Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Intervensi Keperawatan Komunitas Menggunakan Aplikasi Nutrikost Dalam Peningkatan Gizi Remaja Ari Rahmat Aziz; Bayhakki Bayhakki; Sri Utami; Nurul Huda; Syava Ardilawati; Maharani Karlina; Aisyah Mukda Camila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51848

Abstract

Saat ini, status gizi banyak remaja masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan kemampuan untuk menyiapkan makanan bergizi merupakan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi keperawatan komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost untuk meningkatkan gizi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji-t dependen dan uji-t independen. Sampel penelitian ini adalah remaja yang memiliki ponsel pintar. Pada kelompok intervensi, remaja menerima intervensi komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost selama satu bulan, dan kemudian pengetahuan dan status gizi mereka dinilai sebelum dan sesudah intervensi. Aplikasi ini menyediakan pendidikan dan konseling dua arah dan satu arah. Kelompok Kontrol menerima layanan kesehatan rutin di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam IMT remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p< 0,05). Aplikasi Nutrikost dapat digunakan dalam pendidikan gizi untuk remaja. Perawat komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi menggunakan aplikasi ini.  Kata Kunci: Aplikasi Nutrikost, Intervensi Keperawatan Komunitas, Nutrisi Remaja. Abstract Currently, the nutritional status of many adolescent remains inadequate. Lack of knowledge about nutritional needs and the ability to prepare nutritious meals are contributing factors. This study aims to conduct a community nursing intervention using the Nutrikost application to improve adolescent nutrition. The study design used a quasi-experimental design with a control group. Data analysis used t-dependent and independent t- test. The sample of this study was adolescents who owned smartphones. In the intervention group, adolescents received community intervention using the Nutrikost app for one month, and then their nutritional knowledge and status were assessed before and after the intervention. The App provides two-way and one-way education and counseling. The Control group received routine health services at the community health center (Puskesmas). The Results showed that there was no significant difference in BMI of adolescents after the intervention in the control and experimental groups (P value > 0.05).  There was a significant difference in adolescent knowledge after the intervention in the control and experimental groups (P value < 0.05). The Nutrikost application can use in nutrition education for teenagers. Community nurses can improve adolescents’ knowledge of nutrition using this application.   Keywords: Adolescent Nutrition; Community Nursing Intervention; Nutrikost Application
Hubungan Aktivitas Di Kampus Dengan Gejala Flour Albus Pada Mahasiswa Keperawatan Syava Ardilawati; Ari Rahmat Aziz; Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.453

Abstract

Keputihan (flour albus) merupakan kondisi umum yang dialami oleh perempuan usia reproduktif, termasuk mahasiswa keperawatan. Salah satu faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap gejala flour albus adalah aktivitas harian yang padat selama berada di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi aktivitas dan aktivitas fisik di kampus dengan gejala flour albus pada mahasiswa keperawatan. Dimana variabel aktivitas dibagi menjadi dua sub-variabel yaitu durasi dan jenis aktivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi aktivitas, aktivitas fisik (adaptasi kuesioner IPAQ SF), dan flour albus. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori durasi aktivitas tinggi di kampus (46,5%) dan tingkat aktivitas fisik berat (45,3%) merupakan yang paling dominan. Gejala flour albus ditemukan pada 70,9% responden. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas di kampus dengan gejala flour albus (p-value = 0,000) < α (0,05), serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik di kampus dengan gejala flour albus (p-value = 0,000) < α (0,05). Durasi aktivitas dan aktivitas fisik di kampus memiliki hubungan yang signifikan dengan gejala flour albus. Mahasiswa dengan durasi aktivitas dan aktivitas fisik yang tinggi cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami flour albus.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MEMBANGUN SINERGI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD DENGAN BERSERI (BERAKSI SEHAT DI SRI MERANTI) Reni Zulfitri; Gusti Rendi; Syava Ardilawati; Firli Febriani; Aldis Nazarianti Rif'at; Nazhifah Hawadya Rahmadania; Alvia Annisa Rizalti; Mita Asmarani; Tarisa Lestari; Fauzia Maitullah; Wesita; Kuntum Rihadatul Aisyah; Pazmi Fajarwati; Melly Magdalena
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di RW 13 Kelurahan Sri Meranti akibat rendahnya praktik 3M Plus dan tingginya rumah positif jentik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan spray Pandawa (pandan–serai wangi) sebagai pengusir nyamuk alami, serta diskusi bersama Puskesmas Umban Sari. Kegiatan dilaksanakan pada 1 November 2025 dengan 15 peserta. Efektivitas penyuluhan dinilai menggunakan pre-test dan post-test berisi 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 92,66 menjadi 98,6, dan seluruh peserta mencapai kategori baik. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya pemahaman gejala, penularan, pencegahan DBD, serta penerapan perilaku 3M Plus. Dalam jangka panjang, intervensi ini diharapkan memperkuat upaya pemberantasan sarang nyamuk dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih. Secara keseluruhan, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap DBD.
PEMBERDAYAAN KADER DAN LANSIA DALAM MENGONTROL HIPERTENSI MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK SEHATI (SEHAT ATASI HIPERTENSI) Reni Zulfitri; Ari Pristiana Dewi; Puteri Dianti; Gusti Rendi; Mita Asmarani; Tarisa Lestari; Aldis Nazarianti Rif'at; Nazhifah Hawadya Rahmadania; Alvia Annisa Rizalti; Syava Ardilawati; Firli Febriani; Fauzia Maitullah; Wesita; Kuntum Rihadatul Aisyah; Pazmi Fajarwati; Melly Magdalena
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat dan menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke, gagal jantung, serta penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil pengkajian di RW 13 Kelurahan Sri Meranti, hipertensi menempati proporsi tertinggi yaitu 53,6%, dengan 33,3% di antaranya masih belum terkontrol. Kurangnya kepatuhan minum obat serta rendahnya partisipasi penderita hipertensi dalam kegiatan posyandu memperburuk kondisi ini. Kegiatan edukasi kesehatan “Hidup Sehat, Atasi Hipertensi” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penderita hipertensi terkait pencegahan dan pengendalian tekanan darah tinggi. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi terapi rendam kaki dengan air serai, diskusi, serta pembentukan kelompok SEHATI sebagai wadah dukungan sosial. Sebanyak 19 peserta penderita hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 87,9 (pre-test) menjadi 92,6 (post-test). Seluruh peserta (100%) mencapai kategori nilai baik setelah edukasi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita hipertensi tentang pengendalian penyakitnya. Namun demikian, perubahan perilaku jangka panjang masih memerlukan edukasi berkelanjutan serta dukungan keluarga dan lingkungan.