Parman
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect Of Independence and Work Schedule On Employee Performance and Job Satisfaction In The Department Agriculture, Marine and Fisheries Parepare City Parman Parman
Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 5 No 2 (2022): ECONOMOS : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.352 KB) | DOI: 10.31850/economos.v5i2.1814

Abstract

This study aims to determine 1) The Effect of Independence on Employee Performance, 2) The Effect of Work Schedule on Employee Performance, 3) The Effect of Independence on Job Satisfaction, 4) The Effect of Work Schedule on Job Satisfaction, 5) The Effect of Independence on Employee Performance and Job Satisfaction 6) The Effect of Work Schedule on Employee Performance and Job Satisfaction . The data collection techniques used are Observation and Questionnaire Division. The population in this study was all employees who worked in the Agriculture, Marine and Fisheries Service of Parepare City which amounted to 107 respondents. The analysis technique used is the SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Square) analysis technique using the WarpPLS 7.0 application. Theresearch objectives are 1) Independence does not have a Significant effect on Employee Performance, 2) Work Schedule Has a significant effect on Employee Performance, 3) Independence has a significant effect on Job Satisfaction, 4) Work Schedule has a Significant effect on Job Satisfaction, 5) Independence does not have a significant effect on employee performance and is not mediated by Job Satisfaction, 6) Work Schedule on Performance has a significant effect on Performance and is mediated by job satisfaction and experiences partial or partial mediation.
ANALISIS BELANJA MODAL DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PENGURANGAN DAMPAK KEMISKINAN PADA KABUPATEN PINRANG Suriani Suriani; Parman Parman
Journal AK-99 Vol. 3 No. 2 (2023): Journal AK-99
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/ak99.v3i2.2679

Abstract

AnaIisis belanja modal dana alokasi khusus terhadap pengurangan dampak kemiskinan pada Kabupaten Pinrang. Tujuan dari peneIitian ini adaIah untuk mengetahui bagaimana penanaman modaI mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten Pinrang setiap tahunnya dari tahun 2018 hingga 2020. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan metode pengumpuIan data yang digunakan daIam peneIitian ini. PengumpuIan data, ideaI, dan penyajian data adaIah metode anaIisis data yang digunakan daIam peneIitian ini. MetodoIogi peneIitian kuaIitatif diterapkan daIam peneIitian ini. HasiI dari peneIitian ini adaIah beIanja modaI untuk pengentasan kemiskinan dari 3 tahun terakhir pada tahun 2018-2020 di Kabupaten Pinrang mengaIami peningkatan dan penurunan. HasiI peneIitian dari tahun 2018 mengaIami peningkatan 48,45% seIanjutnya tahun 2019 mengaIami penurunan 32,95 dan tahun 2020 semakin menurun 8,83. Maka daIam haI ini mengenai pengentasan kemiskinan pada Dinas PUPR Kab. Pinrang maka dapat dikatakan tidak berpengaruh secara signifikan dikarenakan pembangunan serta pengadaan dan pengawasan tidak terbagi secara menyeIuruh.
AN ANALYSIS OF COMMUNITY EMPOWERMENT IN BOOSTING THE COASTAL ECONOMY IN THE VILLAGE OF WIRINGTASI, PINRANG REGENCY Andi Dian Islamiah; Parman Parman; Fajar Ladung
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v7i1.4323

Abstract

Coastal communities are social groups inhabiting transitional areas between land and sea, such as beaches, estuaries, and mangrove areas, whose livelihoods are primarily dependent on marine resources. This study aims to analyze the role of village officials in the coastal community empowerment process and the impact of economic empowerment on improving community welfare in Wiringtasi Village, Suppa District, Pinrang Regency. A qualitative method with a descriptive empirical approach was employed. Data were collected through field observations, in-depth interviews with village officials, community leaders, fishermen, and fish farmers, as well as documentation studies. Data analysis followed three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing based on the Miles and Huberman (2014) model. The results indicate that the Wiringtasi Village Apparatus has carried out four empowerment roles: (1) sustainable natural resource management through sea turtle conservation and mangrove planting; (2) facilitation of access to economic resources, including digital marketing and entrepreneurship training; (3) community involvement in decision-making through village deliberations; and (4) ecological and environmental protection. The impact of this empowerment is reflected in increased community income, improved quality of life, strengthened social networks between fishermen, fish farmers, and local government, as well as the sustainable preservation of coastal ecosystems.
Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif dan Komunikasi Internal terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pegawai Sekretariat Daerah Kota Parepare Nur Afni; Parman Parman; Rusmin Rusmin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12972

Abstract

Organisasi pemerintahan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menjalankan tugas formal sesuai dengan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki perilaku kerja sukarela yang mendukung efektivitas organisasi. Perilaku tersebut dikenal sebagai Organizational Citizenship Behavior (OCB), yaitu perilaku individu yang dilakukan secara sukarela di luar kewajiban formal pekerjaan namun memberikan kontribusi positif terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan partisipatif dan komunikasi internal terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pegawai Sekretariat Daerah Kota Parepare.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 118 pegawai. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 25 melalui pengujian validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif memiliki hubungan positif terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), namun tidak berpengaruh signifikan secara statistik dengan nilai signifikansi 0,115. Sementara itu, komunikasi internal terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kepemimpinan partisipatif dan komunikasi internal berpengaruh signifikan terhadap OCB dengan nilai F hitung sebesar 31,008 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 35% variasi OCB pegawai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku OCB pegawai Sekretariat Daerah Kota Parepare lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal dibandingkan dengan kepemimpinan partisipatif. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat sistem komunikasi yang terbuka, efektif, dan dua arah untuk meningkatkan keterlibatan serta perilaku positif pegawai.