Mohammad Archi Maulida
Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Kelas Dalam Mengidentifikasi Potensi Bakat Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif Arif Widodo; Mohammad Archi Maulida; Linda Feni Haryati; Muhammad Syazali; Dyah Indraswati; Ashar Pajarungi Anar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11416

Abstract

Tidak semua sekolah inklusi mempunyai guru pembimbing khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru kelas dalam mengidentifikasi bakat peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Subyek dalam penelitian ini adalah guru kelas yang ada di sekolah sampel. Sekolah yang dijadikan sampel penelitian adalah SDN Repok Puyung Lombok Tengah dan MI NW Tanak Beak Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan dengan tahapan studi pendahuluan, pembuatan instrument, pengumpulan data, analisis data dan pembuatan laporan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan pedoman observasi. Data disajikan secara dalam bentuk tabel dan diagram kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas dalam mengidentifikasi bakat hanya menggunakan pengamatan, belum menggunakan instrumen khusus. Pengembangan bakat secara khusus belum dilakukan, namun dilakukan secara terintegrasi melalui mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan peserta didik pada umumnya. Kesulitan yang dihadapi guru kelas dalam mengidentifikasi bakat diantaranya adalah belum adanya instrument khusus yang tersedia, terbatasnya pengetahuan guru kelas tentang peserta didik berkebutuhan khusus, dan terbatasnya sarana dan prasarana yang ada.