Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN MODEL REGRESI PARAMETRIK EKSPONENSIAL DAN WEIBULL PADA DATA SURVIVAL TERSENSOR INTERVAL Jajad Sudrajat; Setyo Wira Rizki; Hendra Perdana
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 3 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.677 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v7i3.26613

Abstract

Analisis survival adalah suatu metode untuk menganalisis data yang berhubungan dengan waktu, mulai dari start-point sampai dengan terjadinya suatu kejadian khusus atau end-point. Data pengamatan yang kejadian hanya diketahui pada selang waktu tertentu, yaitu sebelum dan sesudah waktu tertentu saja disebut data tersensor interval. Data tersensor interval dianalisis membentuk model regresi Eksponensial dan Weibull sehingga mendapatkan model terbaik. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan terhadap ketahanan gigi susu dengan jumlah sampel 4386 anak di Flenders, Belgia. Faktor-faktor yang dianggap penting mempengaruhi ketahanan gigi susu adalah jenis kelamin anak dan status awal gigi anak. Model regresi parametrik yang dibandingkan adalah model regresi eksponensial dan model regresi Weibull, pemilihan model terbaik dapat dilihat dengan membandingkan nilai AIC. Berdasarkan nilai AIC, model regresi Weibull merupakan model yang lebih baik dibandingkan model regresi Eksponensial. Pada anak yang berjenis kelamin laki-laki memiliki waktu ketahanan gigi lebih tinggi dibandingkan anak yang berjenis kelamin perempuan. Status awal gigi tidak cacat memiliki waktu ketahanan gigi lebih tinggi dibandingkan dengan status awal gigi sudah cacat.Kata Kunci: Survival, Tersensor Interval, Model Regresi Parametrik
Adaptasi Usahatani Tradisional pada Lahan Gambut di Kota Pontianak Alda Rajwana; Jajad Sudrajat; Wanti Fitriati
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v3i1.473

Abstract

Peat characteristics include low fertility, high acidity, and poor drainage because it comes from the weathering of organic matter under anaerobic conditions. However, peat has environmental benefits such as absorbing carbon, water buffers, and providing habitat for various unique flora and fauna. The use of peat as agricultural land is widely used by farmers in Pontianak City because it has a very large peatland area with a traditional agricultural system. However, traditional farming will have local knowledge (local wisdom) as a way to minimize damage to the peat ecosystem as an adaptation effort. This study aims to examine the adaptation of peatland management in traditional farming in Pontianak City. The method used in this study is qualitative descriptive and multiple linear regression analysis. The number of research samples was 68 farmers. The results of the study showed that traditional farmers have paid attention to the sustainability of their farming to minimize environmental damage. The results of the study showed that the adaptations carried out were making wells to maintain water availability, using short-lived vegetables that require shallow drainage of 20-30 cm and are adaptive to peat, providing intensive shade, planting trees on empty land, cleaning intensive irrigation, providing ameliorant ash, lime, chicken manure intensively, and arranging planting patterns with diversification. The determining factors for peatland management adaptation include age, land area, length of farming, participation of fire-conscious communities, and intensity of participation in outreach.