dalam bentuk komposisi musik karawitan dengan pendekatan populer. Permainan dari pado-pado bermain di wilayah yang mendekati nada f, gis, bes, c, cis, dis, f. Nada-nada tersebut merupakan nada asli dari mansi solok. Berdasarkan analisis tersebut pengkarya akan menggarap dan mengembangkan kesenian mansi solok tersebut ke dalam bentuk komposisi karawitan diberi judul “new pado” dalam bahasa indonesia “new” artinya adalah baru. “pado” dalam bahasa Minangkabau yaitu diraso-rasoan. Karyaini merupakan tafsiran kembali ke dalam bentuk garapan komposisi baru yang tetap mengacu pada nilai-nilai dan etika dari pertunjukan tradisi Mansi Solok. Maka pengkarya berharap komposisi karawitan yang berjudul “New Pado“dapat menjadi apresiasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika ISI Padang panjang terutama untuk Program Studi Seni Karawitan.
How to Use Kinship Greetings in Everyday Life in Minangkabau and It`S Implementation in Scriptwriting Maryelliwati Maryelliwati; Efrinon Efrinon; Wahida Wahyuni; Ninon Syofia
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.1232.244-253

Abstract

This research problem is to reveal and describe how the people in Nagari Mungka use the patterns of kinship greeting forms in the Minangkabau language as a case example. Mungka is one of the areas that, until now, still uses the values of the Minangkabau language and culture well, so it is necessary to see how they use the greeting language in their daily kinship. Data were collected using questionnaires, interviews, cross-checks, data collection, and recording. In addition, free and unbound listening techniques were also used to collect data using the form of kinship greetings in a conversation. The analysis method was using sorting and classifying the data based on the type or category of kinship greeting forms through the kinship system in Minangkabau. The analysis results show the characteristics of Minangkabau culture in using patterns of kinship greeting forms such as pronouns, titles, kinship greetings, and kinship greetings added with pronouns and adjectives. Based on the findings, if a scriptwriter wants to write a traditional script in kinship greetings, it can refer to the use of kinship in Minangkabau. AbstrakMasalah penelitian ini adalah mengungkap dan mendeskripsikan bagaimana masyarakat di Nagari Mungka menggunakan pola-pola sapaan kekerabatan dalam bahasa Minangkabau sebagai contoh kasus. Mungka merupakan salah satu daerah yang sampai saat ini masih menggunakan nilai-nilai bahasa dan budaya Minangkabau dengan baik, sehingga perlu dilihat bagaimana mereka menggunakan bahasa sapaan tersebut dalam pergaulan sehari-hari. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, wawancara, cek silang, pengumpulan data, dan pencatatan. Selain itu, teknik menyimak bebas dan tidak terikat juga digunakan untuk mengumpulkan data berupa sapaan kekeluargaan dalam percakapan. Metode analisis menggunakan pemilahan dan pengklasifikasian data berdasarkan jenis atau kategori bentuk sapaan kekerabatan melalui sistem kekerabatan di Minangkabau. Hasil analisis menunjukkan ciri-ciri budaya Minangkabau dalam menggunakan pola bentuk sapaan kekerabatan seperti kata ganti, gelar, sapaan kekerabatan, dan sapaan kekerabatan ditambah dengan kata ganti dan kata sifat. Berdasarkan temuan tersebut, jika seorang penulis naskah ingin menulis naskah adat dalam sapaan kekerabatan, dapat merujuk pada penggunaan kekerabatan di Minangkabau.