Yenti Arsini
UIN Sumatera Utara Medan

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Gejala Depresi pada Remaja dengan Prestasi Akademik di Provinsi Sumatera Utara Yenti Arsini; Ayu Lestari Nasution; Rika Nanda Hayani
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.364

Abstract

Remaja merupakan fase transisi yang paling penting pada manusia. Fase remaja terjadi pada usia 10-19 tahun. Pada fase ini terjadi perubahan pada segi biologis, psikologis, dan social. Salah satu perubahan yang terjadi dari segi perkembangan biologis adalah pubertas. Ciri khas perubahan yang terjadi pada masa pubertas adalah adanya episode depresi.Depresi seringkali dikaitkan dengan adanya penurunan mood (perasaan), namun penurunan mood yang terjadi dari hari ke hari hanya menimbulkan sedikit variasi. Depresi dapat disebabkan karena 3 faktor yaitu faktor biologis, faktor genetik, dan faktor psikososial. Ketiga faktor tersebut dapat berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Pada episode depresi terdapat 3 gejala utama dan 7 gejala tambahan.Gejala utama dari depresi mencakup adanya afek depresi, kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunya aktivitas. Dampak dari adanya gangguan depresi pada remaja adalah sebagai faktor resiko dari bunuh diri, peningkatan resiko konsumsi rokok, penurunan fungsi social, dan penurunan prestasi akademis. Maka dari itu penting untuk mengenali gejala depresi pada remaja sejak awal agar tidak terjadi dampak negatif yang tidak diinginkan.
Pengaruh Harmonisasi Keluarga dan Kosep Diri Terhadap Orientasi Masa Depan Mahasiswa Yenti Arsini; Meisyah Nurliza Lubis; Ainun Sina
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara orientasi masa depan dan dukungan orang tua untuk masa depan anaknya di masa yang akan mendatang. Orientasi masa depan ini merupakan langkah awal bagi setiap anak dalam menentukan rencana kedepannya baik itu pekerjaan atau karir pada masa yang akan mendatang nantinya hasil dari nilai, ekspetasi, keyakinan, harapan, keberanian, impian, keinginan serta mendapat informasi mengenai masa depan secara mendalam, baik itu informasi secara lagsung maupun tidak langsung. Orientasi masa depan ini dapat di katakan sebagai gambaran bagaimana nanti anak kedepannya dengan adanya keterkaitan orang tua di harapkan mampu untuk menjadi pendukung bahkan menjadi jembatan untuk anak nya pada masa yang akan mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sampel sebanyak 2 orang. Metode pengumpulan menggunakan teknik analisis, dokumentasi, dan wawancara Informan penelitian diambil dari anak yang sedang duduk di jenjang bangku perkuliahan. Selanjutnya dari hasil wawancara ini menghasilkan data yang valid sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.
Pengaruh Berfikir Positif untuk Menurunkan Stres Psikologis Yenti Arsini; Aisyah Amini; Putri Wahyuni Sinaga
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.367

Abstract

Stres merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh individu, siapapun dapat terkena stres baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Stres merupakan suatu tekanan pada individu ketika individu tidak mampu memenuhi harapannya (Weinberg & Gould, 2003). Stres adalah sebuah kondisi seseorang yang mengalami tuntutan emosi berlebihan. Keadaan ini dapat mengakibatkan munculnya cukup banyak gejala, seperti depresi, kelelahan kronis, mudah marah, gelisah, impotensi, dan kualitas kerja yang rendah. Stres bisa dialami oleh siapapun termasuk itu mahasiswa. Yang mana stres pada mahasiswa adalah suatu peristiwa atau pengalaman yang negatif yang kemudian menjadi ketegangan, beban dan tekanan yang dirasakan mahasiswa, dan juga berpotensi membahayakan untuk individu, yang berasal dari sistem biologis, psikologis dan sosial dari seorang mahasiswa. Stres yang dialami oleh mahasiswa itu antara lain karena masalah akademik, lingkungan budaya, adaptasi diri, dan lingkungan sosial. Salah satu cara yang dapat mengurangi stres pada mahasiswa yaitu dengan adanya berfikir yang positif.
Peranan Guru Sebagai Model dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Yenti Arsini; Lesma Yoana; Yulia Prastami
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.368

Abstract

Profesi guru memiliki beberapa keunggulan dari profesi lain. Istilah Jawa mengatakan bahwa guru adalah seseorang yang digugu (dipercaya) dan ditiru ( dicontoh), merupakan suatu profesi yang patut untuk dihargai dan dijunjung tinggi. Implementasi dari hal tersebut maka sepatutnya guru harus menjadi model untuk menjadikan dunia pendidikan yang berbasis karakter, bermoral dan tidak meninggalkan kearifan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) bagaimana peran guru sebagai model dalam pembentukan karakter siswa, (2) bagaimana tantangan yang dihadapi guru sebagai model dalam pembentukan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang kompleks terhadap pencapaian tujuan pendidikan, guru tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu yang akan diajarkan, memiliki pengetahuan dan keterampilan mengajar, guru juga dituntut untuk memiliki akhlak, karakter dan kepribadian yang dapat dijadikan suri teladan bagi peserta didik.
Pentingnya Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikologis Anak Yenti Arsini; Maulida Zahra; Rahmadani Rambe
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.369

Abstract

Peran orangtua dalam perkembangan anak usia dini merupakan faktor penting dalam proses perkembangan serta pertumbuhan anak. Dengan demikian, peneliti akan mengulas secara detail mengenai sejauh mana tanggung jawab orang tua mendampingi anak dalam belajar selama masa pembelajaran tatap muka tebatas serta urgenitas peran orangtua dalam perkembangan anak melalui psikologi perkembangan. Perkembangan anak adalah urutan perubahan fisik, emosional, pikiran, dan linguistik anak yang terjadi sejak si kecil lahir hingga awal masa dewasanya nanti. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Salah satunya adalah faktor genetik yang diturunkan oleh orang tua mereka. Itulah kenapa tiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Namun, perkembangan anak juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar. Hal ini bisa juga dikatakan sebagai faktor eksternal. Jadi, Anda sebagai orang tua bisa melakukan hal-hal tertentu untuk merangsang perkembangan anak agar prosesnya berjalan optimal. Psikologi anak berfokus pada perilaku dan cara berpikir anak, mulai dari masih di dalam kandungan, hingga beranjak dewasa, psikologi perkembangan anak tidak hanya membahas pertumbuhan anak secara fisik, tapi juga perkembangan mental, emosional, dan sosialnya. Oleh karena itu, penting bagi anda sebagai orangtua untuk memahaminya.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja Yenti Arsini; Hannisa Azzahra; Khairan Syahputra Tarigan; Irfan Azhari
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.370

Abstract

Di zaman teknologi yang maju seperti sekarang, interaksi antara masyarakat tidak hanya terjadi secara langsung, melainkan juga melalui media sosial. Kemajuan teknologi selalu dikaitkan dengan modernitas dan perkembangan. Masyarakat kini tidak hanya terbatas dalam membentuk komunitas di wilayah sekitar, tetapi juga mampu membentuk komunitas melalui media sosial. Salah satu kelompok pengguna media sosial yang sangat signifikan adalah remaja. Remaja umumnya memanfaatkan media sosial untuk berbagi cerita dan foto tentang kehidupan pribadi mereka dengan teman-teman. Media sosial memberikan kebebasan kepada individu untuk memberikan komentar dan pendapat tanpa rasa khawatir. Namun, perlu disadari bahwa penggunaan media sosial yang tidak bijaksana dapat memiliki dampak negatif yang tak terduga. Terkadang, media sosial disalahgunakan untuk mencari kepuasan dan kegembiraan, namun tanpa disadari hal itu dapat berbalik menjadi konsekuensi buruk. Selain itu, penggunaan media sosial juga dapat berdampak pada masalah kesehatan mental pengguna.
Perkembangan Kemampuan Berbahasa Ekspresif dan Anak Autis dengan Menggunakan Pendekatan ABA (Applied Behavior Analysis) Yenti Arsini; Nurhalimah Nurhalimah; Salmia Haliza
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.372

Abstract

Anak autis merupakan anak yang mengalami gangguan perkembangan yang sangat kompleks, meliputi gangguan perilaku, interaksi sosial dan bahasa yang dapat diketahui sebelum anak berusia 3 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan ABA (Apllied Behaviour Analysis) terhadap perkembangan kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif anak autis.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian SSR (Single Subject Research) desain A-B-A’-B’ selama sepuluh sesi dengan subjek tunggal. Analisis data menggunakan visual grafik. Hasil penelitian yang didapat dari keenam aspek bahwa anak mampu melaksanakan perintah maupun mengekpresikan keinginanya karena adanya bantuan intervensi. Hal ini dilihat pada hasil penelitian yang pada fase intervensi awal maupun akhir skor yang didapat lebih tinggi dari fase awal maupun akhir.