Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN INCESSANT ALLOCATION METHOD (IAM) PADA PENDISTRIBUSIAN LPG 3 KG DI PT X KABUPATEN KUBU RAYA Ayu Lestari; Yundari Yundari; Meliana Pasaribu
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 4 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v10i4.50493

Abstract

Pendistribusian Liquefied Petroleum Gasses (LPG) dimulai dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) ke perusahaan, selanjutnya LPG didistribusikan ke pangkalan untuk selanjutnya disalurkan ke konsumen. Jenis LPG yang banyak digunakan oleh masyarakat ialah LPG 3 kg. PT X merupakan salah satu perusahaan pendistribusi LPG 3 kg di Kabupaten Kubu Raya. PT X mendistribusikan LPG ke 13 pangkalan di Kabupaten Kubu Raya. PT X mempunyai dua sumber yaitu SPPBE dan gudang. Biaya pendistribusian LPG 3 kg sepenuhnya ditanggung oleh PT X. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait pengoptimalan pengalokasian LPG 3 kg untuk meminimumkan biaya transportasi. Incessant Allocation Method (IAM) merupakan salah satu metode pada persoalan transportasi. IAM merupakan metode yang digunakan untuk menentukan solusi optimal dari masalah transportasi pada kasus seimbang atau tidak seimbang. Metode ini mengalokasikan permintaan (dari alokasi pertama ke alokasi terakhir) dalam sel biaya secara kontinu hingga permintaan dan persediaan terpenuhi. Permasalahan transportasi disusun dalam bentuk tabel transportasi. Tabel tersebut kemudian diselesaikan menggunakan IAM. Biaya transportasi dari perusahaan adalah Rp 18.407.000,00, sedangkan perhitungan biaya pendistribusian menggunakan IAM dengan mengalokasikan LPG 3 kg secara optimal adalah Rp 12.648.879,00. Dengan pengalokasian secara optimal, PT X dapat menghemat biaya sebesar Rp 5.758.121,00. Kata kunci: permintaan, biaya pendistribusian dan pengalokasian
KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL Ayu Lestari; Asep Nursangaji; Hamdani Hamdani; Ade Mirza; Halini Halini
Jurnal Numeracy Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v11i1.2580

Abstract

Kajian ini membahas terkait deskripsi kemampuan penalaran induktif siswa yang ditinjau dari kecerdasan emosional. Kemampuan penalaran induktif siswa yang masih rendah diduga dipengaruhi salah satunya oleh keadaan emosi yang ada pada diri siswa. Maka perlu adanya kajian guna mengungkapkan kemampuan penalaran induktif ditinjau dari kecerdasan emosional pada tingkat tinggi, sedang dan rendah yang ada pada siswa saat menjawab soal. Metode yang digunakan yakni deskriptif berbentuk survei dengan subjek sebanyak 29 siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Sungai Raya. Data diperoleh melalui teknik komunikasi langsung dan tidak langsung, serta pengukuran dengan tertulis dengan alat bantu berupa angket kecerdasan emosional, tes kemampuan penalaran induktif dan wawancara. Data selanjutnya diolah dengan mengumpulkan, mereduksi, menyajikan dan menyimpulkan. Hasil yang diperoleh yaitu siswa pada tingkat kecerdasan emosional tinggi dan sedang memiliki kecenderungan dapat memenuhi kedua indikator kemampuan penalaran induktif yakni kemampuan menganalisis dari pola hubungan guna membuat dugaan (conjecture) dan kemampuan melakukan generalisasi dari pengamatan pada sejumlah data. Namun, tidak ditemukan siswa dengan tingkat kecerdasan emosional rendah.AbstractThis study discusses the description of students' inductive reasoning abilities in terms of emotional intelligence. Students' inductive reasoning abilities are still low, and it is suspected that one of them is influenced by the emotional state of students. So, it is necessary to have a study to reveal inductive reasoning abilities in terms of emotional intelligence at high, medium and low levels that exist in students when answering questions. The method used was descriptive in the form of a survey with 29 students in class VIII B at SMP Negeri 1 Sungai Raya as subjects. Data were obtained through direct and indirect communication techniques and written measurements with tools such as emotional intelligence questionnaires, tests of inductive reasoning abilities and interviews. The data is then processed by collecting, reducing, presenting and concluding. The results are that students at high and moderate levels of emotional intelligence tend to fulfill the two indicators of inductive reasoning ability, the ability to analyze patterns of relationships to make conjectures and the ability to generalize from observations on several data. However, no students with low emotional intelligence were found.