Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Interprofessional Education (IPE) Sebagai Upaya Mengembangkan Kemampuan Perawat Berkolaborasi Dengan Petugas Kesehatan Lain: Esteriani et al., Interprofessional Education esteriani lahagu; Rika Endah Nurhidayah
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55644/jkc.v4i02.117

Abstract

Latar Belakang:Layanan kesehatan yang berkualitas adalah tuntutan penyedia pelayanan kesehatan dimasa global. Kesehatan yang berkualitas bisa dicapai melalui kerjasama, menurut World Health Organization, pembelajaran terpadu berbasis kerja sama media merupakan interprofessional education. Pendidikan interprofesional (IPE) melibatkan pengajaran antar mahasiswa dari banyak displin ilmu profesional kesehatan asal latar belakang pendidikan yang tidak sinkron salin berinteraksi dan bekerjasama satu sama lain. Untuk membangun dan memajukan promosi kesehatan, pecegahan, pengobatan dan program rehabilitasi. Interprofessional Education (IPE) diperkenalkan untuk memfasilitasi kolaborasi antara mahasiswa kesehatan sebelum memasuki dunia kerja. Rumah sakit, lembaga akademik, dan komunitas lokal adalah tiga konteks dimana ide pembelajaran interprofessional education dapat digunakan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interprofessional education sebagai upaya mengembangkan kemampuan perawat untuk bekerja secara kolaboratif dengan petugas kesehatan lainnya. Metode: metode pencarian data yang digunakan dalam tinjauan sistematis ini menggunakan empat database utamaya itu google search, google scholar, Science Direct, dan PubMed dengan pencarian jurnal dari tahun 2019 sampai 2023. Hasil: analisis dari 10 artikel menunjukkan bahwa Interprofessional Education efektif dalam menciptakan tenaga kesehatan yang professional dan mampu meningkatkan kemampuan dalam berkolaboratif. Kesimpulan: Berdasarkan kajian pustaka yang disitasi dapat disimpulkan bahwa interprofessional education merupakan suatu metode untuk memperkuatdan meningkatkan keterampilan serta kompetensi kerjasama antar tenaga kesehatan yang professional, agar mampu bekerja sama dan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
Hubungan Rotasi dengan Kinerja Perawat di RS Martha Friska Multatuli Lahagu, Esteriani; Nurhidayah, Rika Endah; Siregar, Farida Linda Sari
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i2.4509

Abstract

Job rotation is the displacement from one room to another, but it is still within the scope of the same job. Rotation is one of the methods for increasing quality service nursing, refreshing and preventing boredom, fulfilling the need for energy nursing in the room, and improving the skills of nurses. Job rotations at Martha Friska Multatuli Hospital have been held since 2020. This research aims to determine job rotation's correlation with nurses' performance at Martha Friska Multatuli Hospital. Research methods use descriptive correlation with cross-sectional design. The sample size in the study was as many as 71 respondents, and the technique of taking the sample was purposive sampling. The instrument used to collect data was adopted and modified from the existing rotation, and performance questionnaires were tested for validity and reliability. Data analysis using the coefficient test correlation Pearson. Research shows that nurses state that rotation at Martha Friska Multatuli Hospital is good enough for as many as 42 respondents (59.2%). It is also known that part big nurses' performance in categories good as many as 58 respondents (81.7%). Statistical results using the Pearson test obtained a ρ-value 0.004. This matter shows a correlation between positive rotation and nurses' performance at Martha Friska Multatuli Hospital. It is expected that nurses can accept the rotation decision that the hospital has determined.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA TANJUNG ANOM Elpriska; Lahagu, Esteriani; Ovi Krisna Ndraha
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.211

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥130/80 mmHg dan berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi regulasi tekanan darah melalui mekanisme neurohormonal dan aktivitas sistem saraf otonom. Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 64 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Mayoritas kualitas tidur responden dalam kategorik buruk sebanyak sebanyak 56 responden (78,9%) dan mayoritas tekanan darah responden yaitu hipertensi derajat 2 sebanyak 36 responden (50,7%) dan hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah (p < 0,05), dimana semakin buruk kualitas tidur maka semakin tinggi tekanan darah. Terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi mengenai pentingnya perbaikan kualitas tidur sebagai bagian dari pengendalian hipertensi.