Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Air Telaga Dengan Pendekatan Indeks Kualitas Air Di Telaga Nangsri Kabupaten Gunung Kidul Agus Suyanto; Primanda Kiky Widyaputra
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.450

Abstract

Pada umumnya kondisi telaga di Kabupaten Gunungkidul sangat memprihatinkan dalam hal kualitas airnya. Evaluasi kualitas air telaga sangat dibutuhkan untuk memberi gambaran kualitas airnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas, mengklasifikasikan, dan menetapkan peruntukan air telaga di Desa Candirejo, Kabupaten Gunung Kidul. Metode penelitian secara kuantitatif dengan pengambilan data dengan survei lapangan. Teknik pengambilan contoh air mengikuti SNI 8995:2021. Pengumpulan data dan survey awal meliputi survei data karakteristik telaga. Penentuan titik pengambilan berdasarkan stratifikasi telaga dimana titik-titik pengukuran suhu dalam satu kolom air. Penentuan jumlah titik sampel adalah dua titik karena kedalamannya kurang dari 10 m, yaitu permukaan dan dasar. Sampel air diambil dari telaga di Desa Candirejo kemudian diukur Suhu, pH, Ca, Kekeruhan, TDS, DO, BOD, PO4, NO3, Fe, Mn, DHL, Salinitas, Fecal coliform dan Parasit Giardia sp. Adapun Suhu dan pH diuji di lapangan. Kemudian dilakukan analisis perbandingan antara kualitas air telaga di Desa Candirejo dengan Indeks Kualitas Air (IKA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kualitas air termasuk di Telaga Nangsri yaitu 43,64 poin dalam kategori kategori buruk (poor) yang belum memenuhi standar baku sumber air bersih. Lahan sekitar yang terdapat di setiap telaga digunakan oleh masyarakat lokal untuk peternakan dan perkebunan. Ada dua jenis tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar telaga yaitu tanaman konsumsi dan tanaman kayu/pohon. Jenis strategi konservasi yang disusulkan tepat untuk Telaga Nangsri adalah konservasi vegetatif yaitu dengan menanam pohon dan rumput di sekitar telaga untuk mengurangi daya air yang mengalir di permukaan tanah sehingga dapat mengurangi erosi, penanaman pohon juga berfungsi untuk mengurangi suhu di sekitar telaga. Selain itu, perbaikan drainase dan pengerukan lumpur dengan standar tertentu yang menyebabkan pendangkalan di dasar telaga perlu dilakukan.
Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat Sabaruddin; Wd. Vitha Purwandari; Triyono; Radjali Amin; Agus Suyanto
Environmental Insight Journal Vol 2 No 1 (2026): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v2i1.359

Abstract

Efektivitas kebijakan pengelolaan sampah pada area kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat masih menghadapi tantangan sehingga perlu dievaluasi untuk dapat merumuskan strategi kebijakan yang efektif dan berkelanjutan. Ketidakefektifan ini jika diteruskan maka akan berakibat pada pemborosan anggaran daerah dan berpotensi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah, mengevaluasi efektivitas kebijakan dan penerapan pengelolaan sampah, serta strategi kebijakan dan penerapan pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 148 responden dan melibatkan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan lokal sebagai data primer. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, serta analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah masih menghadapi masalah minimnya infrastruktur hal ini tampak pada fasilitas tempat penampungan sementara sampah, rendahnya partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah, dan kurang optimalnya koordinasi antar instansi pemerintah. Efektivitas kebijakan Dinas Lingkungan Hidup perlu ditingkatkan melalui perbaikan regulasi, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Strategi yang diusulkan mencakup pengembangan program berbasis partisipasi masyarakat dan optimalisasi sumber daya untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Keywords: policy, environment, management, waste, SWOT