Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model PBL Upaya Meningkatkan Literasi Numerasi Melalui Pengukuran Luas, Keliling pada Siswa Salismiati Ghozali; Alifia Putri Fanindra; Almaira Putri; Almirah Nur Sakinah; Ananda Nur Aulia; Nur Pangesti Utami; Pingkan Setia Handayani; Safira Az Zahra; Yoga Aditia Ragil
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.61

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa, yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam meningkatkan daya saing sebagai warga global, siswa perlu memiliki kecakapan abad XXI yang meliputi kecakapan literasi dasar, kompetensi, dan kualitas karakter untuk menghadapi tantangan kehidupan yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi siswa kelas V SD melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada materi pengukuran luas dan keliling bangun datar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sudimara 7 Ciledug sebanyak 25 siswa yang terdiri dari 13 laki-laki dan 12 perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan dalam peneltian ini adalah wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menujukkan adanya peningkatan hasil belajar dan numerasi siswa. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata adalah 82, terdapat 10 siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 100 dan semua siswa mencapai ketuntasan belajar. Persentase kenaikan ketuntasan nilai dari siklus I ke siklus II yaitu 21,95%. Saran gunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) melalui pengukuran luas dan keliling bangun datar yang memang dapat meningkatkan kemampuaan literasi numerasi siswa kelas V SDN Sudimara 7 Ciledug
Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Pemersatu Bangsa Indonesia Dari Dahulu Sampai Sekarang Hani Alifa Muhammad Mansyur; Finna Fidyah Ramadhani; Ananda Nur Aulia; Alfi Fadliya Putri Mahya; Bunga Seftya Nur Indah; Dewi Puji Lestari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.331

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Istilah “Bhinneka Tunggal Ika” dipetik dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Semula istilah tersebut menunjukkan pada semangat toleransi keagamaan, khususnya antara agama Hindu dan Budha. Setelah diangkat menjadi semboyan bangsa Indonesia konteks permasalahannya menjadi lebih luas yang meliputi suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Bhinneka Tunggal Ika merupakan pernyataan jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang mengakui realitas bangsa yang majemuk, namun tetap menjunjung tinggi kesatuan. Bhinneka Tunggal Ika adalah cerminan keseimbangan antara unsur perbedaan yang menjadi ciri keanekaan dengan unsur kesamaan yang menjadi ciri kesatuan. Bhinneka Tunggal Ika merumuskan dengan tegas adanya harmoni antara kebhinekaan dan ketunggalikaan, antara keanekaan dan kepekaan, antara kepelbagaian dan kesatuan, antara hal banyak dan hal satu, atau antara pluralisme dan monisme.
Sumpah Pemuda: Dalam Rangka Pembentukkan Karakter Pemuda Dimasa Kini dan Masa Depan Safira Az Zahra; Adinda Putri Darmanto; Ananda Nur Aulia; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.401

Abstract

Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda yang diikrarkan tanggal 28 Oktober 1928 merupakan peristiwa besar dalam sejarah Indonesia. Sumpah pemuda adalah komitmen para pemuda Indonesia dari berbagai suku bangsa dan agama untuk menyatukan diri mewujudkan Indonesia merdeka. Penelitian ini dilakukan untuk mencari jawaban bagaimana rasa satu bangsa di kalangan pemuda terbentuk dan siapa penggeraknya. Penelitian dilakukan dengan metode sejarah, dengan menggunakan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan telah melahirkan kesadaran kepada Bangsa Indonesia bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Feodalisme dan penjajahan menyebabkan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang miskin, bodoh, dan tertindas. Para pemuda yang terdidik merupakan penggerak dari perjuangan Bangsa Indonesia. Rasa persatuan untuk mewujudkan Indonesia merdeka mampu menghilangkan sekat-sekat perbedaan. Perbedaan ras, bangsa, bahasa, dan agama dieliminasi demi terwujudnya persatuan.