Shaleh Shaleh
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Branding Image Madrasah Untuk Membangun Trust Masyarakat Sri Atin; Ika Fitriyati; Shaleh Shaleh
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 22, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v22i1.10311

Abstract

Abstract: Madrasah Image Branding Strategy to Build Community TrustThe branding image of an Islamic educational institution is absolutely needed in the midst of the increasing existence of an increasingly competitive madrasa. In addition, branding image is also carried out to improve the quality of education, where madrasas are often underestimated by the community. This study aims to determine the branding strategy of madrasah image in buildingtrust. This study used descriptive qualitative method. This method is used to describe the strategy of branding image in Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Giriloyo 1 Bantul based on data obtained from madrasas and users of educational services. Informants from this study were principals, teachers, and parents of students. The informant selection technique in this study, the researcher used purposive sampling technique. Data collection techniques in this study used document analysis techniques, in-depth interviews, and observation. The method used to check the validity of the data is the triangulation method of data source. The stages in analyzing the data in this study are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that: the branding strategy that has been carried out by the Head of Madrasah is to apply the Marketing Mix 7P Product, Place, Promotion, Price, People, Physical Evidence, and Process. In the future, further research is expected to be able to discuss in depth related to the effect of the effectiveness of the branding strategy applied by madrasas.Abstract: Strategi Branding Image Madrasah Untuk Membangun Trust Masyarakat.Branding image sebuah lembaga pendidikan Islam sangat diperlukan ditengah meningkatnya eksistensi madrasah yang semakin kompetitif. Selain itu branding image juga dilakukan demi peningkatan mutu pendidikan, yang mana madrasah sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi branding image madrasah dalam membangun kepercayaan (trust) masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan strategi branding image di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Giriloyo 1 Bantul berdasarkan data yang diperoleh dari madrasah dan pengguna jasa pendidikan. Informan dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan orangtua peserta didik. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis dokumen, wawancara mendalam, dan observasi. Metode yang digunakan untuk memeriksa keabsahan data adalah metode triangulasi sumber data. Tahapan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: strategi branding yang telah dilakukan oleh Kepala Madrasah adalah dengan menerapkan bauran pemasaran (Marketing Mix) 7P yaitu Product, Place, Promotion, Price, People, Physical Evidence, dan Process.  Kedepannya penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahas secara mendalam terkait dengan pengaruh efektivitas strategi branding yang diterapkan oleh madrasah.
TRANSMISSION OF ANTIPLURALISM IN THE MILLENNIAL DIGITAL MEDIA SPACE Shaleh Shaleh; Anhar Ansyory; Khamim Zarkasyih Putro; Mifedwil Jandra
Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Vol. 5 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/islimus.v5i1.2794

Abstract

Excessive religious attitudes have shown an increasing trend among young people in some research results. This research intends to examine the transmission of anti-pluralism in the digital media space of millennial youth. For this purpose, researchers used a qualitative case study method by collecting data through site observations used by millennials, searching for documents on digital media, and interviews with several youths, some of whom had been influenced by the doctrine of anti-pluralism. The results of this study indicated that adherents of anti-pluralism had transmitted this understanding in the digital space of millennials through hyperlinks between sites. These links are used to transform understandings, among others: anti-difference, sole ruler of truth, thaghut, anti-Pancasila, and revolution. This transmission was an effort to carry out clandestine regeneration with the young millennial generation who are the primary users of this media.
KUALITATIF : MEMAHAMI KARAKTERISTIK PENELITIAN SEBAGAI METODOLOGI Fildza Malahati; Anelda Ultavia B; Putri Jannati; Qathrunnada Qathrunnada; Shaleh Shaleh
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 11, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v11i2.902

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk memahami hakikat metode penelitian kualitatif. Metodenya adalah studi pustaka, dimana data dikumpulkan dengan mencari dan membangun sumber informasi dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, dan penelitian yang ada. Akibatnya, penelitian kualitatif mengumpulkan data dari pengaturan alam dan memanfaatkan peneliti sebagai instrumen kunci oleh peneliti, daripada menghasilkan dalam bentuk prosedur atau perhitungan statistik, yang dilakukan dalam desain penelitian yang bertujuan untuk mengklarifikasi fenomena kontekstual. Karena penelitian kualitatif cenderung menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan induktif, penelitian kualitatif ini menekankan pada proses dan makna berdasarkan perspektif subjek. Desain penelitian kualitatif ini dapat digunakan sebagai metode penelitian karena dijabarkan secara komprehensif sehingga mudah dipahami oleh peneliti dan ilmuwan.Kata Kunci: Karakteristik, Penelitian, Kualitatif
Model Pengawasan Internal dan Pemberdayaan Untuk Mendorong Penguatan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Shaleh Shaleh; Elma Haryani; Deni Indrawan; Zaki Sima Fashimado; Yan Suryo Sumirat
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v21i2.1685

Abstract

This research is motivated by the inability of internal audits to encourage the performance of strategic government programs implemented in Islamic State Universities (PTKN). One of the government's priority programs run by PTKN is the program to strengthen religious moderation. This study aims to identify internal control models implemented in tertiary institutions. These supervisory models are then examined for their empowerment potential to encourage the performance of strengthening religious moderation. For this purpose, the researcher empowered the case study qualitative research method by collecting data using observation, interview, and documentation techniques. The data collected was checked for validity using the triangulation technique and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana technique. The results of the research show that: (1) 2 models of internal control have been implemented in tertiary institutions, namely: the partial-thematic internal audit model and the collaborative internal control model; (2) identified 1 (one) audit model that has the potential to be studied further and that in the future it can be applied to tertiary institutions, namely the integrative audit model; (3) models of internal control that tertiary institutions have implemented can be empowered to support and encourage the strengthening of religious moderation and other strategic program.