Namira Risqi Putri Muquita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyebab Instabilitas Ekonomi-Politik di Negara-negara Kepulauan Akibat Pandemi Covid-19: Studi Kasus Maladewa dan Kepulauan Bahama Kurnia Zulhandayani Rizki; Namira Risqi Putri Muquita
Indonesian Journal of Peace and Security Studies (IJPSS) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Peace and Security Studies
Publisher : Department of International Relations, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ijpss.v4i1.99

Abstract

ABSTRACT Covid-19 pandemic brings multi-sectoral impact which encourages economic weakening and carries political instability. In this case, developing countries are affected massively by the pandemic. Vulnerable economic stability and unsteady government management encourage the state to experience inability to adapt to the restriction imposed during pandemic. Some developing countries that are not depended on tourism as their economic spine, still have chance to recover through other sector than tourism. However, the phenomena during pandemic appear to be such a condition where developing countries, which are ‘tourism-dependent’, experience terrific economic contraction. Especially, the archipelagic state that rely on natural tourism as the main attraction. The archipelagic states that rely on tourism and experience economic contraction along with political instability are Maldives and Bahamas Islands. Keywords: Covid-19 pandemic; Maldives; Bahamas Islands; archipelagic state. ABSTRAK Pandemi Covid-19 memberikan dampak multi-sektoral yang mendorong melemahnya ekonomi hingga mengganggu stabilitas politik negara. Dalam hal ini, negara-negara berkembang merupakan objek yang terdampak pandemi cukup masif. Stabilitas ekonomi yang rentan dan manajemen pemerintahan yang goyah mendorong negara kesulitan beradaptasi dengan pembatasan yang diberlakukan selama pandemi. Beberapa negara berkembang yang tidak menggantungkan perekonomiannya pada pariwisata masih dapat memulihkan perekonomiannya dengan mengembangkan sektor lainnya sebagai penopang. Akan tetapi, melihat fenomena yang muncul di masa pandemi, maka dapat dilihat negara-negara berkembang yang bergantung pada sektor pariwisata mengalami kontraksi ekonomi yang cukup hebat. Terutama negara-negara kepulauan yang mengandalkan wisata alam sebagai destinasi andalannya. Negara-negara kepulauan yang bergantung pada pariwisata dan mengalami kontraksi ekonomi dan instabilitas politik antara lain yaitu Maladewa dan Kepulauan Bahama. Keywords: pandemi Covid-19; Maladewa; Kepulauan Bahama; negara kepulauan.
Pemanfaatan Lamtoro Sebagai Pakan Ternak Dalam Mendukung Program Desa 1000 Sapi di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Sutaryono, Yusuf Akhyar; Sukarne; Muhammad Edi Nasution; Yogi Prayudi; Namira Risqi Putri Muquita; I Gusti Bagus Indra Permana; Nasmi Herlina Sari; Baiq Tasya Carrisa; Ludia Margrith Suseray; Muhammad Subbanul Mujahiddin; Evelyn Carolina Sentosa; Baiq Elmaliana; Kiki Dewanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9825

Abstract

Program 1000 Desa Sapi berupaya meningkatkan populasi dan produktivitas ternak sapi guna mewujudkan swasembada daging dengan tujuan ketahanan pangan nasional. Salah satu desa yang masuk dalam program ini adalah Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa Pengengat terdapat kandang kelompok Tandur Desi yang dibangun di Dusun Tempit. Desa Pengengat juga memiliki Kelompok Tani Ternak Tandur Desi yang mengelola kandang tersebut. Kelompok tani ternak tersebut memelihara sapi ternak dengan memberinya makan dengan pakan yang berupa campuran hijauan pakan dari lamtoro dan rumput odot. Akan tetapi, ketersediaan pakan masih menjadi permasalahan, sebab para peternak harus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternak terutama di musim kemarau. Hal ini dapat berpengaruh terhadap produktivitas sapi ternak. Di samping itu, ketersediaan pakan ternak yang belum terjamin dapat mengganggu upaya peningkatan populasi sapi ternak yang dapat menghambat agenda Program 1000 Desa Sapi. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukanlah penanaman lamtoro di lahan dekat Kandang Tandur Desi di wilayah Dusun Tempit untuk menciptakan sumber pakan ternak mandiri. Dari upaya tersebut, peternak mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya menjaga kualitas dan ketersediaan pakan bagi sapi ternak, pembudidayaan dan perawatan lamtoro sebagai pakan ternak, serta pemanfaatan lamtoro sebagai pakan ternak. Dengan demikian, kelompok tani ternak dapat mandiri dalam hal ketersediaan pakan ternak sehingga dapat mendukung lancarnya Program 1000 Desa Sapi.