p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ALQALAM IJED Quality
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Pendidikan Agama Islam dan Upaya Merespon Perkembangan Abad 21 Rosedah Sa’datul Marwah
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ijed.v2i2.195

Abstract

Pada hakikatnya tujuan pembelajaran adalah perubahan sikap siswa, baik perubahan perilaku pada bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun pada abad ke 21 ditandai munculnya problem seperti perubahan sosial, teknologi, dan budaya yang signifikan, yang mempengaruhi cara orang hidup, berinteraksi, dan pengetahuan. Dalam merespon problematika tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan salah satunya kurikulum merdeka belajar. Kurikulum tersebut memiliki tujuan pembelajaran yaitu memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Selain itu membangun pribadi peserta didik yang memiliki prilaku baik, menekankan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kehidupan nyata. Dalam hal ini, masalah etika dan moral dapat dibahas lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika yang dihadapi dalam pendidikan agama Islam dalam merespon perkembangan abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder. Dalam hasil penelitian ini menyimpulkan adanya problematika yang harus dihadapi pada abad 21 ini yakni kemorosotan moral menjadi tantangan untuk menyusun kurikulum yang relevan, pemanfaataan teknologi terhadap PAI yang masih kurang, dan  pandangan bahwa agama adalah formalitas yang mana berdampak pada  pembelajaran agama Islam yang dianggap mudah tanpa perlu mendalami keilmuannya berdampak kurangnya sikap toleran pada peserta didik. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan upaya kontribusi dalam pengembangan kurikulum, penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam, serta promosi pemahaman inklusif dan toleran dalam konteks yang semakin global dan multikultural
Implementasi Program Tahfidz al-Qur’an terhadap Peningkatan Spiritual Siswa MAN 2 Kota Malang Marwah, Rosedah Sa’datul; Hamid, Abdulloh; Tamwifi, Irfan; Af’idah R, Alfiana; Amelia A, Ayu Nilna
QUALITY Vol 11, No 1 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i1.18434

Abstract

Implementation of the Tahfidz al-Qur'an Program for Spiritual Improvement of Students of MAN 2 Malang City.The Tahfidz Al-Qur'an program has become an integral part of religious education in Islamic educational institutions. The main objective of this program is to assist students in memorizing and understanding the content of the Qur'an. Its impact is not only cognitive but also serves as an effort to enhance the students' spiritual aspect. This research aims to explore the implementation of the Tahfidz Al-Qur'an program in improving the spiritual development of students at MAN 2 Kota Malang. The research problem formulated in this study is how the implementation of the Tahfidz program can enhance students' spirituality. Furthermore, this issue is motivated by the phenomenon of moral degradation among teenagers today. Considering that MAN students are vulnerable to various influences from the external environment.This study adopts a qualitative research approach with a phenomenological perspective. The researcher analyzes the data through observation, documentation, and literature study. The research findings indicate that the Tahfidz Al-Qur'an program has several positive impacts on improving the spiritual development of students at MAN 2 Kota Malang. Through memorizing the sacred verses of the Qur'an, it strengthens the spiritual bond with Allah SWT, develops positive characteristics, and enhances strong spiritual values within the students. The implication of this research is that Islamic educational institutions need to design a well-integrated Tahfidz Al-Qur'an program, provide strong guidance, and create an environment that supports the spiritual growth of students. Program tahfidz Al-Qur'an menjadi bagian penting dari pendidikan keagamaan di lembaga pendidikan Islam. Tujuan utama program ini adalah untuk membantu siswa menghafal dan memahami isi Al-Qur'an, dampaknya tidak hanya dari aspek kognitif melainkan sebagai upaya meningkatkan aspek spiritual siswa juga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program tahfidz Al-Qur'an terhadap peningkatan spiritual siswa MAN 2 Kota Malang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan program tahfidz dapat meningkatkan spiritual siswa. Terlebih lagi hal tersebut dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral yang terjadi pada anak remaja saat ini. Mengingat bahwa siswa MAN adalah siswa remaja yang rentan dengan berbagai macam pengaruh dari lingkungan luar sekolah.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti melakukan analisis data dengan observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz Al-Qur'an memberikan beberapa dampak positif terhadap peningkatan spiritual siswa di MAN 2 Kota Malang. Melalui penghafalan ayat suci Al-Qur’an memperkuat ikatan spiritual dengan pendekatan rohani kepada Allah SWT, mengembangkan sifat positif, dan meningkatkan nilai-nilai spiritual yang kuat dalam diri siswa. Implikasi dari penelitian ini, bahwa lembaga pendidikan Islam perlu merancang program tahfidz Al-Qur'an yang terintegrasi dengan baik, memberikan bimbingan yang kuat, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual siswa.
Reconstruction of Curriculum Strategy in Strengthening Students' Resilience and Islamic Character (At Mts Nur Rahmat) Marwah, Rosedah Sa'datul; Sartikah, Sartikah; Alim, Adam Ahmad Syahrul
Al Qalam Vol. 43 No. 1 (2026): June
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v43i1.12775

Abstract

The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) among Generation Z has become a serious challenge to character education in the digital era, as intensive social media use can trigger social anxiety, weaken self-control, and reduce students' mental resilience. This condition is reflected in the decline of character indicators and the increasing incidence of cyberbullying, adolescent depression, and ethical problems among students in Indonesia. Therefore, strengthening Islamic character education is urgently needed to build students' psychospiritual resilience amid the pressures of digital culture. This study aims to describe and analyze the curriculum reconstruction at MTs Nur Rahmat in integrating academic, spiritual, and Islamic character aspects to build students' mental resilience in facing the FOMO phenomenon.  The study employs a qualitative-descriptive approach using the case study method. Primary data were obtained through in-depth interviews with the Vice Chair of the Foundation, the Principal, the Vice Principal for Curriculum, teachers, and boarding school students. Secondary data were collected through curriculum documentation, syllabi, and class schedules. Informants were selected using purposive sampling. Data validity was ensured through the triangulation of sources and techniques, and data analysis used the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the reconstruction of the national curriculum by integrating the pesantren curriculum has introduced elements of exemplary behavior through habitual activities, and the reinforcement of spiritual values plays a crucial role in building student resilience in the digital age.
Problematika Pendidikan Agama Islam dan Upaya Merespon Perkembangan Abad 21 Rosedah Sa’datul Marwah
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ijed.v2i2.195

Abstract

Pada hakikatnya tujuan pembelajaran adalah perubahan sikap siswa, baik perubahan perilaku pada bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun pada abad ke 21 ditandai munculnya problem seperti perubahan sosial, teknologi, dan budaya yang signifikan, yang mempengaruhi cara orang hidup, berinteraksi, dan pengetahuan. Dalam merespon problematika tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan salah satunya kurikulum merdeka belajar. Kurikulum tersebut memiliki tujuan pembelajaran yaitu memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Selain itu membangun pribadi peserta didik yang memiliki prilaku baik, menekankan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kehidupan nyata. Dalam hal ini, masalah etika dan moral dapat dibahas lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika yang dihadapi dalam pendidikan agama Islam dalam merespon perkembangan abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder. Dalam hasil penelitian ini menyimpulkan adanya problematika yang harus dihadapi pada abad 21 ini yakni kemorosotan moral menjadi tantangan untuk menyusun kurikulum yang relevan, pemanfaataan teknologi terhadap PAI yang masih kurang, dan  pandangan bahwa agama adalah formalitas yang mana berdampak pada  pembelajaran agama Islam yang dianggap mudah tanpa perlu mendalami keilmuannya berdampak kurangnya sikap toleran pada peserta didik. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan upaya kontribusi dalam pengembangan kurikulum, penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam, serta promosi pemahaman inklusif dan toleran dalam konteks yang semakin global dan multikultural