p-Index From 2021 - 2026
0.947
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Deformasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PERSENTASE SERAT NANAS TERHADAP KUAT TEKAN FOAMED CONCRETE Teddy Irawan
Jurnal Deformasi Vol 5, No 1 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i1.4235

Abstract

Foamed concrete diklasifikasikan kedalam beton ringan yang memiliki berat jenis 300 – 1.800  kg/m3. Berat jenis foamed concrete yang ringan berpengaruh pada kekuatan beton. Foamed concrete dibuat dengan ditambahkan gelembung udara kedalam beton. Gelembung  udara  dibuat dengan foaming agent, semakin banyak foam yang dimasukkan kedalam beton maka semakin banyak pori yang terbentuk didalam beton sehingga menyebabkan kuat tekan menurun sehingga  mempengaruhi berat jenis beton.  Kekuatan beton dapat ditambah dengan serat nanas dan serat polypropylene yang memiliki kuat tarik yang tinggi. Persentase serat nanas dan serat polypropylene yang digunakan 0%, 0,2%, 0,4% dari total berat volume dan dengan panjang serat 10 mm. Berdasarkan hasil pengujian menunjukan nilai kuat tekan maksimum dengan persentase 0,4% serat nanas sebesar 4,41 MPa (FCN0,4-10) dan minimum terdapat pada campuran dengan 0% serat sebesar 2,85 MPa. Dari hasil penelitian terjadi peningkatkan kuat tekan foamed concrete dengan ditambahnya serat nanas
Studi Mikrostruktur Foamed Concrete dengan Penambahan Serat Daun Nanas Menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) Teddy Irawan; Adji Sutama; Marice Agustini
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i1.11637

Abstract

Penggunaan bahan limbah sebagai material tambahan pada beton saat ini telah menjadi poin penting dalam industri konstruksi. Hal ini terjadi karena kebutuhan akan bahan baku konstruksi yang semakin meningkat, sedangkan sumber daya alam semakin terbatas. Penggunaan bahan limbah juga dapat memberikan dampak positif baik terhadap beton dan lingkungan seperti mampu meningkatkan sifat mekanik beton dan mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah berupa serat daun nanas yang dijadikan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan foamed concrete. Persentase serat daun nanas yang digunakan sebesar 0% dan 0,2% dengan panjang serat 0 mm, 10 mm, 20 mm dan 30 mm. Adapun material yang digunakan untuk memproduksi foamed concrete berupa semen portland, fly ash, agregat halus, foam, dan air. Hasil pengujian kuat tekan foamed concrete menunjukkan bahwa campuran FCN0,2-30 menghasilkan kuat tekan yang optimum sebesar 4,76 MPa. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa mikrostruktur foamed concrete dengan penambahan serat daun nanas menghasilkan matriks beton yang semakin padat dan serat daun nanas tersebut berkontribusi mengisi celah-celah yang terdapat pada beton. Selain itu, mikrostruktur foamed concrete dengan penambahan serat daun nanas memiliki pori-pori yang lebih sedikit dan lebih kecil dibandingkan dengan mikrostruktur foamed concrete tanpa adanya serat daun nanas
PENGARUH PERSENTASE SERAT NANAS TERHADAP KUAT TEKAN FOAMED CONCRETE Teddy Irawan
Jurnal Deformasi Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i1.4235

Abstract

Foamed concrete diklasifikasikan kedalam beton ringan yang memiliki berat jenis 300 – 1.800  kg/m3. Berat jenis foamed concrete yang ringan berpengaruh pada kekuatan beton. Foamed concrete dibuat dengan ditambahkan gelembung udara kedalam beton. Gelembung  udara  dibuat dengan foaming agent, semakin banyak foam yang dimasukkan kedalam beton maka semakin banyak pori yang terbentuk didalam beton sehingga menyebabkan kuat tekan menurun sehingga  mempengaruhi berat jenis beton.  Kekuatan beton dapat ditambah dengan serat nanas dan serat polypropylene yang memiliki kuat tarik yang tinggi. Persentase serat nanas dan serat polypropylene yang digunakan 0%, 0,2%, 0,4% dari total berat volume dan dengan panjang serat 10 mm. Berdasarkan hasil pengujian menunjukan nilai kuat tekan maksimum dengan persentase 0,4% serat nanas sebesar 4,41 MPa (FCN0,4-10) dan minimum terdapat pada campuran dengan 0% serat sebesar 2,85 MPa. Dari hasil penelitian terjadi peningkatkan kuat tekan foamed concrete dengan ditambahnya serat nanas
Studi Mikrostruktur Foamed Concrete dengan Penambahan Serat Daun Nanas Menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) Teddy Irawan; Adji Sutama; Marice Agustini
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i1.11637

Abstract

Penggunaan bahan limbah sebagai material tambahan pada beton saat ini telah menjadi poin penting dalam industri konstruksi. Hal ini terjadi karena kebutuhan akan bahan baku konstruksi yang semakin meningkat, sedangkan sumber daya alam semakin terbatas. Penggunaan bahan limbah juga dapat memberikan dampak positif baik terhadap beton dan lingkungan seperti mampu meningkatkan sifat mekanik beton dan mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan. Pada penelitian ini menggunakan bahan limbah berupa serat daun nanas yang dijadikan sebagai bahan tambahan untuk pembuatan foamed concrete. Persentase serat daun nanas yang digunakan sebesar 0% dan 0,2% dengan panjang serat 0 mm, 10 mm, 20 mm dan 30 mm. Adapun material yang digunakan untuk memproduksi foamed concrete berupa semen portland, fly ash, agregat halus, foam, dan air. Hasil pengujian kuat tekan foamed concrete menunjukkan bahwa campuran FCN0,2-30 menghasilkan kuat tekan yang optimum sebesar 4,76 MPa. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa mikrostruktur foamed concrete dengan penambahan serat daun nanas menghasilkan matriks beton yang semakin padat dan serat daun nanas tersebut berkontribusi mengisi celah-celah yang terdapat pada beton. Selain itu, mikrostruktur foamed concrete dengan penambahan serat daun nanas memiliki pori-pori yang lebih sedikit dan lebih kecil dibandingkan dengan mikrostruktur foamed concrete tanpa adanya serat daun nanas
Pengaruh Tekanan Tiup Angin Maksimum Pada Rangka Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Penampang Kanal Tunggal Teddy Irawan; Adji Sutama
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i2.13603

Abstract

Dalam pengembangan dan perancangan struktur bangunan khususnya pada konstruksi atap, pengaruh tekanan tiup angin merupakan aspek kritis yang memerlukan perhatian khusus. Tekanan tiup angin dapat memberikan dampak signifikan terhadap kinerja rangka kuda-kuda baja ringan yang merupakan elemen struktural utama dalam konstruksi atap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas rangka kuda-kuda baja ringan dengan penampang kanal tunggal dalam menahan tekanan tiup angin maksimum. Tipe rangka kuda-kuda fink dengan panjang bentang 800 cm dipilih sebagai objek penelitian. Profil penampang baja ringan yang digunakan adalah kanal tunggal C150.50.20 dengan mutu sebesar 550 MPa. Proses penelitian mencakup pemodelan struktur rangka kuda-kuda, pemberian nilai tekanan tiup angin dalam tiga pemodelan berbeda (pemodelan pertama 0 kg/m2, pemodelan kedua 40 kg/m2, dan pemodelan ketiga 4000 kg/m2), serta analisis respon struktural menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kenaikan rasio tegangan yang terjadi akibat semakin besarnya tekanan tiup angin. Tekanan tiup angin maksimum yang dapat di tahan oleh rangka kuda-kuda baja ringan tersebut kurang dari 4000 kg/m2 pada pemodelan ketiga, dengan beban angin tekan 960 kg/m dan beban angin hisap 1920 kg/m. Meskipun demikian, dalam pemodelan tersebut didapatkan salah satu nilai rasio tegangan yang terjadi sudah melebihi dari 1, menunjukkan kondisi yang tidak aman
Pengaruh Penggunaan Kolom Tipis Pada Bangunan Beton Untuk Rumah Tinggal Betingkat 2 Teddy Irawan; Ikahariya Pratiwi Matra Matra
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i1.15927

Abstract

Rumah sebagai kebutuhan utama pada zaman sekarang ini. Kebutuhan tempat tinggal sangat penting seiring dengan pertumbuhan ekonomi. renovasi perumahan juga banyak dilakukan yang awalnya dari satu lantai menjadi dua lantai atau lebih. Pada perubahan renovasi tersebut banyak terjadi perubahan beban beban bangunan seperti beban mati dan beban hidup dikarenakan adanya penambahan ruangan-ruangan. Kolom merupakan salah satu komponen dari struktur bangunan yang berfungsi untuk menyangga beban aksial tekan vertikal. Kolom memiliki peran penting dalam struktur bangunan, yang apabila kolom mengalami kegagalan struktur dapat berakibat langsung pada struktur bangunan yang akan mengakibatkan robohnya bangunan tersebut. Penelitian ini difokuskan pada Analisis struktur dengan perbandingan ukuran dimensi kolom bantuan aplikasi program SAP2000 versi 14. Analisa struktur kolom yg ditinjau adalah pada bangunan Rumah 2 lantai Ukuran penampang kolom yang digunakan kolom tipis 15 cm x 40 cm dan kolom tebal 30 cm x 30 cm. Hasil analisis menggunakan program aplikasi Sap2000 selisih yang terjadi pada momen lantai 1 menggunakan kolom tipis 4894 kNmm dan kolom tebal 4895 kNmm dengan selisih 0,02% dan momen lantai 2 kolom tipis 125 kN dan kolom tebal 130 kN dengan selisih 3,84%. Pada Lantai 1 momen. Momen lantai 2 menggunakan kolom tipis 13753 kNmm dan kolom tebal 12327 kNmm dengan selisih 11,5% dan momen lantai 2 kolom tipis 37 kN dan kolom tebal 39 kN dengan selisih 5,12%. Hal itu terjadi karena kapasitas tahanan momen pada kolom tebal lebih besar untuk menahan momen dan gaya aksial.
Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi Sebagai Material Substitusi Sebagian Semen Terhadap Workabilitas, Densitas, dan Kekuatan Tekan Beton Adji Sutama; Verinazul Septriansyah; Teddy Irawan
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/1mvrd625

Abstract

Peningkatan kebutuhan material konstruksi untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia mengakibatkan konsumsi semen yang tinggi, mencapai 70 juta ton per tahun, yang berdampak pada tingginya emisi CO2. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan abu sekam padi (ASP) sebagai material substitusi sebagian semen terhadap workabilitas, densitas, dan kekuatan tekan beton. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan variasi persentase ASP sebagai substitusi semen sebesar 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen, dengan target kuat tekan rencana 30 MPa. Material yang digunakan meliputi Semen Portland Tipe I, abu sekam padi yang dibakar pada suhu 700°C selama 2 jam dan mengandung silika tinggi (91,42%), agregat kasar, agregat halus, air, dan superplasticizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi semen dengan ASP menyebabkan penurunan workabilitas yang terukur melalui penurunan nilai slump dari 10 cm (ASP0%) menjadi 9 cm (ASP20%). Peningkatan persentase substitusi ASP berbanding lurus dengan peningkatan densitas beton pada semua umur pengujian. Kekuatan tekan beton tertinggi dicapai pada substitusi 20% ASP sebesar 35,27 MPa pada umur 28 hari, meningkat 12,65% dibandingkan beton normal (31,31 MPa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu sekam padi berpotensi tinggi sebagai material substitusi sebagian semen dalam produksi beton, tidak hanya memberikan manfaat teknis berupa peningkatan performa beton, tetapi juga berkontribusi pada aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah pertanian dan pengurangan emisi karbon dari produksi semen.