Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA TAHU TEMPE (Studi Kasus Usaha Tahu Tempe Cahaya Putri/Restu Di Desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang) Irmayani Irmayani; Nur Afni; Yusriadi Yusriadi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.058 KB) | DOI: 10.24853/jat.3.2.65-70

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di  Desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang dari juli sampai Agustus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan usaha tahu tempe studi kasus Cahaya Putri/Restu di Desa Pasui, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda .Metode pengambilan data yang digunakan ialah observasi, kuesioner dan wawancara. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 25 responden. Hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan alat analisis SPSS 21 for windows. Hasil penelitian ini yang berpengaruh signifikan yaitu harga bahan baku sebesar 0,018 dan jumlah gaji karyawan dengan signifikan 0,033. Hasil Uji R Square menunjukkan bahwa variabel  yang di teliti hanya berpengaruh  39,2% terhadap jumlah produksi usaha tahu tempe sedangkan 60,8% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak di teliti seperti tenaga kerja, bahan baku, pengalaman bekerja,kepuasan kerja karyawan dan modal. ABSTRACT This research was conducted in Pasui, Buntu Batu District, Enrekang District from July until  August 2017. The objective of this research is to know what factors at start increase the effort to tofu tempe of Cahaya Putri / Restu case study in Pasui Village, Buntu Batu Sub-District, Enrekang Regency. The data used in this research are primary and secondary data. The method of analysis used in this study is multiple linear regression analysis. Methods of data collection used are observation, questionnaire and interview. The number of samples in this study were 25 respondents. The results were then analyzed using SPSS 21 for windows. The result of this research which have significant effect that is raw material price equal to 0,018 and amount of salary of employees with significant 0,033. The result of R Square test shows that the variables in the research only influence 39,2% to the total production of tempeh tofu business, while 60,8% is influenced by other unconscionable variable such as work tenga, raw material, work experience, employee work satisfaction and capital .
Understanding the Factors Behind Tantrum Behavior in Early Childhood: A Study from Barru District Haniarti Haniarti; Nur Afni; Rini Anggraeny
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 17 No 2 (2024): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaiyyah.v17i2.9250

Abstract

Tantrums are intense anger outbursts that occur when children struggle to communicate their needs and goals. They are common in children who are highly energetic, ambitious, and active. Inconsistent parenting and unrealistic expectations often make the problem worse. These factors can lead to challenges in emotional regulation, particularly in children aged 18 months to 4 years. This study aimed to explore the causes of tantrum behavior in early childhood in Barru District, Barru Regency. Using a quantitative cross-sectional design, researchers gathered data from 90 eligible respondents. The study used interviews, observations, and Likert-scale questionnaires to collect information. Data analysis was conducted with the chi-square test at a significance level of α = 0.05. The results revealed significant links between tantrum behavior and several factors. Physiological issues, psychological challenges, environmental influences, and parenting practices all showed strong associations (p = 0.000 for each factor). These findings emphasize the interconnected nature of these elements in shaping tantrum behavior. In conclusion, this study proves that tantrum behavior in early childhood is not caused by a single factor. Instead, it results from a combination of psychological, environmental, and parenting factors. Understanding these relationships can help parents and caregivers better address emotional challenges in young children.
Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif dan Komunikasi Internal terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pegawai Sekretariat Daerah Kota Parepare Nur Afni; Parman Parman; Rusmin Rusmin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12972

Abstract

Organisasi pemerintahan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menjalankan tugas formal sesuai dengan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki perilaku kerja sukarela yang mendukung efektivitas organisasi. Perilaku tersebut dikenal sebagai Organizational Citizenship Behavior (OCB), yaitu perilaku individu yang dilakukan secara sukarela di luar kewajiban formal pekerjaan namun memberikan kontribusi positif terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan partisipatif dan komunikasi internal terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pegawai Sekretariat Daerah Kota Parepare.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 118 pegawai. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 25 melalui pengujian validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif memiliki hubungan positif terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), namun tidak berpengaruh signifikan secara statistik dengan nilai signifikansi 0,115. Sementara itu, komunikasi internal terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kepemimpinan partisipatif dan komunikasi internal berpengaruh signifikan terhadap OCB dengan nilai F hitung sebesar 31,008 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 35% variasi OCB pegawai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku OCB pegawai Sekretariat Daerah Kota Parepare lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal dibandingkan dengan kepemimpinan partisipatif. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat sistem komunikasi yang terbuka, efektif, dan dua arah untuk meningkatkan keterlibatan serta perilaku positif pegawai.