Seli Marlina Raja Leba
Universitas Musamus Merauke

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Study on the Use of Learning Media and Its Implications for Student Learning Motivation Titik Rukmawati; Richard Semuel Waremra; Seli Marlina Raja Leba; Oktin Kristina Hutapea; Deasy Natalia Mulalinda
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.6200

Abstract

Learning media plays an important role in increasing student motivation in various educational contexts. In addition, the use of varied and interesting learning media can motivate students to be actively involved in the learning process, increase their interest in subjects, and develop cognitive and social skills. This study aims to investigate the relationship between learning media and student learning motivation. By applying quantitative methods, this research was applied to class XI of IPA YPPK Yosudarso High School Merauke, South Papua, with a total of 18 students. Data collection was carried out by questionnaires consisting of four categories of choices, in addition, for sampling techniques, the Convinience Sampling Method was used as a data collection method. As a finding, the level of learning media is at a high level with mean score = 3.60 while student learning motivation is at a very high level namely meanscore = 4.69. The results showed that there was a significant relationship between learning media and student learning motivation. However, although learning media has great potential to increase student learning motivation, other factors such as students' physical and psychological conditions, learning environment, and the role of parents also play a role in influencing student learning motivation. In addition, the role of teachers in integrating learning media with the right teaching methods is also an important factor. Teachers who are able to use learning media effectively can increase the attractiveness and relevance of learning, and provide positive feedback to students. This can increase students' learning satisfaction and encourage their motivation to continue learning and achieve better results.
Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Morfologi dan Sintaksis pada orang Asli Papua di Merauke Hanova Rani Eka Retnaningtyas; Ekfindar Diliana; Seli Marlina Raja Leba
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i1.42993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam tataran kata (morfologi) dan kalimat/klausa (sintaksis) pada siswa dan mahasiswa Orang Asli Papua, (2) menginvestigasi penyebab kesalahan Berbahasa tersebut, (3) menemukan solusi umum atas permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus yang meneliti penguasaan bahasa Indonesia oleh Orang Asli Papua di Kabupaten Merauke, melibatkan 240 siswa dari berbagai jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi). Instrumen yang digunakan meliputi tes morfologi dan sintaksis, tes menulis karangan bebas, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis untuk mengukur kemampuan siswa, mengidentifikasi kesalahan berbahasa, serta memahami metode pengajaran dan kendala di kelas. Hasil wawancara dengan kepala dinas dan praktisi pendidikan digunakan untuk mencari solusi atas permasalahan yang ditemukan. Kesalahan berbahasa yang ditemukan meliputi ejaan, morfologi, sintaksis, dan diksi, mencerminkan kurangnya pemahaman siswa terhadap aturan bahasa Indonesia baku, seperti salah penggunaan huruf kapital, struktur kalimat, dan pilihan kata. Penyebabnya mencakup keterbatasan pemahaman tata bahasa, kebiasaan menggunakan bahasa nonformal, minimnya bimbingan, serta pengaruh media sosial. Akibatnya, pesan dalam tulisan menjadi kurang jelas, menegaskan perlunya pembelajaran bahasa formal yang intensif dan pembiasaan membaca teks formal untuk meningkatkan kualitas bahasa.