Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Waqf and sustainable development law: models of waqf institutions in the Kingdom of Saudi Arabia and Indonesia Zawawi Zawawi; Yuli Yasin; Muhammad Irfan Helmy; Ali Ma’yuf; Agus Arwani
Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : State Islamic University of Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijtihad.v23i1.93-114

Abstract

This research aims to find out the regional waqf (endowment) and sustainable development models in the Kingdom of Saudi Arabia and Indonesia in terms of their laws, managements and investments. It uses a qualitative approach through observation, documentation and interviews with officials and those in charge of waqf from the Kingdom of Saudi Arabia and Indonesia. The data was then elaborated with expert opinions based on Herman Daly’s sustainable economic theory and John Locke’s theory of ownership and Islamic law theory (hifz al-mãl, himãyah al-bī‘ah and istiṣlãh). This study found that through the waqf system, the waqf institutions in the Kingdom of Saudi Arabia and Indonesia managed to reach certain achievements, namely good education, poverty reduction, hunger alleviation, and decent work. It was found that waqf institutions in the Kingdom of Saudi Arabia carried out various programs in every area of sustainable development, including providing drinking water. Another service included digging wells in areas where they were needed, which we rarely found in Indonesia. The Sustainable Waqf Law contributed to several aspects that could positively impact society and sustainable development in general. The Sustainable Waqf Law could positively impact sustainable social, economic, and environmental development. In addition, the waqf contributed to the United Nations Sustainable Development Goals No. 1, 2, 3, 4, 6, 11, 13 and 16. Finally, it is important to involve various parties, including waqf institutions, government, communities, and other stakeholders, to ensure the sustainability, transparency, and fairness in the management of waqf assets and their utilization in achieving sustainable development goals.
Eksplorasi Peran Teknologi Blockchain dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas dalam Keuangan Islam: Tinjauan Sistematis Agus Arwani; Unggul Priyadi
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 2 (2024): April : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v2i2.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam keuangan Islam. Metode penelitian dengan melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang ada, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber termasuk artikel jurnal, internet, dan buku, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain meningkatkan keamanan data, transparansi transaksi, dan memiliki sistem yang bersifat desentralisasi. Ini relevan dengan kebutuhan transparansi dan akuntabilitas dalam keuangan Islam, seperti dalam praktik zakat dan wakaf. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan blockchain dapat memberikan perbaikan signifikan dalam transparansi dan akuntabilitas di sektor keuangan Islam. Implikasinya meliputi potensi untuk memperkuat kepercayaan publik dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan Islam, sekaligus menghadapi tantangan dalam kepatuhan syariah dan adaptasi teknologi.
Eksplorasi Peran Teknologi Blockchain dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas dalam Keuangan Islam: Tinjauan Sistematis Agus Arwani; Unggul Priyadi
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 2 (2024): April : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v2i2.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam keuangan Islam. Metode penelitian dengan melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang ada, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber termasuk artikel jurnal, internet, dan buku, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain meningkatkan keamanan data, transparansi transaksi, dan memiliki sistem yang bersifat desentralisasi. Ini relevan dengan kebutuhan transparansi dan akuntabilitas dalam keuangan Islam, seperti dalam praktik zakat dan wakaf. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan blockchain dapat memberikan perbaikan signifikan dalam transparansi dan akuntabilitas di sektor keuangan Islam. Implikasinya meliputi potensi untuk memperkuat kepercayaan publik dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan Islam, sekaligus menghadapi tantangan dalam kepatuhan syariah dan adaptasi teknologi.
Dynamics of Audit Quality: The Effect of Audit Delay, Company Size, And Audit Tenure with The Role of Audit Fee Moderation Agus Arwani; Muhamad Masrur; Nazia Adeel
AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alfalah.v2i10.14629

Abstract

Purpose: This study aims to examine the effect of audit delay, company size, and audit tenure on audit quality, with audit fees acting as a moderating variable, specifically in sharia-compliant firms listed on the Jakarta Islamic Index 70 (JII 70) during 2020–2024. Design/Method/Approach: The research employs a quantitative explanatory approach using secondary data from company financial statements. Audit quality is proxied by the engagement of Big Four auditors, while audit delay, firm size, and audit tenure serve as independent variables. Moderation regression analysis is applied to evaluate the moderating role of audit fees in these relationships. Findings: The results indicate that audit delay, company size, and audit tenure do not significantly influence audit quality, and audit fees do not significantly moderate these relationships. These findings suggest that traditional predictors of audit quality may be less impactful in sharia-compliant firms, possibly due to their strong adherence to Islamic principles emphasizing accountability and transparency. Originality/Values: This study contributes to the auditing and corporate governance literature in Islamic capital markets by highlighting the unique context of sharia-based firms. It provides practical insights for firms and policymakers to enhance audit practices through strengthened internal controls and clearer reporting frameworks.
Keuntungan dan Resiko Cloud Accounting dalam Akuntansi Syariah: Tinjauan Literatur Nayla Safarah; Seli Dilma Septi Afriani; Saeful Bakhri; Agus Arwani
Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Vol 42 No 1 (2025): MELATI: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/melati.v42i1.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keuntungan dan risiko penerapan cloud accounting dalam akuntansi syariah serta menganalisis keterkaitannya dengan prinsip-prinsip dasar syariah, seperti keadilan (al-‘adl), transparansi (al-idzhar), dan larangan riba. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap delapan artikel ilmiah terbitan tahun 2019-2024 yang diakses melalui Google Scholar. Studi kasus penerapan cloud accounting pada Bank Muamalat Indonesia digunakan untuk memperkuat analisis dengan ilustrasi empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa cloud accounting berkontribusi signifikan terhadap efisiensi operasional, peningkatan akuntabilitas, dan kolaborasi lintas pihak dalam lembaga keuangan syariah. Keuntungan ini tercermin dalam otomatisasi pelaporan, akses data real-time yang merata, serta kemampuan integrasi audit syariah secara digital, yang mendukung prinsip dasar syariah. Penggunaan cloud accounting juga mengandung risiko tertentu, seperti ketergantungan pada vendor, ketimpangan akses akibat rendahnya literasi TI, serta potensi gharar (ketidakpastian) dalam akad layanan cloud yang tidak transparan. Risiko-risiko ini dapat melemahkan keadilan informasi, memperburuk ketidakjelasan hak atas data, dan bertentangan dengan nilai-nilai syariah. Oleh karena itu, efektivitas cloud accounting dalam sistem keuangan syariah hanya dapat tercapai jika prinsip-prinsip Islam diinternalisasi sejak awal melalui sharia by design dan didukung oleh tata kelola risiko yang baik.