Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Tingkat Depresi Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Fikri Erwanto; Herlina; Aminatul Fitri
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v6i1.25417

Abstract

Depression is a psychological disease that is rarely detected but can directly reduce the quality of life of sufferers, especially the elderly. The purpose of this study was to describe the level of depression in the elderly in the working area of ​​the outpatient sidomulyo health center. Descriptive analytic research design with a purposive sampling approach, the study was located in the working area of ​​the sidomulyo outpatient health center in pekanbaru city with 100 elderly respondents aged over 60 years. The measuring instrument is the geriatic depression scale (gds) questionnaire which has been tested for validity and reliability. The description of the level of depression in the elderly in the working area of ​​the sidomulyo health center can be concluded that the highest level of depression is mild depression (40%), while the characteristic results show that the most age is 60-69 years (56%), the sex of the majority is female (60 %), the majority last education was high school (30%), married status, most of them don't have a partner/not married (55%), and the majority of respondents don't work anymore (61%), and most of the elderly have physical health problems (74%). It was found that the highest levels of depression were mild depression (40%), moderate depression (38%), severe depression (4%), and those who did not experience depression (18%), so that the level of depression in the elderly in the work area outpatient sidomulyo health center with the most mild depression category. Future researchers, it is hoped that they can develop research with more samples and look for risk factors associated with depression in the elderly.
Hubungan Aktivitas Di Kampus Dengan Gejala Flour Albus Pada Mahasiswa Keperawatan Syava Ardilawati; Ari Rahmat Aziz; Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.453

Abstract

Keputihan (flour albus) merupakan kondisi umum yang dialami oleh perempuan usia reproduktif, termasuk mahasiswa keperawatan. Salah satu faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap gejala flour albus adalah aktivitas harian yang padat selama berada di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi aktivitas dan aktivitas fisik di kampus dengan gejala flour albus pada mahasiswa keperawatan. Dimana variabel aktivitas dibagi menjadi dua sub-variabel yaitu durasi dan jenis aktivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi aktivitas, aktivitas fisik (adaptasi kuesioner IPAQ SF), dan flour albus. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori durasi aktivitas tinggi di kampus (46,5%) dan tingkat aktivitas fisik berat (45,3%) merupakan yang paling dominan. Gejala flour albus ditemukan pada 70,9% responden. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas di kampus dengan gejala flour albus (p-value = 0,000) < α (0,05), serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik di kampus dengan gejala flour albus (p-value = 0,000) < α (0,05). Durasi aktivitas dan aktivitas fisik di kampus memiliki hubungan yang signifikan dengan gejala flour albus. Mahasiswa dengan durasi aktivitas dan aktivitas fisik yang tinggi cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami flour albus.
Tingkat Pengetahuan Atlet Kempo Riau Dalam Penanganan Cedera Berbasis Metode Rice Ova Tsabita; Ari Pristiana Dewi; Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.458

Abstract

Pendahuluan: Atlet Kempo sering mengalami cedera, sehingga penting bagi atlet untuk memiliki pengetahuan yang memadai dalam melakukan penanganan awal cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan atlet Kempo Riau terkait penanganan cedera berbasis metode RICE. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan 62 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan metode statistik univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan atlet Kempo terkait metode RICE berada di kategori baik, dimana 56 atlet (90,3%) memiliki pengetahuan yang baik, 5 atlet (8,1%) memiliki pengetahuan sedang, dan hanya 1 atlet (1,6%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait metode RICE. Spesifiknya, pada kategori Rest, 85,5% atlet berpengetahuan baik dan 14,5% atlet berpengetahuan cukup. Pada kategori Ice, 82,3% atlet berpengetahuan baik, 16,1% atlet berpengetahuan cukup dan 1,6% atlet berpengetahuan kurang.  Selanjutnya pada kategori Compression, 75,8% atlet berpengetahuan baik, 19,4% atlet berpengetahuan cukup dan 4,8% atlet berpengetahuan kurang. Pada kategori Elevation, 80,6% atlet berpengetahuan baik, 14,5% atlet berpengetahuan cukup dan 4,8% atlet berpengetahuan kurang. Kesimpulan: Mayoritas tingkat pengetahuan atlet Kempo di Riau mengenai metode RICE dalam penanganan cedera berkategori baik. Disarankan keterlibatan dari perawat tim medis atlet atau perawat kegawat daruratan untuk bisa lebih memberi pemahaman lagi terkait dengan penanganan cedera berbasis metode RICE.