Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyrakat Berbasis Ketahanan Pangan Melalui Aplikasi Produk Ramah Lingkungan–Probiotik Yudho Wibowo; Andi Zakiah Safitri; Muhammad Luthfan Togar; Andi N Renita Relatami; Asmi Citra Malina; Rahmi Rahmi; Siti Rafi’ah Darajat; Sri Wahyuni Firman; Andi Ade Ula Saswini
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 3 No. 1 Oktober, 2021
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v3i1.74

Abstract

Pandemi COVID-19 yang sedang dihadapi secara global menyebabkan masalah pada sektor kesehatan, dan sektor lain seperti ekonomi, pertanian, perikanan, peternakan dan sosial masyarakat. Beberapa negara termasuk Indonesia menerapkan kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah untuk mencegah peningkatan penularan COVID-19. Kebijakan ini memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi keluarga. Salah satu cara untuk membantu ekonomi dan memenuhi pangan keluarga adalah dengan pengoptimalan sumberdaya yang ada di suatu wilayah. Pandemi COVID-19 tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global, tapi juga menyeret ke bidangbidang lainnya, terutama sosial dan ekonomi. Masyarakat umum mungkin banyak yang terfokus pada aspek kesehatan hingga terlupa ada aspek lain yang juga sangat penting untuk diperhatikan saat ini, yaitu aspek kebutuhan pangan. Pada akhirnya, pandemi ini tidak hanya mengancam keselamatan, kesehatan masyarakat, tapi juga meneror sektor pangan, dimulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi. Potensi ancaman tersebut sempat disuarakan Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO). Menurut FAO, pandemi covid-19 bisa berakibat pada krisis pangan dunia. Rantai pasokan pangan dunia terancam karena kebijakan negara-negara dalam menekan penyebaran virus korona, seperti pemberlakuan karantina wilayah atau lockdown, pembatasan sosial, dan larangan perjalanan. Kondisi tersebut mendapatkan perhatian dari PT Pertamina DPPU Hasanuddin untuk melakukan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ketahanan Pangan melalui produk ramah lingkungan yaitu Probiotik dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Untuk Menjawab SDGs Point (8&12). Program-program yang dijalankan berkaitan erat dengan upaya untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development). Pembangunan berkelanjutan tersebut tidak hanya berfokus pada isu lingkungan namun mencakup juga dua aspek lainnya, yaitu pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat (People, Profit, dan Planet). Kegiatan pemberdayaan Masyrakat dari PT Pertamina DPPU Hasanuddin berfokus pada kegiatan yang berhubungan dengan inovasi untuk peningkatan produktivitas ramah lingkungan di bidang perikanan, pertanian, peternakan. Program pemberdayaan yang menjadi unggulan di DPPU Hasanuddin adalah Program Produksi Probiotik. Kegiatan ini selain menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi untuk Kelompok Probiotik Laikang Binaan DPPU Hasanuddin, tetapi diharapkan mampu sebagai media untuk pengelolaan kegiatan agrokompleks lebih bijaksana dengan memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan di dalamnya. Adapun jenis aspek yang dimaksud antara lain adalah tanaman, ikan, dan juga hewan yang lain. Dari penjelasan diatas maka perlu dilakukan pemberdayaan masyrakat berbasis ketahanan pangan melalui aplikasi produk ramah Lingkungan–Probiotik. Kegiatan ini mampu mendukung TJSL untuk menjawab SGDs point (8&12) dalam Meningkatkan taraf hidup petani, petambak dan peternak dengan memanfaatkan probiotik dengan hasil yang lebih baik sehingga dapat memenuhi kebutuhannya dalam kondisi pandemi COVID-19
Pemanfaatan Limbah Kotoran Rusa Timor (Rusa Timorensis) sebagai Pupuk Organik untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan: Studi Kasus Program RUFSA di Desa Cakura, Sulawesi Selatan Andi Ade Ula Saswini; Muhammad Haris; Panji Triyanu Hermawan
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 3 No. 3 (2025): September :The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v3i3.857

Abstract

The RUFSA Program (Rusa untuk Fertilizer Sustainable Agriculture) is an innovative initiative that transforms Timor deer (Rusa timorensis) manure waste from a conservation breeding site in Cakura Village, South Sulawesi, into organic biofertilizer. The program, implemented by PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Makassar in collaboration with the local community, aims to reduce manure waste, support wildlife conservation, and provide environmentally friendly fertilizer for sustainable agriculture. The method involves collecting deer manure directly inside the enclosure, mixing it with water and EM4 activator, and regularly stirring to ensure sufficient oxygen supply during a 7–14 day aerobic fermentation process. This approach not only reduces organic waste and minimizes unpleasant odor but also decreases the risk of disease transmission. The resulting biofertilizer is applied to cultivate odot grass (Pennisetum purpureum cv. Mott), small trees, and ornamental plants such as bougainvillea (Bougainvillea sp.), demonstrating practical benefits for local agriculture. Economically, the program contributes to an annual saving of IDR 3,240,000 by reducing the dependency on chemical fertilizers. Beyond its economic outcomes, RUFSA also strengthens community participation in environmental management and raises awareness of the importance of sustainable practices. Furthermore, the program aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly those related to food security, economic growth, responsible consumption and production, and terrestrial ecosystem conservation. Overall, the RUFSA Program exemplifies an integrative approach that combines conservation, waste management, and community empowerment to promote environmentally responsible and sustainable agricultural development.