Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA BEKERJA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK PRA SEKOLAH DI TK RAIHAN BANDUNG TAHUN 2022 Amila Ermawanti; Eny Kusmiran; Lisbet Octovia Manalu
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.407 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kemandirian adalah kemampuan untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensinya. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua bekerja dengan kemandirian anak prasekolah di TK Raihan Bandung Tahun 2022. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalampenelitian ini adalah 62 anak di TK Raihan. Pengambilan data sampling menggunakan teknik total sampling yaitu teknikuntuk menentukan sampel dari jumlah keseluruhan populasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan presentase setiap kategori, analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hampir seluruh dari responden yaitu sebanyak 79,3 % atau 46 responden memiliki pola asuh orang tua bekerja otoriter dan permisif dengan kemandirian anak yaitu tidak mandiri dan kurang mandiri.. Simpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua bekerja dengan kemandirian anak pra sekolah di TK Raihan Bandung tahun 2022 dengan hasil uji chi square p value 0,42 atau > 0,05 karena hasil uji chi-Square tidak signifikan maka menggunakan alternatif hasil uji Fisher. Nilai significancy adalah 1,000 untuk 2-sided (two tail) dan 0,620 untuk 1- sided (one-tail). Karena nilai p < 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua bekerja dengan kemandirian anak pra sekolah di TK Raihan Bandung tahun 2022.
PENERAPAN INTERVENSI TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP NYERI DADA PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULAR AKIBAT ACS DENGAN ST- ELEVASI MIOKARD INFARK (STEMI) ANTERIOR e.c HIPERTENSI DI RUANG ICU RSUD CIBABAT Adinda Epriliyani; Eny Kusmiran; Tonika Tohri; Istianah Istianah
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i4.2001

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah arteri secara persisten di atas nilai normal. Hipertensi bisa mengakibatkan ACS dengan ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI). ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) adalah sindrom koroner akut yang dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk gangguan hemodinamik dan nyeri dada berat. Penatalaksanaan nyeri di ICU menjadi prioritas karena dapat memperburuk kondisi pasien, sehingga terapi relaksasi benson dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis. Pasien mengeluh nyeri dada dengan skala nyeri tujuh. Salah satu diagnosa keperawatannya adalah nyeri akut. Setelah empat hari perawatan, terdapat penurunan skala nyeri dari tujuh menjadi dua pasca terapi relaksasi benson. Setelah intervensi terapi relaksasi benson, nyeri dada pasien STEMI menurun, pasien merasa lebih nyaman dan rileks, serta tidak ada efek samping yang merugikan. Setelah empat hari perawatan, masalah keperawatan dapat teratasi.